Kumpulan Hadits Kasih Sayang Berdasarkan Sabda Rasulullah SAW

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 1 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Islam selalu mengajarkan umatnya untuk selalu menunjukkan kasih sayang kepada siapa pun. Sebab, Islam merupakan ajaran hidup yang diturunkan langsung oleh Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
Mengutip buku Quran Hadist oleh Muhaemin, meski Allah hanya memberikan sebagian kecil kasih sayang-Nya di dunia, namun semua makhluk dapat ikut merasakannya. Bahkan, mereka yang membangkang pun mendapat kasih sayang Allah. Hal tersebut dijelaskan dalam hadist berikut:
Dari Said bin Musayyab, sesungguhnya Abi Hurairah r.a. berkata, "Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda: ‘Allah SWT memiliki 100 rahmat (kasih sayang). Dia menahan 99 kasih sayang di sisinya dan memberikannya kepada seluruh makhluk darinya satu kasih sayang. Barang siapa yang menerima kasih sayang tersebut (dari satu bagian) maka dia akan saling menyayangi di antara makhluk sehingga seekor kuda pun akan mengangkat kaki dari anaknya karena takut membuat (anaknya) terluka.’” (HR. Bukhari).
Dalam ajaran Islam, kasih sayang tidak hanya ditujukan kepada orang-orang tertentu, tetapi juga kepada seluruh makhluk ciptaan-Nya. Dengan kasih sayang, akan tercipta kepedulian, kedamaian, dan rasa empati kepada seluruh makhluk Allah.
Selain hadits di atas, berikut ini beberapa hadits tentang kasih sayang lainnya berdasarkan sabda Rasulullah, seperti dikutip dari buku Islam Agama Kasih Sayang oleh Abdillah Mubarak Nurin.
Hadits Kasih Sayang
Diriwayatkan dari Abu Hamzah dari Anas bin Malik, “Rasulullah SAW bersabda: ‘Tidak beriman salah seorang di antara kamu hingga dia mencintai untuk saudaranya apa yang dia cintai untuk dirinya sendiri.’” (HR. Bukhari dan Muslim)
Diriwayatkan dari Abu Musa Al Asy’ari r.a, “Nabi Muhammad SAW bersabda: ‘Orang mukmin itu bagi mukmin lainnya seperti bangunan, sebagiannya menguatkan sebagian yang lain.’” (HR. Imam Bukhari, Muslim, dan An Nasa’i.)
Diriwayatkan dari Abi Ayub al-Anshariy: “Sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda: ‘Tidak halal seorang muslim mendiamkan saudaranya lebih dari tiga malam di mana keduanya bertemu lalu yang ini berpaling dan yang itu berpaling. Yang terbaik di antara keduanya ialah orang yang memulai mengucapkan salam.’” (HR. Muslim, Hadits No. 2560).
Diriwayatkan dari Abdullah bin Umar, sesungguhnya Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: “Tidak halal bagi seorang mukmin mendiamkan saudaranya melebihi tiga hari’.” (HR. Muslim, Hadits No. 2561).
Diriwayatkan dari Abu Hurairah, ia berkata, “Rasulullah shollallahu alaihi wasallam bersabda: ‘Janganlah kalian saling mendengki, saling menipu, saling membenci, saling menjauhi dan janganlah membeli barang yang sedang ditawar orang lain. Dan jadilah kamu sekalian hamba-hamba Allah yang bersaudara. Seorang muslim itu saudara bagi muslim yang lain, maka tidak boleh menzhaliminya, menelantarkannya, mendustainya dan menghinakannya. Taqwa itu ada di sini (seraya menunjuk dada beliau tiga kali). Seseorang telah dikatakan berbuat jahat jika ia menghina saudaranya sesama muslim. Setiap muslim haram darahnya bagi muslim yang lain, demikian juga harta dan kehormatannya.’” (HR. Muslim, Arba’în al-Nawawiy, Hadits No.35).
(NDA)
