Kumpulan Dalil tentang Akhlak untuk Diteladani Umat Muslim

Berita Hari Ini
Menyajikan informasi terkini, terbaru dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle dan masih banyak lagi.
Konten dari Pengguna
13 Desember 2021 15:58 WIB
·
waktu baca 4 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Ilustrasi dalil tentang akhlak dalam Alquran. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi dalil tentang akhlak dalam Alquran. Foto: Pixabay
ADVERTISEMENT
Islam mengajarkan umatnya untuk mempraktikan akhlak mulia dalam kehidupan sehari-hari. Ajaran ini tertuang dalam berbagai dalil tentang akhlak baik berupa ayat Alquran maupun potongan hadits.
ADVERTISEMENT
Pentingnya akhlak sebagi pedoman hidup umat Muslim selaras dengan misi agama Islam. Menurut buku Akidah dan Akhlak untuk Kelas IX MA karangan Taofik Yusmansyah (2016: 56), misi agama Islam adalah menyempurnakan akhlak umat manusia. Hal ini tergambar dalam sabda Rasulullah SAW:
إِنَّمَا بُعِثْتُ لأُتَمِّمَ مَكَارِمَ الأَخْلاقِ
Artinya: "Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan kemuliaan akhlak" (H.R. Baihaqi).
Agar menjadi manusia yang berakhlak mulia, umat Muslim harus berpedoman kepada akhlak Rasulullah SAW, yaitu suri teladan bagi seluruh umat Muslim di dunia. Keluhuran akhlak baginda Nabi Muhammad SAW ini banyak disebutkan dalam Alquran dan hadits.
Selain itu, akhlak bisa menjadi salah satu pembeda manusia dengan makhluk lain. Oleh sebab itu, manusia yang tidak berakhlak derajatnya bisa lebih rendah daripada binatang. Dalam Alquran, Allah SWT berfirman:
ADVERTISEMENT
لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِيْ رَسُوْلِ اللّٰهِ اُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَنْ كَانَ يَرْجُوا اللّٰهَ وَالْيَوْمَ الْاٰخِرَ وَذَكَرَ اللّٰهَ كَثِيْرًاۗ
Artinya: Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah. (QS. Al Ahzab ayat 21).
Merujuk pada buku Bulughul Maram dan Dalil-Dalil Hukum: Panduan Hidup sesuai Tuntunan Rasulullah SAW milik Ibnu Hajar al-Asqalani (2020: 34), dalil tentang akhlak tertera dalam banyak ayat Alquran dan hadits, di antaranya adalah sebagai berikut.
Ilustrasi dalil tentang akhlak dalam Alquran. Foto: Pixabay

