Kumpulan Hadits tentang Kejujuran dan Keutamaanya bagi Umat Muslim

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Allah SWT memerintahkan seluruh hamba-Nya untuk menjunjung tinggi kejujuran setiap saat. Perintah tersebut tidak hanya tertulis dalam ayat suci Alquran, tetapi juga dalam banyak hadits tentang kejujuran dari Rasulullah SAW.
Kejujuran adalah sifat yang wajib dimiliki setiap orang. Dengan kejujuran, seseorang akan lebih mudah mendapat kepercayaan dari orang lain. Selain itu, sifat jujur akan membawa seseorang pada kebaikan dan keberuntungan.
Dalam surat Al Ahzab ayat 35 dijelaskan, umat Muslim yang berperilaku jujur akan memperoleh pahala yang sangat besar. Ayat tersebut berbunyi:
“Sungguh, laki-laki dan perempuan muslim, laki-laki dan perempuan mukmin, laki-laki dan perempuan yang tetap dalam ketaatannya, laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyuk, laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar.” (QS. Al Ahzab ayat 35).
Mengingat pentingnya sebuah kejujuran, dalam beberapa hadits nabi telah disebutkan tentang keutamaan sifat jujur. Bertikut beberapa hadits tentang kejujuran yang bisa direnungkan.
Hadits tentang Kejujuran
Merangkum dalam buku 42 Hadits Metode Dakwah Nabi: Hadits dan Penjelasan karya Muhammad Nur Faqih, berikut uraian hadits tentang kejujuran yang bisa menjadi bahan renungan umat Muslim.
1. Kejujuran membawa kebaikan
عَلَـيْكُمْ بِـالصِّدْقِ فَاِنَّ الصِّدْقَ يَـهْدِى اِلىَ اْلبِرِّ وَ اْلبِرُّ يَـهْدِى اِلىَ اْلجَنَّةِ. وَ مَا يَزَالُ الـرَّجُلُ يَصْدُقُ وَ يَـتَحَرَّى الصِّدْقَ حَتَّى يُكْـتَبَ عِنْدَ اللهِ صِدِّيـْقًا. وَ اِيـَّاكُمْ وَ اْلكَذِبَ فَاِنَّ اْلكَذِبَ يَـهْدِى اِلىَ اْلفُجُوْرِ وَ اْلفُجُوْرُ يَـهْدِى اِلىَ النَّارِ. وَ مَا يَزَالُ اْلعَبْدُ يَكْذِبُ وَ يَـتَحَرَّى اْلكَذِبَ حَتَّى يُكْـتَبَ عِنْدَ اللهِ كَـذَّابـًا
Artinya: “Dari Abdullah bin Mas’ud dari Rasulullah SAW bersabda; sesungguhnya kejujuran itu membawa pada kebaikan dan kebaikan itu membawa (pelakunya) ke surga dan orang yang membiasakan dirinya berkata benar(jujur) sehingga ia tercatat disisi Allah sebagai orang yang benar, sesungguhnya dusta itu membawa pada keburukan (kemaksiatan) dan keburukan itu membawa ke neraka dan orang yang membiasakan dirinya berdusta sehingga ia tercatat disisi Allah sebagai pendusta.”
2. Jaminan keberuntungan bagi orang yang jujur
Orang yang menegakkan kejujuran akan masuk golongan sebagai Ash-Shiddiq atau orang jujur di sisi Allah. Betapa beruntungnya bisa masuk ke dalam golongan ini sesuai dengan sabda Rasulullah SAW yang berbunyi:
اِضْمَنُوْا لىِ سِتًّا مِنْ اَنـْفُسِكُمْ، اَضْمَنْ لَكُمُ اْلجَنَّةَ. اُصْدُقُوْا اِذَا حَدَّثْـتُمْ، وَ اَوْفُوْا اِذَا وَعَدْتُمْ، وَ اَدُّوْا اِذَا ائْـتُمِنْـتُمْ، وَ احْفَظُوْا فُرُوْجَكُمْ، وَ غُضُّوْا اَبـْصَارَكُمْ، وَ كُـفُّـوْا اَيـْدِيـَكُمْ
Artinya: "Hendaklah kalian menjamin padaku enam perkara, niscaya aku menjamin surga bagi kalian. Jujurlah apabila kamu berbicara, tunaikan janji apabila kalian berjanji, laksanakan apabila kalian diberi amanah, jagalah kemaluan kalian, tundukkanlah pandangan kalian dan jagalah tangan kalian."
3. Kejujuran membuat hati tenang
Kejujuran memberikan ketenangan jiwa karena selalu mengungkapkan kebenaran dan tidak ada sesuatu yang perlu disembunyikan. Rasulullah SAW bersabda:
حفِظْتُ مِنْ رسولِ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : دَعْ ما يَرِيبُكَ إِلَى مَا لا يَريبُكَ ، فَإِنَّ الصِّدْقَ طُمأنينَةٌ، وَالْكَذِبَ رِيبةٌ
Artinya: "Tinggalkanlah olehmu apa saja yang kamu ragukan dan beralihlah kepada yang tidak kamu ragukan. Sesungguhnya kejujuran itu ketenangan dan kedustaan itu kebimbangan."
4. Orang yang tidak jujur termasuk orang munafik
آيَةُ الْمُنَافِقِ ثَلاَثٌ إِذَا حَدَّثَ كَذَبَ وَإِذَا وَعَدَ أَخْلَفَ وَإِذَا ائْتُمِنَ خَانَ
Artinya: “Tanda orang munafik itu ada tiga, jika berkata dia berdusta, jika berjanji dia mengingkari, dan jika diberi amanah dia khianati.” (H.R. Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah)
5. Jaminan haram masuk neraka bagi pelaku kejujuran
مَا مِنْ أَحَدٍ يَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ صِدْقًا مِنْ قَلْبِهِ إِلَّا حَرَّمَهُ اللَّهُ عَلَى النَّارِ
Artinya: “Tiada seorang yang menyaksikan bahwa tiada tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah saw dengan penuh kejujuran dari hatinya, kecuali diharamkan oleh Allah terhadap neraka”. (HR Bukhari)
(VIO)
