Konten dari Pengguna

Kumpulan Hadist Larangan Marah Agar Jadi Manusia yang Sabar

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi marah. Foto: Freepik
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi marah. Foto: Freepik

Marah adalah perasaan yang lazim dimiliki manusia. Ada banyak hal yang bisa membuat manusia tidak mampu mengontrol emosinya hingga berujung pada kemarahan.

Marah juga merupakan salah satu senjata setan untuk membinasakan manusia. Dengan cara ini, setan akan lebih mudah mengendalikan manusia untuk berbuat hal buruk. Ketika seseorang marah, ia bisa dengan mudah mencaci maki, mengucapkan kalimat buruk, bercerai, bahkan saling membunuh.

Marah adalah luapan emosi yang sangat dibenci Allah SWT dan Rasulullah SAW. Karenanya, jauh lebih baik jika manusia bisa menahan amarah, apalagi hanya karena mengikuti hawa nafsu yang ujung-ujungnya tidak membawa manfaat apapun bagi diri sendiri maupun orang lain.

Nabi Muhammad SAW pun telah memberi perhatian pada larangan marah, seperti tertulis dalam beberapa hadist. Berikut penjelasan selengkapnya.

Ilustrasi marah. Foto: Unsplash

Hadist Larangan Marah

Hadits larangan marah ini sifatnya adalah dalil perintah (‘amr). Ada beberapa hadits yang umumnya dibacakan sebagai peringatan untuk menahan marah.

Hadits pertama dari Abu Hurairah رضي الله عنه‎‎, ia berkata:

لَيْسَ الشَّدِيدُ بِالصُّرَعَةِ، إِنَّمَا الشَّدِيدُ الَّذِي يَمْلِكُ نَفْسَهُ عِنْدَ الْغَضَبِ

"Laysas syadiid bis shura’ati, innamas syadiidul ladzii yamliku nafsahu ‘indal ghadab."

Artinya: "Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda: ‘Orang kuat itu bukanlah orang yang jago bergulat. Akan tetapi orang kuat adalah orang yang dapat menahan dirinya ketika marah.’ - Muttafaq ‘Alaih: Hadits Shahih Al-Bukhari nomor 6114 dan Muslim nomor 2609."

Hadits kedua diriwayatkan Bukhari yang berbunyi:

عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَجُلًا قَالَ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : أَوْصِنِيْ ، قَالَ : (( لَا تَغْضَبْ )). فَرَدَّدَ مِرَارًا ؛ قَالَ : (( لَا تَغْضَبْ )). رَوَاهُ الْبُخَارِيُّ

Artinya: "Dari Abu Hurairah ‎رضي الله عنه‎‎ bahwa ada seorang laki-laki berkata kepada Nabi ‎Muhammad SAW : “Berilah aku wasiat”. Beliau menjawab, “Engkau jangan marah!” Orang itu mengulangi permintaannya berulang-ulang, kemudian Nabi ‎صلى الله عليه وسلم bersabda: “La Tagh-Dhob; Jangan marah!"-H.R. Bukhari.

Maksud “jangan marah” di sini memiliki dua makna yang perlu diketahui umat Muslim, yaitu:

  • Menahan diri ketika ada sebab yang membuatnya marah, sampai akhirnya menjadi tidak marah lagi.

  • Jangan sampai melakukan kelanjutan dari marah. Jika ada yang mau marah hingga mau mentalak istrinya, maka seseorang perlu mengingatkan dengan berkata, “Bersabarlah, tahanlah diri terlebih dahulu.”

Hadist ketiga, Rasulullah SAW menjelaskan tentang keutamaan orang yang dapat menahan amarahnya. Beliau bersabda:

مَنْ كَظَمَ غَيْظًا وَهُوَ قَادِرٌ عَلَى أَنْ يُنْفِذَهُ دَعَاهُ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ عَلَى رُؤُوْسِ الْخَلاَئِقِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حَتَّى يُخَيِّرَهُ اللهُ مِنَ الْحُوْرِ الْعِيْنِ مَا شَاءَ

Artinya: "Barangsiapa menahan amarah padahal ia mampu melakukannya, pada hari Kiamat Allah k akan memanggilnya di hadapan seluruh makhluk, kemudian Allah menyuruhnya untuk memilih bidadari yang ia sukai."

Rasulullah SAW juga bersabda kepada seorang sahabatnya tentang keutamaan menahan amarah adalah memperoleh surga. Beliau bersabda:

لاَ تَغْضَبْ وَلَكَ الْجَنَّةُ

Artinya: "Jangan kamu marah, maka kamu akan masuk Surga."

Larangan marah pun menjadi sebuah wasiat Rasulullah SAW yang wajib disampaikan kepada umatnya. Itu karena marah memiliki dampak buruk yang sangat besar.

(VIO)