Kumpulan Hadits tentang Sholawat Kepada Nabi Muhammad SAW

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 1 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Allah SWT memberi perintah kepada para umat-Nya agar senantiasa bersholawat kepada Nabi Muhammad SAW. Sholawat merupakan bacaan yang bisa dipanjatkan umat Muslim untuk berdoa dan memuji Rasulullah.
Diterangkan dalam buku Fadhilah Shalawat oleh Mubarak bin Mahfudh Bamu’allim bahwa, Allah menganjurkan umat-Nya untuk bersholawat karena memiliki banyak keutamaan bagi yang mengamalkannya.
Selain akan diberi ganjaran pahala, keutamaan lain dari membaca sholawat adalah juga dapat menghapus dosa dan mengangkat derajat seseorang. Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah berikut:
مَنْ صَلَّى عَلَىَّ صَلاَةً وَاحِدَةً صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ عَشْرَ صَلَوَاتٍ وَحُطَّتْ عَنْهُ عَشْرُ خَطِيئَاتٍ وَرُفِعَتْ لَهُ عَشْرُ دَرَجَاتٍ
Artinya: "Siapa saja yang membaca shalawat kepadaku sekali, niscaya Allah bershalawat kepadanya sepuluh kali, menghapus sepuluh dosanya, dan mengangkat derajatnya sepuluh tingkatan." (HR An Nasa’i).
Selain dalil di atas, apakah ada hadits tentang sholawat kepada Nabi Muhammad SAW yang lain? Cari tahu jawabannya di bawah ini.
Hadits tentang Sholawat
Sayyid Bakri bin Sayyid Muhammad Syatha Ad-Dimyathi memberitahukan dalam Kitab Kifayatul Atqiya wa Minhajul Ashfiya, bahwa ada beberapa hadits tentang sholawat lainnya berdasarkan sabda Rasulullah SAW yang artinya sebagai berikut:
"Apabila kamu lupa sesuatu, bersholawatlah kepadaku, niscaya kamu akan menginggatnya, insya Allah." (HR. As Sakhawi).
"Barang siapa mengucapkan: 'Ya, Allah, bershalawatlah kepada Muhammad dan tempatkanlah dia pada tempat duduk yang didekat-kan di sisi-Mu pada hari Kiamat,' niscaya wajib baginya syafaatku." (HR. Al Bazzar dan Ath Thabrani).
"Apabila telinga salah seorang di antara kamu berdengung atau berdesing, hendaklah ia mengingat aku dan bersholawat kepadaku." (HR. Abu Hurairah).
"Barang siapa bersholawat kepadaku pada sebuah kitab, niscaya (pahala) sholawat itu terus mengalir baginya selama namaku tetap ada pada kitab tersebut." (HR. Ibnu Abbas dari Abu Hurairah).
"Apabila salah seorang di antara kamu membaca sholawat, hendaklah dimulai dengan mengagungkan Allah Azza wa Jalla dan memuji-Nya. Setelah itu, bacalah shalawat kepada Nabi. Dan setelah itu, barulah berdoa dengan doa yang dikehendaki." (HR Ahmad, Abu Dawud, dan Tirmidzi).
"Barang siapa yang bershalawat kepadaku sekali, maka Allah akan bersholawat untuknya sepuluh kali." (HR Muslim, Abu Dawud, Tirmidzi, dan Nasa’i).
"Manusia yang paling berhak bersamaku pada hari kiamat ialah yang paling banyak membaca sholawat kepadaku." (HR Tirmidzi).
“Dari Abdullah bin Umar, dia mendegar Rasulllah SAW bersabda: "Jika kalian mendengar adzan, maka ucapkanlah seperti yang diucapkan muadzin, kemudian bershalawatlah kepadaku. Sesungguhnya orang yang bershalawat kepadaku sekali, maka Allah akan bersholawat untuknya sepuluh kali. Lalu, mintalah kepada Allah wasilah untukku karena wasilah adalah sebuat tempat di surga yang tidak akan dikaruniakan, melainkan kepada salah satu hamba Allah. Dan, aku berharap bahwa akulah hamba tersebut. Barang siapa memohon untukku wasilah, maka ia akan meraih syafaat." (HR Muslim).
(NDA)
