Konten dari Pengguna

Kondisi Alam Indonesia: Keadaan Fisik Serta Persebaran Flora dan Faunanya

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi kondisi alam Indonesia. Foto: iStock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi kondisi alam Indonesia. Foto: iStock

Indonesia merupakan negara di Asia Tenggara yang tersusun atas ribuan pulau yang tersebar dari Sabang sampai Merauke. Berkat itu, Indonesia menjadi negara kepulauan terbesar di Asia bahkan dunia.

Indonesia adalah negara yang kaya akan budaya dan mempunyai potensi alam yang melimpah. Potensi alam tersebut tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Gunung, sungai, hutan, hingga lautan menghiasi tiap-tiap daerah dan menjadi harta kekayaan masing-masing.

Kawasan Indonesia yang begitu luas membuat kondisi alam di negara ini berbeda-beda di setiap wilayahnya. Kondisi alam itu meliputi keadaan fisik serta persebaran flora dan faunanya. Untuk mengetahui lebih lengkap tentang kondisi alam Indonesia, simak ulasan berikut.

Kondisi Alam Indonesia

Keadaan Fisik Wilayah

Mengutip Modul 1 Letak Wilayah dan Keadaan Alam Indonesia yang diterbitkan Kemendikbud, keadaan fisik wilayah Indonesia mencakup letak astronomis, geografis, dan geologis.

1. Letak Astronomis Indonesia

Secara astronomis, posisi Indonesia berada pada 6°LU (Lintang Utara) – 11°LS (Lintang Selatan) dan 95°BT (Bujur Timur) – 141°BT (Bujur Timur). Letak astronomis ini mengakibatkan Indonesia memiliki 3 wilayah waktu, yaitu:

Waktu Indonesia Bagian Barat (WIB), memiliki perbedaan waktu +7 terhadap GMT (Greenwich Mean Time).

Waktu Indonesia Bagian Tengah (WITA), memiliki perbedaan waktu +8 terhadap GMT.

Waktu Indonesia Bagian Timur (WIT), memiliki perbedaan waktu +9 terhadap GMT.

2. Letak Geografis Indonesia

Secara geografis, Indonesia dikelilingi oleh benua Asia di sebelah Utara (hingga Barat Laut), samudera Pasifik (Lautan Teduh) di sebelah Timur (hingga Timur Laut), Benua Australia di sebelah tenggara, dan samudera Hindia di sebelah Barat Daya (hingga sebelah Selatan).

3. Letak Geologis Indonesia

Secara geologis, Indonesia berada di titik pertemuan tiga lempeng tektonik besar, yaitu Lempeng Indo-Australia, Lempeng Eurasia, dan Lempeng Pasifik. Pertemuan antar lempeng tersebut menyebabkan beberapa daerah di Indonesia rawan terjadi gempa bumi.

4. Iklim Indonesia

Berdasarkan kedudukan lintangnya, secara keseluruhan, wilayah Indonesia berada di daerah iklim tropis. Ciri-ciri iklim tropis antara lain sebagai berikut:

  • Matahari bersinar sepanjang tahun.

  • Suhu udara tinggi sepanjang tahun.

  • Perbedaan suhu antara siang dan malam relatif kecil.

  • Kelembapan udara yang tinggi.

  • Curah hujan relatif tinggi.

Flora dan Fauna di Indonesia

Ilustrasi fauna Indonesia. Foto: iStock

Flora dan fauna di Indonesia dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu flora dan fauna asiatis, peralihan (asli), dan australis.

1. Asiatis

Flora dan fauna yang terdapat di wilayah Indonesia bagian barat, yakni Sumatera, Jawa, Bali, dan Kalimantan. Memiliki ciri dan karakter menyerupai flora dan fauna di benua Asia.

Flora Indonesia di zona ini merupakan flora hutan tropis dengan jenis tumbuhan meliputi meranti, kamper, dan mahoni. Sedangkan, fauna yang hidup di sana antara lain mamalia ukuran besar seperti gajah dan badak, lalu ada berbagai jenis kera, reptil, dan ikan air tawar.

2. Peralihan

Meliputi kawasan Indonesia tengah, yaitu kepulauan Nusa Tenggara dan Sulawesi. Flora dan fauna di zona ini merupakan peralihan dari flora dan fauna asiatis dan australis sehingga karakter yang dimiliki adalah campuran dari kedua zona tersebut.

Beberapa contoh fauna zona peralihan adalah komodo, babi rusa, kus kus, dan tarsius. Sedangkan, beberapa flora yang bisa ditemukan antara lain eboni anggrek serat, cengkeh.

3. Australis

Meliputi wilayah Timur Indonesia, yaitu Papua dan Maluku. Ciri-cirinya antara lain hewan-hewannya berkantung, mamalia cenderung berukuran kecil, spesies ikan air tawar lebih sedikit, memiliki spesies burung dengan bulu-bulu yang indah, flora memiliki daun paralel dengan bentuk memanjang.

Beberapa contoh fauna di zona ini adalah cendrawasih, kangguru, dan kasuari. Sementara, pakis, matoa, dan siwalan adalah beberapa jenis flora yang ditemukan di zona australis.

(ADS)