Dalil tentang Akhlak

1. Surat Al A’raf Ayat 199
خُذِ ٱلْعَفْوَ وَأْمُرْ بِٱلْعُرْفِ وَأَعْرِضْ عَنِ ٱلْجَٰهِلِينَ
Latin: "Khużil-'afwa wa`mur bil-'urfi wa a'riḍ 'anil-jāhilīn."
Artinya: "Jadilah pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang makruf, serta jangan pedulikan orang-orang yang bodoh," (QS. Al A’raf ayat 199).
ADVERTISEMENT
2. Surat Al Baqarah ayat 152-153
فَاذْكُرُونِي أَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوا لِي وَلَا تَكْفُرُونِ
Latin: "Fażkurụnī ażkurkum wasykurụ lī wa lā takfuruun."
Artinya: "Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku," (QS. Al-Baqarah ayat 152).
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱسْتَعِينُوا۟ بِٱلصَّبْرِ وَٱلصَّلَوٰةِ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ مَعَ ٱلصَّٰبِرِينَ
Latin: "Yā ayyuhallażīna āmanusta'īnụ biṣ-ṣabri waṣ-ṣalāh, innallāha ma'aṣ-ṣābirīn."
Artinya: "Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar," (QS. Al-Baqarah ayat 153).
3. Surat Al Anbiya ayat 83
وَأَيُّوبَ إِذْ نَادَىٰ رَبَّهُ أَنِّي مَسَّنِيَ الضُّرُّ وَأَنْتَ أَرْحَمُ الرَّاحِمِينَ
Latin: "Wa-ai-yuuba idz naada rabbahu annii massaniyadh-dhurru wa-anta arhamurraahimiin(a)."
Artinya: "Dan (ingatlah kisah) Ayub, ketika ia menyeru Tuhannya: '(Ya Tuhanku), sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Tuhan Yang Maha Penyayang di antara semua penyayang'," (QS. Al-Anbiya ayat 83).
ADVERTISEMENT
4. Surat Yusuf ayat 87
يَا بَنِيَّ اذْهَبُوا فَتَحَسَّسُوا مِنْ يُوسُفَ وَأَخِيهِ وَلَا تَيْأَسُوا مِنْ رَوْحِ اللَّهِ ۖ إِنَّهُ لَا يَيْأَسُ مِنْ رَوْحِ اللَّهِ إِلَّا الْقَوْمُ الْكَافِرُونَ
Latin: "Yā baniyyaż-habụ fa taḥassasụ miy yụsufa wa akhīhi wa lā tai`asụ mir rauḥillāh, innahụ lā yai`asu mir rauḥillāhi illal-qaumul-kāfiruun."
Artinya: "Hai anak-anakku, pergilah kamu, maka carilah berita tentang Yusuf dan saudaranya dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir," (QS. Yusuf ayat 87).
Ilustrasi dalil tentang akhlak dalam Alquran. Foto: Pixabay
5. Hadits tentang Akhlak Islami
قال رسولُ اللهِ -صلى الله عليه وسلم- : “إِنَّ لِكُلِّ دِيْنِ خُلُقًا وَخُلُقُ الإسلامَ الْحَيَاءُ
Dari Anas bin Malik RA, Rasulullah SAW bersabd: “Sesungguhnya setiap agama memiliki akhlak, dan akhlak Islami adalah rasa malu,” (HR Ibnu Majah).
ADVERTISEMENT
6. Hadits tentang Akhlak Jaminan Rasulullah SAW
أَنَا زَعِيمٌ بِبَيْتٍ فِي رَبَضِ الْجَنَّةِ لِمَنْ تَرَكَ الْمِرَاءَ وَإِنْ كَانَ مُحِقًّا وَبِبَيْتٍ فِي وَسَطِ الْجَنَّةِ لِمَنْ تَرَكَ الْكَذِبَ وَإِنْ كَانَ مَازِحًا وَبِبَيْتٍ فِي أَعْلَى الْجَنَّةِ لِمَنْ حَسَّنَ خُلُقَهُ
Artinya: “Aku adalah penjamin sebuah rumah di sekitar taman (Surga) bagi seseorang yang meninggalkan perdebatan walaupun ia benar, penjamin rumah di tengah Surga bagi orang yang meninggalkan dusta walaupun ia bercanda, juga menjadi penjamin sebuah rumah di Surga paling atas bagi orang yang memiliki akhlak yang baik,” (HR Abu Dawud).
7. Hadits tentang Akhlak dan Derajat Orang Beriman
عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ سَمِعْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ إِنَّ الْمُؤْمِنَ يُدْرِكُ بِحُسْنِ خُلُقِهِ دَرَجَاتِ قَائِمِ اللَّيْلِ صَائِمِ النَّهَارِ
ADVERTISEMENT
Aisyah RA berkata: “Aku mendengar Nabi SAW berkata, ‘Sungguh orang-orang yang beriman dengan akhlak baik mereka bisa mencapai (menyamai) derajat mereka yang menghabiskan seluruh malamnya dalam shalat dan seluruh siangnya dengan berpuasa,” (HR Ahmad).
8. Hadits tentang Akhlak terhadap Sesama Muslim
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الْمُسْلِمُ مَنْ سَلِمَ الْمُسْلِمُونَ مِنْ لِسَانِهِ وَيَدِهِ وَالْمُهَاجِرُ مَنْ هَجَرَ مَا نَهَى اللَّهُ عَنْهُ
Artinya: “Orang muslim yang baik adalah yang muslim lainnya aman dari gangguan ucapan dan tangannya, dan orang yang hijrah (termasuk kelompok muhajirin) adalah yang meninggalkan apa-apa yang dilarang Allah,” (HR Bukhari).
(VIO)