Koleksi Perhiasan yang Dicuri dari Museum Louvre, Ini Daftarnya

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Museum Louvre di Prancis ditutup sementara setelah komplotan perampok berhasil mencuri perhiasan “tak ternilai harganya” pada Minggu (19/10) pagi waktu setempat. Insiden ini menggemparkan publik dan dunia seni internasional.
Menurut laporan NBC News, pada hari perampokan, para pelaku memarkir truk dengan tangga lipat di bawah Galeri Apollo, kemudian menggunakan alat pemotong untuk menembus jendela dan membuka etalase tempat perhiasan disimpan.
Para perampok diduga sangat profesional dan mengetahui dengan pasti target yang ingin mereka ambil. Hanya dalam waktu sekitar tujuh menit, mereka berhasil membawa kabur sejumlah perhiasan bersejarah milik kerajaan Prancis.
Lantas, perhiasan apa saja yang dicuri dari Museum Louvre? Simak informasi lengkapnya berikut ini.
Perhiasan yang Dicuri dari Museum Louvre
Dijelaskan dalam laman ABC News, pencurian kali ini menargetkan seluruh koleksi berharga yang disimpan di Galeri Apollon Museum Louvre. Ruang panjang di lantai dua ini terkenal dengan langit-langit megah serta dinding berhias lukisan dan ukiran emas.
Sejak 1887, galeri mewah tersebut menjadi tempat penyimpanan sisa permata mahkota Prancis setelah sebagian besar lainnya dijual. Koleksi bersejarah inilah yang menjadi sasaran utama dalam perampokan tersebut.
Menteri Kebudayaan Prancis Rachida Dati mengungkapkan bahwa salah satu benda paling berharga, yaitu mahkota emas bertatahkan berlian dan zamrud milik Permaisuri Eugénie, ditemukan dalam kondisi rusak di luar museum.
Mahkota yang terbuat dari emas dan dihiasi lebih dari 1.300 berlian, termasuk salib kecil berlapis berlian di bagian atasnya, itu diduga terjatuh saat para pelaku melarikan diri. Menurut keterangan Museum Louvre, mahkota tersebut dibuat khusus untuk Permaisuri Eugénie dalam rangka Exposition Universelle di Paris.
Berdasarkan informasi dari BBC, total ada delapan perhiasan berharga yang berhasil dibawa kabur, termasuk diadem atau mahkota berhias permata, kalung, anting-anting, dan bros.
Semua benda tersebut berasal dari abad ke-19 dan pernah dimiliki oleh keluarga kerajaan serta penguasa kekaisaran Prancis. Kementerian Kebudayaan Prancis merinci perhiasan yang dicuri, yaitu:
Tiara dan bros milik Permaisuri Eugénie, istri Napoleon III
Kalung zamrud dan sepasang anting zamrud milik Permaisuri Marie Louise
Tiara, kalung, dan satu anting dari set safir yang dahulu dimiliki Ratu Marie-Amelie dan Ratu Hortense
Sebuah bros relik yang dikenal dengan nama “reliquary brooch.”
Chris Marinello, CEO Art Recovery International, menjelaskan bahwa permata seperti mahkota dan diadem sangat mudah dipecah menjadi bagian-bagian kecil untuk dijual secara terpisah.
Ia menilai para pencuri kemungkinan besar tidak akan mempertahankan bentuk aslinya, melainkan akan melelehkan logam berharga, memotong ulang batu permata, dan menghapus seluruh jejak kejahatan mereka.
Menurut Marinello, menjual perhiasan bersejarah dalam kondisi utuh hampir mustahil dilakukan.
“Mereka tidak akan menyimpannya dalam bentuk asli. Semua akan dipecah, dilelehkan, dan diubah agar sulit dilacak,” ujarnya.
Sebagai respons atas tragedi ini, Presiden Emmanuel Macron menegaskan komitmen pemerintah untuk memperkuat keamanan di museum-museum nasional.
Melalui proyek New Renaissance, Museum Louvre akan didesain ulang dengan anggaran antara 700 juta-800 juta euro, termasuk peningkatan sistem keamanan agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.
Baca Juga: Perhiasan yang Dicuri dari Museum Louvre Bernilai Lebih dari Rp 1,56 Triliun
(ANB)
