Kondisi Budaya Literasi di Indonesia dan Upaya Meningkatkannya

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Budaya literasi menjadi salah satu budaya yang penting bagi sebuah negara. Itu karena budaya tersebut mampu mempengaruhi kecerdasan serta kesejahteraan hidup suatu negara.
Mengutip buku Literasi di Sekolah, dari Teori ke Praktik karya Ni Nyoman Padmadewi dan Luh Putu Artini (2018:8), literasi dapat diartikan sebagai keberaksaraan, yakni kemampuan menulis dan membaca atau mengkonstruksi makna lewat baca tulis.
Mengutip Jurnal Pengaruh Budaya Literasi dalam Mengembangkan Kecerdasan Kewarganegaraan tulisan Dinda Nurul Aini (2018), tingkat literasi dapat mempengaruhi personal, moral, dan kecerdasan seseorang.
Masyarakat yang cerdas memiliki peran penting untuk suatu negara, di antaranya meningkatkan peradaban yang lebih modern, mengangkat martabat bangsa, dan menjadikan negara sebagai bangsa kompetitif secara global.
Sebaliknya, masyarakat dengan tingkat literasi rendah justru dapat menurunkan kualitas hidup, sosial, dan ekonomi suatu negara.
Budaya Literasi di Indonesia
Mengutip buku Indeks Aktivitas Membaca 34 Provinsi tulisan Kemdikbud (2019:79), data pada 2019 menunjukkan bahwa indeks Alibaca atau aktivitas literasi membaca tingkat nasional Indonesia masih tergolong rendah.
Sementara itu dalam tingkat provinsi, 9 provinsi tergolong rendah dan 1 provinsi sangat rendah. Artinya, kemampuan literasi Indonesia secara nasional dan internasional tak begitu tinggi.
Mengutip situs resmi Kominfo, riset World's Most Literate Nations Ranked pada 2016 juga menjelaskan bahwa Indonesia menduduki peringkat ke-60 dari 61 negara soal minat membaca. Indonesia berada di bawah Botswana (61) dan Thailand (59).
Upaya Meningkatkan Budaya Literasi di Indonesia
Ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk meningkatkan budaya literasi di Tanah Air, antara lain adalah:
Pemerintah
Meningkatkan bahan-bahan literasi di masyarakat atau sekolah.
Membiasakan budaya membaca di sekolah melalui Gerakan Literasi Sekolah (GLS).
Memaksimalkan pemerataan jaringan internet ke daerah pelosok.
Memperhatikan daerah dengan indeks literasi membaca yang paling rendah.
Swasta atau Dunia Usaha
Mendukung pemenuhan akses bahan-bahan literasi lewat dana tanggung jawab sosial perusahaan dengan membangun perpustakaan sekolah, umum, dan komunitas.
Menambahkan koleksi buku dan sarana literasi di perpustakaan umum, sekolah, atau komunitas.
Masyarakat
Menyelenggarakan aktivitas membaca rutin di tingkat keluarga.
Membuat perpustakaan mini di rumah.
Mendukung keberadaan komunitas literasi di lingkungan sekitar.
(GTT)
