Konjungsi Koordinatif: Pengertian, Jenis, dan Contohnya dalam Tata Bahasa

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam ilmu Bahasa Indonesia terdapat berbagai jenis konjungsi, salah satunya adalah konjungsi koordinatif. Konjungsi koordinatif adalah konjungsi yang menghubungkan dua kata, frasa, klausa, atau kalimat yang mempunyai makna sama atau sederajat.
Ada beberapa jenis konjungsi koordinatif, di antaranya konjungsi koordinatif penambahan, pendampingan, pemilihan, perlawanan, dan pertentangan. Beberapa jenis tersebut memiliki kegunaannya masing-masing dalam sebuah kalimat.
Jenis Konjungsi Koordinatif dan Contohnya
Konjungsi Koordinatif Penambahan
Ini adalah konjungsi yang memberikan makna penambahan atau pelengkap antara kata, frasa, klausa atau kalimat yang satu dengan yang lainnya. Contoh konjungsi koordinatif penambahan adalah “dan”.
Contoh kalimat:
Riko membeli sayur dan buah di pasar swalayan.
Rani mengerjakan tugas Kimia dan Matematika dalam dua jam.
Rina memasak nasi dan sayur di dapur.
Konjungsi Koordinatif Pendampingan
Ini adalah konjungsi yang memberikan makna pendamping antara kata, frasa, klausa atau kalimat yang satu dengan yang lainnya. Contoh konjungsi koordinatif pendampingan adalah “serta”.
Contoh Kalimat:
Aku serta adikku pergi ke sekolah bersama-sama naik sepeda.
Pemburu itu menembak seekor rusa serta anaknya di dalam hutan.
Polisi menemukan dua paket sabu serta alat hisapnya di TKP.
Konjungsi Koordinatif Pemilihan
Ini adalah konjungsi yang menjelaskan dua unsur gramatikal yang dihubungkan dengan konjungsi ini bersifat opsional atau pilihan yang bisa dipilih salah satu di antaranya. Contoh konjungsi koordinatif pemilihan adalah “atau”.
Contoh kalimat:
Rina bingung memilih boneka atau parfum sebagai hadiah untuk Riska.
Fani bingung mau pulang sendiri atau diantar temannya.
Ibu tidak tahu Reni memilih sate ayam atau sate kambing untuk dipesan.
Konjungsi Koordinatif Perlawanan
Ini adalah konjungsi yang menyatakan bahwa dua unsur gramatikal yang dihubungkan oleh konjungsi ini saling berlawanan satu sama lain. Contoh konjungsi koordinatif perlawanan adalah “tetapi” dan “melainkan”.
Contoh Kalimat:
Ia sudah dilarang oleh ibunya tetapi masih saja dilakukan.
Andi bukan anak yang nakal melainkan anak yang baik.
Reni sudah membuatnya kecewa tetapi ia tetap memaafkannya.
Konjungsi Koordinatif Pertentangan
Ini adalah konjungsi yang menyatakan bahwa salah satu unsur gramatikal bertentangan dengan usnur gramatikal lainnya. Contoh konjungsi koordinatif pertentangan adalah “padahal” dan “sedangkan”.
Contoh Kalimat:
Rani sangat mempercayai ramalan bintang padahal nasib sudah diatur oleh Tuhan.
Toni tetap masuk sekolah padahal ia sedang sakit.
Kiki tidak mau memaafkannya padahal ia sudah minta maaf.
(MSD)
