News
·
8 Januari 2021 17:04

Kumpulan Hadist tentang Bersyukur yang Perlu Dipelajari Umat Muslim

Konten ini diproduksi oleh Berita Hari Ini
Kumpulan Hadist tentang Bersyukur yang Perlu Dipelajari Umat Muslim (7613)
searchPerbesar
Bersyukur. Foto: Freepik
Banyak hadist yang menerangkan soal perintah untuk bersyukur. Ini menunjukkan bahwa betapa pentingnya setiap Muslim untuk selalu bersyukur atas segala nikmat pemberian Allah SWT yang tak terhingga jumlahnya.
ADVERTISEMENT
Allah SWT juga menjanjikan bahwa dengan memperbanyak sikap bersyukur, maka nikmat kita akan dilipatgandakan. Selain sebuah kewajiban, bersyukur juga memiliki keutamaan yang besar bagi manusia.
Jangan sampai kita menjadi manusia yang kufur, enggan menyadari, atau bahkan mengingkari bahwa nikmat yang didapatkan berasal dari Allah SWT.
Banyak manusia yang lupa untuk mensyukuri pemberian Allah SWT. Mereka mengira semua kenikmatan dunia itu adalah jerih payah mereka. Padahal kenikmatan itu semua tidak lepas dari campur tangan Allah SWT.
Dengan mempelajari hadist tentang bersyukur, diharapkan kita sebagai seorang Muslim mampu mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Kumpulan Hadist tentang Bersyukur yang Perlu Dipelajari Umat Muslim (7614)
searchPerbesar
Bersyukur. Foto: Freepik

Hadits tentang Bersyukur

Berikut kumpulan hadist tentang bersyukur yang bisa dipelajari umat Muslim agar selalu mengucap rasa syukur atas nikmat yang telah diberikan kepada Allah SWT selama hidup di dunia.
ADVERTISEMENT
Hadits Riwayat Bukhari
عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ الَّلهُ عَنْهُمَا قَالَ: قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى الَّلهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: نِعْمَتَانِ مَغْبُوْنٌ فِيْهِمَا كَشِيْرٌ مِنْ النَّاَسِ الصِّحَّةُ وَاْلفَرَاغُ
Artinya: “Dari Ibnu Abbas, dia berkata : Nabi SAW bersabda : “Dua kenikmatan, kebanyakan manusia tertipu pada keduanya, yaitu kesehatan dan waktu." [HR Bukhari].
الطَّاعِمُ الشَّاكِرُ بِمَنْزِلَةِ الصَّائِمُ الصَّابِرِ
Artinya: "Orang makan yang bersyukur adalah sederajat dengan orang bershaum yang sabar." [HR. Bukhari, Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Ibnu Hibban].
Hadits Riwayat Tabrani
(قَا اللهُ تَعَالىَ : يَاابْنَ اَدَمَ, اِنَّكَ مَاذَكَرْتَنِى شَكَرْتَنِى, وَاِذَامَانَسِيْتَنِى كَفَرْتَنِى (رواه الطبرانى عن ابى هريرة
Artinya: “Allah berfirman dalam hadits qudsi-Nya: “wahai anak Adam, bahwa selama engkau mengingat Aku, berarti engkau mensyukuri Aku, dan apabila engkau melupakan Aku, berarti engkau telah mendurhakai Aku!” [H.R Thabrani].
Kumpulan Hadist tentang Bersyukur yang Perlu Dipelajari Umat Muslim (7615)
searchPerbesar
Ilustrasi. Foto: Unsplash
Hadits Riwayat Ahmad dan Baihaqi
ADVERTISEMENT
وَمَنْ لاَيَشْكُرِ النَّاسَ لاَيَشْكُرِ اللهَ
Artinya: “Barang siapa yang tidak bersyukur kepada manusia, berarti ia tidak bersyukur kepada Allah." [H.R Ahmad dan Baihaqi].
Hadits Riwayat Ibnu Majah
كن وَرِعًا تكن أعبدَ الناسِ ، و كن قنِعًا تكن أشْكَرَ الناسِ
Artinya: “Jadilah orang yang wara’, maka engkau akan menjadi hamba yang paling berbakti. Jadilah orang yang qana’ah, maka engkau akan menjadi hamba yang paling bersyukur.” [HR. Ibnu Majah no. 3417, dishahihkan Al Albani dalam Shahih Ibni Majah].
Hadits Riwayat Muslim
عَجَبًا لِأَمْرِ الْمُؤْمِنِ إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ خَيْرٌ، وَلَيْسَ ذَاكَ لِأَحَدٍ إِلَّا لِلْمُؤْمِنِ؛ إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ، وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ
Artinya: “Seorang mukmin itu sungguh menakjubkan, karena setiap perkaranya itu baik. Namun tidak akan terjadi demikian kecuali pada seorang mu’min sejati. Jika ia mendapat kesenangan, ia bersyukur, dan itu baik baginya. Jika ia tertimpa kesusahan, ia bersabar, dan itu baik baginya.” [HR. Muslim no.7692].
ADVERTISEMENT
مُطِرَ النَّاسُ على عهدِ النَّبيِّ صلَّى اللَّهُ عليهِ وسلَّمَ فقالَ النَّبيُّ صلَّى اللَّهُ عليهِ وسلَّمَ أصبحَ منَ النَّاسِ شاكرٌ ومنهم كافرٌ قالوا هذهِ رحمةُ اللَّهِ وقالَ بعضُهم لقد صدقَ نوءُ كذا وكذا
Artinya: “Ketika itu hujan turun di masa Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam, lalu Nabi bersabda, ‘Atas hujan ini, ada manusia yang bersyukur dan ada yang kufur nikmat. Orang yang bersyukur berkata, ‘Inilah rahmat Allah.’ Orang yang kufur nikmat berkata, ‘Oh pantas saja tadi ada tanda begini dan begitu."[HR. Muslim no.73].
(VIO)