Konten dari Pengguna

Kumpulan Hadits Tentang Silaturahmi, Pengingat Untuk Menjaga Persaudaraan

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi silaturahmi. Foto: Freepik
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi silaturahmi. Foto: Freepik

Umat Islam dianjurkan untuk menjaga silaturahmi sebagai salah satu cara untuk mewujudkan ukhuwah islamiyah. Secara bahasa, silaturahmi berasal dari bahasa Arab yakni shilah yang artinya hubungan atau sambungan dan ar-rahim yang bermakna kerabat atau saudara.

Dengan demikian, silaturahmi dapat dipahami sebagai amalan untuk menyambung tali persaudaraan. Sebagaimana diketahui, manusia merupakan makhluk sosial yang membutuhkan kehadiran manusia lainnya dalam kehidupan sehari-hari.

Bahkan Rasulullah SAW berwasiat agar umat Islam mengusahakan keseimbangan antara hubungan secara vertikal manusia kepada Allah (habluminallah) dan hubungan secara horizontal sesama manusia (habluminannas).

Dalam agama Islam sendiri terdapat beberapa hadits yang membahas tentang silaturahmi. Berikut ini adalah beberapa di antaranya:

Perintah Silaturahmi

Ilustrasi silaturahmi. Foto: Shutterstock

Silaturahmi merupakan salah satu amalan yang dilakukan orang yang beriman. Dari Abu Hurairah radhiallahuanhu, sesungguhnya Rasulullah shallallahu`alaihi wa sallam bersabda,

"Siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah dia berkata baik atau diam, siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah dia menghormati tetangganya dan barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaklah dia memuliakan tamunya" (HR Bukhari dan Muslim).

Silaturahmi Meskipun Hubungan Sedang Renggang

Tujuan silaturahmi adalah untuk menyambung kembali apa-apa yang putus. Oleh sebab itu silaturahmi sebaiknya juga dilakukan meskipun hubungan kekeluargaan diputus oleh seseorang.

Hal ini sebagaimana sabda Rasulullah SAW dalam Hadits Riwayat Bukhari yang berbunyi:

"Silaturahmi bukanlah yang saling membalas kebaikan. Tetapi seorang yang berusaha menjalin hubungan baik meski lingkungan terdekat (kerabat) merusak hubungan persaudaraan dengan dirinya." (HR Bukhari).

Menjaga Silaturahmi Agar Masuk Surga

Ilustrasi silaturahmi. Foto: Thinkstock

Silaturahmi tidak hanya membawa hubungan baik antar sesama manusia, tetapi juga memiliki manfaat di akhirat kelak. Allah SWT menjanjikan surga bagi umat-Nya yang menjaga tali persaudaraan.

Rasulullah SAW bersabda:

"Wahai manusia, tebarkanlah salam, berilah makan, sambunglah tali persaudaraan, shalatlah di malam hari ketika manusia terlelap tidur, niscaya kalian masuk surga dengan selamat." (HR Ibnu Majah).

Silaturahmi Menambah Rezeki dan Memperpanjang Umur

Silaturahmi niscaya akan menambah rezeki dan memperpanjang umur manusia. Rasulullah SAW bersabda:

"Barang siapa ingin dilapangkan rezekinya dan ditambah umurnya, maka hendaklah menjalin silaturrahim." (HR Bukhari).

Hal ini dimungkinkan karena orang yang rajin silaturahmi hatinya akan senang dan pikirannya tidak gelisah sehingga badannya sehat dan umurnya panjang. Selain itu, menjaga hubungan baik dengan orang lain juga menguntungkan untuk niaga.

Memutus Silaturahmi adalah Dosa

Orang-orang yang memutuskan tali persaudaraan terancam dosa dan akan mendapatkan balasannya dari Allah SWT.

"Tidak ada dosa yang lebih pantas disegerakan balasannya bagi para pelakunya di dunia bersama dosa yang disimpan untuknya di akhirat daripada perbuatan zalim dan memutus silaturahmi." (HR Abu Daud).

Ilustrasi silaturahmi. Foto: Thinkstock

Allah SWT Memutuskan Rahmatnya Bagi Orang yang Memutus Silaturahmi

Ketika seseorang memutuskan hubungan dengan orang lain, Allah SWT juga tidak segan memutus hubungan dengan orang tersebut.

"Allah berfirman, “Aku adalah Maha Pengasih dan Ia adalah Rahim, nama itu diambil dari bagian nama-Ku, siapa yang menyambungnya, maka Aku memberikan rahmat-Ku kepadanya, dan siapa yang memutuskannya, maka Aku memutuskan rahmat-Ku darinya." (HR Abu Dawud).

(ERA)