Konsep Toleransi dalam Islam Berdasarkan Ayat Al Quran

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Toleransi berasal dari Bahasa Latin, 'tolerare' yang artinya sabar terhadap sesuatu. Secara istilah, toleransi adalah suatu sikap atau perilaku manusia yang mengikuti aturan, di mana seseorang dapat menghargai dan menghormati orang lain.
Islam adalah agama yang mengajarkan toleransi. Konsep toleransi dalam Islam dikenal sebagai tasamuh. Mengutip buku Jalan Menggapai Ridho Ilahi oleh Abdul Aziz Ajhari, tasamuh berasal dari bahasa Arab, 'samahah' yang artinya berlapang dada, toleransi. Kata tersebut juga merujuk pada kemurahan hati, pengampunan, kemudahan, dan perdamaian.
Secara etimologi, tasamuh adalah menoleransi atau menerima perkara secara ringan. Sedangkan menurut terminologi, tasamuh diartikan sebagai sikap menerima perbedaan dengan ringan hati.
Islam mengajarkan toleransi untuk mempersatukan umat. Lantas, bagaimanakah konsep toleransi dalam Islam berdasarkan ayat-ayat Al-Quran? Simak penjelasan berikut.
Konsep Toleransi dalam Islam
Mengutip buku Ahlussunnah Wal Jamaah Islam Wasathiyah, Tasamuh, Cinta Damai oleh A. Fatih Syuhud, konsep toleransi dalam Islam adalah untuk saling menghargai perbedaan yang ada, agar tidak terpecah belah. Dalam hal ini, Allah SWT berfirman sebagai berikut.
"Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk." (QS. Al-Imran: 103)
Allah SWT juga menegaskan bahwa perbedaan antar umat adalah atas kehendak-Nya. Maka dari itu, kita tidak boleh membenci perbedaan, melainkan harus menghargai dengan bersikap toleransi. Hal ini didasarkan atas firman Allah SWT berikut.
"Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling takwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal." (QS. Al-Hujurat: 13)
Umat Islam juga diajarkan untuk tidak mencampuri urusan umat agama lain, apalagi mengganggunya. Hal ini berdasarkan lafaz 'lakum dīnukum wa liya dīn' yang artinya 'untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku' (QS. Al-Kafirun: 6)
Surat Al-Kafirun ayat 6 di atas mewajibkan umat Muslim untuk memegang teguh pada prinsip yang menjauhkan mereka dari perdebatan duniawi. Tidak ada bentuk kompromi untuk mencampuradukkan ajaran agama. Ayat tersebut juga berisi seruan untuk menentang segala bentuk perbuatan selain ibadah kepada Allah SWT.
(AFM)
