Kumpulan Hadits tentang Kucing yang Diriwayatkan Sejumlah Imam

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kucing merupakan hewan peliharaan yang disukai oleh banyak orang. Dalam sejarah Islam, kucing memiliki keistimewaan yang luar biasa. Rasulullah SAW bahkan pernah memeliharanya dengan penuh kasih sayang.
Dikisahkan dalam beberapa riwayat, Nabi Muhammad pernah memiliki kucing yang bernama Mueeza. Kucing ini tidak dikurung, melainkan dibiarkan bebas dan dirawat selayaknya anggota keluarga.
Melalui sabdanya, Rasulullah mengajarkan umat Islam untuk berbuat baik kepada hewan, termasuk kucing. Beliau juga menyebutkan dosa dan bahaya orang yang menyakitinya. Seperti apa? Untuk mengetahuinya, simak penjelasan berikut.
Hadits tentang Kucing
Keistimewaan kucing telah banyak disebutkan dalam hadits Rasulullah SAW. Dalam Islam, kucing dikenal sebagai hewan yang bersih dan bebas dari najis.
Kucing juga amat dijaga hak hidupnya oleh Rasulullah SAW. Beliau mengatakan bahwa seseorang yang tega menyakiti kucing, kelak akan mendapatkan siksa. Berikut hadits tentang kucing yang bisa Anda simak:
1. Kucing hewan yang bersih
Kucing adalah hewan yang bersih dan terbebas dari najis. Oleh karena itu, umat Islam dianjurkan untuk memelihara dan menyayanginya. Dalam buku 24 Jam Belajar Sunah Nabi oleh Romi Hernandi, disebutkan bahwa Rasulullah SAW bersabda:
“Kucing itu tidaklah najis. Sesungguhnya kucing merupakan hewan yang sering kita jumpai dan berada di sekeliling kita.” (HR. Bukhari)
Selain itu, jilatan kucing juga dianggap bersih dan suci oleh Rasulullah. Sehingga, air yang terkena jilatan ini tetap bisa digunakan untuk berwudhu dan membasuh diri. Rasulullah SAW bersabda:
“Ketika Nabi Muhammad akan berwudhu dihampiri oleh seekor kucing dan kucing tersebut minum di bejana tempat beliau wudhu. Nabi berhenti hingga kucing tersebut selesai minum lalu berwudhu”. (HR Muslim).
Dalam riwayat lain, Rasulullah juga mengatakan bahwa kucing lebih bersih daripada manusia. Beliau bersabda:
“Kucing adalah binatang yang badan, keringat, bekas sisa makanan, serta air lirnya adalah suci. Air liurnya bahkan bersifat membersihkan. Hidupnya lebih bersih dari manusia.” (HR Malik)
2. Larangan mengurung dan menyiksa kucing
Sebagai hewan yang amat disayangi Rasulullah, Islam memberikan ganjaran bagi mereka yang menyakitinya. Mengutip buku Sabda Nabi tentang Perempuan oleh Roni Astrada, dikisahkan suatu saat Nabi shalat gerhana, kemudian bersabda:
"Neraka dipertunjukkan sedemikian dekat sehingga aku berkata, Wahai Rabbku! Akankah aku menjadi salah satu penghuninya?" Tiba-tiba beliau melihat seorang perempuan-yang tengah dicakari seekor kucing. Beliau bertanya, "Apa yang salah dengannya?" Beliau diberi tahu (Jibril?), "la telah mengurung seekor kucing hingga mati kelaparan."
Dalam narasi lain, beliau bersabda, “Seorang wanita dimasukkan ke dalam neraka karena seekor kucing yang dia ikat dan tidak diberikan makan bahkan tidak diperkenankan makan binatang binatang kecil yang ada di lantai". (HR Bukhari).
Hadits tersebut menjelaskan tentang haramnya membunuh kucing dengan membuatnya kehausan. Oleh karena itu, hendaknya seorang Muslim memberi minum kucing dan menyejahterakan hidupnya. Dengan begitu, ia pun akan mendapatkan pahala.
(MSD)
Frequently Asked Question Section
Siapa nama kucing yang dipelihara Rasulullah SAW?

Siapa nama kucing yang dipelihara Rasulullah SAW?
Kucing Nabi Muhhammad bernama Mueeza.
Apa siksaan bagi orang yang mengurung kucing?

Apa siksaan bagi orang yang mengurung kucing?
Dia akan dimasukkan ke dalam neraka dan disiksa oleh seekor kucing.
Bagaimana bunyi hadits yang mengatakan bahwa kucing itu bersih?

Bagaimana bunyi hadits yang mengatakan bahwa kucing itu bersih?
“Kucing itu tidaklah najis. Sesungguhnya kucing merupakan hewan yang sering kita jumpai dan berada di sekeliling kita.” (HR. Bukhari)
