Konten dari Pengguna

Kultum Ramadhan Singkat 5 Menit untuk Meningkatkan Keimanan

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi kultum Ramadhan singkat 5 menit. Foto: aboodi vesakaran/Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi kultum Ramadhan singkat 5 menit. Foto: aboodi vesakaran/Unsplash

Ramadhan identik dengan kultum singkat untuk mengisi waktu menjelang berbuka puasa, selepas salat Tarawih, usai subuh, atau di berbagai kegiatan keagamaan. Tujuan kultum adalah mengajak umat Muslim berbuat kebaikan demi memperkuat keimanan selama bulan puasa.

Karena durasinya terbatas, penceramah perlu menyiapkan materi yang padat, terarah, dan mampu menyentuh hati jemaah dalam waktu singkat. Sebagai referensi, berikut adalah beberapa contoh kultum Ramadhan singkat 5 menit.

Contoh Kultum Ramadhan Singkat 5 Menit

Ilustrasi kultum Ramadhan singkat 5 menit. Foto: Masjid Pogung Raya/Unsplash

Dihimpun dari buku 30 Materi Ceramah Ramadhan oleh M. Indra Kurniawan, berikut beberapa contoh kultum Ramadhan singkat 5 menit:

1. Menyambut Ramadhan, Berlomba Meraih Ampunan

Kita diseru oleh Allah SWT untuk selalu berlomba meraih ampunan-Nya,

سَابِقُوْٓا اِلٰى مَغْفِرَةٍ مِّنْ رَّبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا كَعَرْضِ السَّمَاۤءِ وَالْاَرْضِۙ اُعِدَّتْ لِلَّذِيْنَ اٰمَنُوْا بِاللّٰهِ وَرُسُلِهٖۗ ذٰلِكَ فَضْلُ اللّٰهِ يُؤْتِيْهِ مَنْ يَّشَاۤءُۚ وَاللّٰهُ ذُو الْفَضْلِ الْعَظِيْمِ ۝٢١

"Berlomba-lombalah kamu untuk mendapatkan ampunan dari Tuhanmu dan surga yang luasnya seluas langit dan bumi, yang disediakan bagi orang-orang yang beriman kepada Allah dan rasul-rasul-Nya. Itulah karunia Allah, yang diberikan kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah mempunyai karunia yang besar." (QS. Al-Hadid, 57: 21)

Allah SWT selalu menyediakan waktu dan kesempatan bagi manusia agar berlomba meraih ampunan-Nya. Waktu dan kesempatan harian berupa ibadah shalat lima waktu; mingguan berupa ibadah shalat Jumat; tahunan berupa ibadah puasa Ramadhan, dan lain sebagainya.

Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,

الصَّلَوَاتُ الْخَمْسُ وَالْجُمُعَةُ إِلَى الْجُمُعَةِ وَرَمَضَانُ إِلَى رَمَضَانَ مُكَفِّرَاتٌ مَا بَيْنَهُنَّ إِذَا اجْتَنَبَ الْكَبَائِرَ

"Shalat lima waktu, shalat Jumat ke shalat Jumat berikutnya, dan puasa Ramadhan ke puasa Ramadhan berikutnya, menjadi penghapus (dosa-dosa) diantara waktu-waktu tersebut, jika dosa-dosa besar ditinggalkan." (HR. Muslim No. 233)

Bahkan di bulan Sya'ban yang lalu pun Allah sediakan waktu untuk mencurahkan maghfirah-Nya,

يَطَّلِعُ اللَّهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى عَلَى خَلْقِهِ لَيْلَةَ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ، فَيَغْفِرُ لَهُمْ كُلِّهِمْ إِلَّا لِمُشْرِكَ أَوْ مُشَاحِنٍ

"Allah Ta'ala menampakkan diri-Nya kepada hamba-Nya pada malam nishfu sya'ban, maka Dia mengampuni mereka seluruhnya, kecuali orang yang musyrik atau pendengki." (As Silsilah Ash Shahihah, 3/135, No. 1144)

Nanti pasca Ramadhan dan Syawal, Allah SWT sediakan pula ibadah haji. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ حَجَّ فَلَمْ يَرْفُثْ وَلَمْ يَفْسُقُ غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

"Barangsiapa yang berhaji, lalu dia tidak berbuat rafats (menghamburkan syahwat), tidak berbuat fasik, niscaya akan diampuni bagi dosa-dosanya yang lalu." (HR. At Tirmidzi No. 808)

Ringkasnya, seluruh momen ibadah, hakikatnya adalah kesempatan bagi kita untuk meraih maghfirah dari Allah SWT.

Oleh karena itu, momen istimewa bulan Ramadhan ini pun harus kita manfaatkan dengan sebaik-baiknya, agar Allah SWT berkenan mengampuni dosa-dosa kita.

2. Keutamaan Bulan Ramadhan

Pertama, Bulan diturunkannya Al Quran Allah Ta’ala berfirman,

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ

"(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil)…," (Al Baqarah, 2: 185)

Kedua, Terdapat Lailatul Qadar (malam kemuliaan) Allah Ta'ala berfirman,

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ

"Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada malam kemuliaan, dan tahukah kamu Apakah malam kemuliaan itu? malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan." (Al Qadr, 97: 1-3)

Ketiga, dibuka pintu surga, dibuka pinta rahmat, ditutup pintu neraka, dan syetan dibelenggu. Dari Abu Hurairah radhiallahu 'anhu bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

إِذَا جَاءَ رَمَضَانَ فُتِحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ وَغُلِقَتْ أَبْوَابُ النَّارِ وَصُفِّدَتْ الشَّيَاطِينِ

"Jika datang Ramadhan, maka dibukalah pintu-pintu surga, ditutup pintu-pintu neraka dan syetan dibelenggu." (HR. Muslim No. 1079)

Dalam hadits lain:

إِذَا كَانَ رَمَضَانُ فُتِحَتْ أَبْوَابُ الرَّحْمَةِ وَغُلِقَتْ أَبْوَابُ جَهَنَّمَ وَسُلْسِلَتْ الشَّيَاطِينُ

"Jika bulan Ramadhan maka dibukalah pintu-pintu rahmat, ditutup pintu-pintu neraka dan syetan dirantai." (HR. Muslim No. 1079)

3. Ibadah Puasa: Barometer Keimanan

Seruan perintah berpuasa ditujukan kepada orang-orang yang beriman:

يَأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَ

"Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertakwa…" (QS. 2: 183)

Orang-orang yang memiliki iman pasti akan menyambut seruan ini, sedangkan orang yang tidak memiliki iman pasti akan mengabaikannya.

Ibadah puasa bukti komitmen keislaman:

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بُنِيَ الْإِسْلَامُ عَلَى خَمْسٍ شَهَادَةِ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ وَإِقَامِ الصَّلَاةِ وَإِيتَاءِ الزَّكَاةِ وَالْحَقِّ وَصَوْمِ رَمَضَانَ

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Islam dibangun di atas lima (pilar): Bersaksi tidak ada tuhan selain Allah dan bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah, menegakkan shalat, membayar zakat, haji, dan puasa Ramadhan." (HR. Al-Bukhari)

Salah satu pilar tegaknya keislaman seseorang adalah dengan berpuasa. Tidak dianggap sebagai seorang muslim yang sebenarnya jika tidak melaksanakan ibadah puasa Ramadhan.

Baca Juga: 8 Atribut Pawai Ramadhan Anak SD Sebagai Referensi

(NSF)