Kontroversi Ha Young Terkait Kakek Buyut Pro-Jepang

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bintang film Korea Selatan, Ahn Ha young, tengah menjadi buah bibir warganet lantaran silsilah keluarganya yang kontroversial. Ironisnya, kontroversi ini terjadi saat aktris 33 tahun itu berada di puncak kariernya.
Karier akting Ha young bermula sejak 2019. Ia kerap tampil sebagai pemeran pendukung di beberapa serial populer, seperti The Trauma Code: Heroes on Call, Doona!, dan Teach You a Lesson.
Berkat kepiawaian dalam beradu akting, Ha young akhirnya mendapat kesempatan menjadi pemeran utama dalam serial Netflix berjudul Our Sticky Love. Sayangnya, di tengah kegiatan promosi serial ini, ia diterpa kontroversi.
Sebenarnya, ada apa dengan silsilah keluarga Ha young? Simak ulasan berikut ini untuk mengetahui fakta-fakta kontroversi Ha young.
Fakta Kontroversi Ha Young
Mengutip laman The Koran Herald, kontroversi ini bermula saat Ha young tampil dalam program variety show Korea, yakni Problem Child in House. Dalam acara tersebut, ia mendapat pertanyaan mengenai latar belakang keluarganya.
Ha young mengatakan bahwa buyutnya membuka sebuah klinik bergaya pengobatan Barat di Hanyang dan pernah merawat Kaisar Gojong. Ia juga mengungkapkan bahwa kakek, ayah, dan kakak perempuannya merupakan dokter. Ini berarti empat generasi keluarganya adalah seorang dokter.
Dalam siaran itu, Ha young tidak menyebutkan nama buyutnya, tetapi spekulasi di internet mulai mengarah kepada Ahn Sang-ho, seorang dokter selama masa penjajahan Jepang di Korea.
Buyut dari Ha young
Berdasarkan ucapan Ha young, warganet Korea Selatan kemudian mencari tahu lebih dalam terkait kehidupan Ahn Sang ho selama masa kolonial, khususnya keterlibatannya dalam Daejong Friendship Association.
Organisasi berorientasi bisnis tersebut didirikan pada 1916 dan dipimpin oleh Min Yeong gi yang dikenal sebagai kolaborator pro-Jepang.
Dalam organisasi tersebut, terdapat sejumlah tokoh yang memiliki hubungan dengan pemerintahan kolonial Jepang. Salah satunya Yi Wan yong yang menandatangani Perjanjian Eulsa 1905 dan Perjanjian Aneksasi Jepang-Korea 1910. Perjanjian ini secara resmi menempatkan Korea di bawah kekuasaan Jepang.
Pernyataan Agensi Bitus Entertainment
Pada tanggal 10 Agustus, agensi yang menaungi Ha young, Bistus Entertainment, membantah bahwa Ahn Sang-ho merupakan kolaborator pro-Jepang. Namun, keesokan harinya agensi mengeluarkan kembali pernyataan yang mengubah isi pernyataan sebelumnya.
Pernyataan terbaru mengonfirmasi catatan sejarah yang mengidentifikasi Ahn Sang ho, buyut Ha young, merupakan anggota dewan Daejoong Friendship Association. Agensi memberi pernyataan maaf karena telah mengeluarkan pernyataan sebelum melakukan verifikasi informasi secara tepat.
Adanya kontroversi ini memicu pembatalan wawancara pers yang seharusnya dilakukan oleh Ha young dengan lawan mainnya di serial Our Sticky Love, Jung Hae in. Hal ini menjadi hambatan dalam promosi global serial tersebut. Selain itu, beberapa kontrak iklan komersial Ha young yang bernilai jutaan juga menjadi terganggu.
Kejadian ini kemudian direspons dengan permintaan maaf dari Ha young di akun Instagram resminya. Ia mengunggah tulisan tangan yang mengungkapkan bahwa ia menyesal dan kecewa atas perbuatan buyutnya.
Ha young juga mengatakan akan merenungkan peristiwa ini agar lebih baik lagi kedepannya. Ia pun meminta maaf karena telah membawa cerita kelam ini kepada publik dan berjanji akan melakukan yang terbaik setelah ini.
Baca juga: 19 Drama Korea Ha Young dan Karakter yang Diperankan, Wajib Masuk Watchlist
(MFT)
