Kumpulan Hadits tentang Dakwah yang Perlu Diketahui Umat Muslim

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Berdakwah adalah salah satu amalan yang dipuji Allah SWT. Dakwah merupakan suatu proses mengajak orang lain untuk mengamalkan ajaran agama dengan sadar agar bisa meraih kebahagiaan di dunia dan akhirat.
Secara etimologi, dakwah berasal dari bahasa Arab yang berarti seruan, panggilan, undangan atau doa. Mawardi MS dalam buku Sosiologi Dakwah Kajian Teori Sosiologi, Al-Quran dan Al-Hadits menjelaskan, dakwah berarti memanggil, menyeru, menegaskan, atau membela sesuatu perbuatan untuk mengajak manusia memohon dan meminta kepada Tuhan yang Maha Esa.
Berdakwah juga menjadi salah satu identitas seorang Muslim. Hal ini sebagaimana firman Allah dalam surat Al Imran ayat 110 yang artinya:
“Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya ahli kitab yang beriman, tentulah lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik.”
Dalam berdakwah, setiap Musim tentu harus meneladani etika Rasulullah SAW saat melakukannya. Sebab, dakwah Rasulullah adalah dakwah yang paling sukses dalam sejarah Islam.
Hanya dalam kurun waktu 23 tahun, Rasulullah berhasil mengubah tatanan masyarakat Arab, dari yang awalnya Jahiliyyah menjadi masyarakat yang memiliki peradaban berdasarkan nilai-nilai ajaran Islam. Kesuksesan Rasulullah dalam berdakwah juga dapat dilihat dalam beberapa riwayat hadits.
Hadits tentang Dakwah
Berikut ini adalah hadits-hadits tentang metode dakwah Rasulullah dalam menyerukan ajaran Islam kepada masyarakat yang dikutip dari buku 42 Hadits Metode Dakwah Nabi oleh Muhammad Nur Faqih:
Mengikhlaskan Niat dalam berdakwah
Dari umar bin Khattab ra berkata, Rasulullah SAW bersabda:
“Segala sesuatu bergantung pada niat dan setiap orang mendapatkan apa yang ia niatkan. Barang siapa yang hijrah untuk Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya tersebut untuk Allah dan Rasul-Nya. Dan barang siapa yang hijrah untuk dunia atau wanita yang ingin ia nikahi, maka hijrahnya untuk hal tersebut.” (HR. Bukhari 54 dan Muslim 1907)
Menghindari Kesyirikan
Dari Abu Hurairah ra, Rasulullah Shallahu alaihim wasallam bersabda:
“Allah tabaraaka wata’ala mengatakan: Barangsiapa yang beramal dan dalam amalnya menyekutukan Aku dengan selain-Ku maka Aku tinggalkan ia bersama kesyirikannya. Sungguh Aku tidak butuh terhadap orang-orang musyrik terhadap kesyirikannya.” (HR. Muslim 2985 dan Ahmad 7999)
Menggunakan Tauhid sebagai Materi Dakwah yang Utama
Dari Abdullah bin Abbad ra, berliau menuturkan, tatkala Rasulullah hendak mengutus Mu’adz bin Jabal ra ke Yaman, ia berpesan:
“Sungguh kau akan menghadapi penduduk ahli kitab. Hendaknya yang pertama kali kau berikan adalah ajakan untuk mentauhidkan Allah. Jika mereka sudah memahami hal tersebut, perintahkanlah kewajiban sholat lima kali dalam sehari semalam. Jika mereka sudah sholat, ajaklah mereka untuk membayar zakat dari harta-harta orang kaya di antara mereka untuk diberikan kepada orang miskin. Jika mereka setuju, ambilah harta mereka dan berhati-hatilah dari harta yang mereka miliki.” (HR. Bukhari 1458 dan Muslim 19)
(IPT)
