Konten dari Pengguna

Konsep Integrasi Nasional Secara Politis Mengandung Arti Apa?

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

ยทwaktu baca 1 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi integrasi nasional. Foto: iStock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi integrasi nasional. Foto: iStock

Indonesia diwarnai dengan berbagai macam suku, budaya, ras, hingga agama. Integrasi nasional menjadi salah satu cara untuk menyatukan berbagai keanekaragaman tersebut hingga mengatasnamakan Indonesia.

Mengutip buku Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Kelas X terbitan Kemendikbud, integrasi nasional mempunyai arti politis dan antropologis. Konsep integrasi nasional secara politis mengandung arti penyatuan berbagai kelompok sosial dan budaya dalam kesatuan wilayah nasional yang membentuk suatu identitas nasional.

Sementara secara antropologis, integrasi nasional berarti penyesuaian di antara unsur-unsur kebudayaan yang berbeda hingga mencapai suatu keserasian fungsi dalam kehidupan masyarakat.

Konsep integrasi nasional ini harus diterapkan dengan baik demi mempertahankan kelangsungan hidup berbangsa dan bernegara. Selain itu, integrasi nasional juga dibutuhkan untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa melalui empat pilar, yakni Pancasila, NKRI, Bhinneka Tunggal Ika, dan UUD 1945.

Agar integrasi nasional dapat diterapkan dengan baik, anggota masyarakat harus merasa bahwa mereka berhasil saling mengisi kebutuhan satu sama lain. Norma-norma dan nilai-nilai sosial juga dijadikan sebagai pedoman dan aturan baku dalam melangsungkan proses integrasi nasional.

Dalam hal ini, dibutuhkan kerja sama yang baik antara pemerintah dan masyarakat. Pemerintah harus bisa memimpin rakyatnya agar bisa menciptakan rasa persatuan dan kesatuan. Sementara rakyat harus mematuhi segala aturan dan norma yang berlaku, baik yang diatur oleh pemerintah maupun yang berkembang di kalangan masyarakat.

Faktor-faktor Pendorong Integrasi Nasional

Ilustrasi integrasi nasional. Foto: iStock

Integrasi nasional bisa terbentuk jika ada faktor-faktor pendorong sebagai berikut:

  • Adanya faktor sejarah yang menyebabkan timbul rasa senasib dan seperjuangan.

  • Adanya ideologi nasional yang tercermin dalam simbol negara, yaitu Garuda Pancasila dan semboyan Bhinneka Tunggal Ika.

  • Ada tekad dan keinginan untuk bersatu di kalangan bangsa Indonesia seperti yang diikrarkan dalam Sumpah Pemuda.

  • Ancaman dari luar menyebabkan munculnya semangat nasional bagi bangsa Indonesia.

  • Penggunaan bahasa Indonesia menjadi pemersatu bangsa.

  • Semangat persatuan dan kesatuan dalam bangsa, bahasa, dan tanah air Indonesia.

  • Adanya kepribadian dan pandangan hidup kebangsaan yang sama, yakni Pancasila.

  • Jiwa dan semangat gotong royong, solidaritas, dan toleransi keagamaan tumbuh dengan kuat di dalam hati.

  • Ada rasa senasib sepenanggungan akibat penderitaan penjajahan.

  • Adanya rasa cinta Tanah Air dan mencintai produk dalam negeri.

Faktor Penghambat Integrasi Nasional

Di sisi lain, ada beberapa faktor yang menghambat proses integrasi nasional, di antaranya:

  • Kurangnya penghargaan terhadap kemajemukan yang bersifat heterogen.

  • Kurangnya toleransi antargolongan.

  • Kurangnya kesadaran dari masyarakat Indonesia terhadap ancaman dan gangguan dari luar.

  • Adanya ketidakpuasan terhadap ketimpangan dan ketidakmerataan hasil-hasil pembangunan.

(ADS)