Konsep Panca Sradha bagi Umat Hindu untuk Memperoleh Kebahagiaan Hidup

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Hindu merupakan salah satu agama yang memiliki catatan panjang dalam sejarah Indonesia. Agama ini diperkirakan masuk ke Indonesia pada abad ke-4 Masehi yang dibawa langsung oleh pedagang asal Gujarat, India.
Agama Hindu dikenal dengan nama Hindu Dharma. Ajaran agamanya diwahyukan oleh Sang Hyang Widhi yang diturunkan kepada Maharsi untuk disampaikan kepada umat manusia.
Ada tiga kerangka dasar dalam ajaran agama Hindu yang harus dipenuhi, di antaranya tattwa, susila, dan upacara. Ketiga kerangka ini dibutuhkan untuk menciptakan kebahagiaan hidup di dunia dan sesudahnya.
Selain itu, ada pula landasan hidup umat Hindu yang dikenal dengan istilah Panca Sradha. Apakah itu? Untuk mengetahuinya, simak penjelasan berikut.
Konsep Panca Sradha
Mengutip buku Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti untuk SD Kelas VI oleh Dewa Artana, secara bahasa, Panca Sradha berasal dari kata ‘panca’ yang berarti lima dan ‘sradha’ yang berarti keyakinan. Maka, Panca Sradha adalah lima dasar keyakinan dalam ajaran Hindu.
Panca Sradha merupakan ide yang tersusun dalam ajaran Hindu dan diyakini umatnya hingga melekat dalam kehidupan mereka. Implementasi dari keyakinan ini dipraktikkan umat Hindu saat melaksanakan aktivitas sehari-hari.
Ni Made Yuliani dalam buku Makna Ketupat dalam Upacara Telung Bulan di Bali, menyebutkan ada lima poin utama dalam konsep Panca Sradha, yaitu widhi, atman, karmaphala, punarbawa, dan moksha. Berikut penjelasan lengkapnya:
1. Widhi Tattwa
Widhi Tattwa adalah keyakinan akan adanya Tuhan yang dapat diimplementasikan melalui sembah sujud dan ketaatan pada ajaran-Nya. Tidak lupa, umat Hindu juga selalu mengamalkan ajaran yang terkandung dalam kitab suci mereka.
Dengan keyakinan Widhi Tattwa, umat Hindu memiliki rasa yang bhakti pada kemahakuasaan Tuhan sebagi pencipta alam semesta. Sehingga, mereka pun senantiasa mensyukuri nikmat dan berkah yang diberikan kepadanya.
2. Atman Tattwa
Atman Tattwa adalah keyakinan umat tehadap atman, yaitu percikan kecil dari Brahman yang berada di dalam tubuh setiap makhluk. Menurut Ni Komang dalam buku Menyemai Benih Dharma Perspektif Multidisplin, atman adalah jiwa yang selalu menghidupkan manusia.
Atman dapat membuat makhluk menjadi hidup, memiliki kedinamisan dalam gerak, berkembang biak, serta aktif sesuai hukum yang mengikatnya. Jika tidak ada atman, maka unsur panca mahabutha yang melekat pada diri makhluk tersebut akan hancur lebur atau disebut mati.
3. Karmaphala Tattwa
Yaitu keyakinan pada Karmaphala yang merupakan hukum sebab akibat. Pada konsep ini, umat Hindu meyakini adanya karma dalam setiap perbuatan atau tingkah laku manusia.
Hukum karma ini menjadikan manusia dapat mengontrol dirinya untuk berbuat sesuai dengan aturan dan dharma. Sehingga, manusia pun tidak berani melanggar ajaran Hindu karena khawatir menerima akibatnya.
4. Punarbawa Tattwa
Purnabawa adalah keyakinan akan adanya peristiwa reinkarnasi pada manusia. Umat Hindu memiliki keyakinan bahwa setelah kematian akan ada kesempatan lahir kembali.
Proses reinkarnasi ini merupakan kesempatan untuk memperbaiki kehidupan sebelumnya di dunia. Adanya konsep punarbawa menjadikan umat Hindu enggan berbuat salah atau melanggar aturan yang tertuang dalam kitab suci mereka.
5. Moksha
Konsep Panca Sradha yang terakhir adalah Moksha, yaitu keyakinan akan bersatunya atman dengan Brahman. Konsep ini didasari oleh pemikiran umat Hindu yang menyayangkan sang atma harus berulangkali lahir kembali.
Mereka menganggap hal tersebut tidak memberikan kebahagian yang kekal abadi. Oleh karena itu, ada harapan umat untuk mendapatkan kebahagiaan yang kekal tersebut melalui konsep Moksha.
Konsep ini meyakini persatuan sang atma pada Brahman untuk meraih kehidupan yang kekal abadi. Untuk mewujudkannya, umat Hindu berlomba-lomba berbuat kebaikan dan mendekat kepada Sang Hyang Widhi.
(MSD)
Frequently Asked Question Section
Apa saja kerangka dasar umat Hindhu dalam menjalani agamanya?

Apa saja kerangka dasar umat Hindhu dalam menjalani agamanya?
Tattwa, susila, dan upacara.
Apa yang dimaksud dengan Panca Sradha?

Apa yang dimaksud dengan Panca Sradha?
Panca Sradha berasal dari kata ‘panca’ yang artinya lima dan ‘sradha’ yang artinya keyakinan. Jadi, Panca Sradha adalah lima dasar keyakinan dalam ajaran agama Hindu.
Apa yang dimaksud dengan Atman?

Apa yang dimaksud dengan Atman?
Atman adalah percikan kecil dari Brahman yang berada di dalam setiap makhluk hidup. Atman menjadi jiwa yang selalu menghidupkan manusia.
