Kumpulan Kata-Kata Bijak Gus Baha yang Penuh Makna dan Menginspirasi

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

KH. Ahmad Bahauddin Nursalim atau yang akrab disapa Gus Baha merupakan salah satu ulama populer di Indonesia. Video ceramahnya banyak tersebar di beberapa platform media sosial seperti Instagram, Facebook, YouTube, dan Whatsapp.
Gus Baha banyak menjelaskan tentang hukum agama dan tafsir Alquran kepada jamaahnya. Penjelasan yang lugas dan sederhana menjadikan ceramah Gus Baha cocok dinikmati semua kalangan, tak terkecuali generasi millenial.
Gus Baha dikenal sebagai sosok yang arif dan bijaksana. Nasihat dan wejangan tentang kehidupan kerapkali terselip dalam setiap ceramahnya.
Tidak hanya itu, kata-kata bijak Gus Baha yang penuh makna juga banyak menginspirasi kalangan anak muda. Seperti apa contohnya? Nah, berikut kami rangkum informasi lengkapnya untuk Anda.
Kata-Kata Bijak Gus Baha
Dijelaskan dalam buku Islam Santuy Ala Gus Baha susunan Tim Harakah ID, Gus Baha adalah salah satu tokoh Nadhlatul Ulama (NU) yang berasal dari Narukan, Rembang, Jawa Tengah. Ia merupakan ulama tafsir yang memiliki pengetahuan mendalam seputar Alquran.
Gus Baha merupakan murid dari ulama kharismatik, KH. Maemun Zubair, Rembang. Dengan ilmu agama yang dimilikinya, Gus Baha sering memberikan nasihat dan kata-kata bijak yang menyangkut kehidupan dunia dan akhirat.
Ia mendefiniskan istilah agama ke dalam pengertian yang lebih sederhana dan lugas. Dirangkum dari Channel YouTube Sampul Dakwah dan sumber lain, berikut kata-kata bijak Gus Baha yang penuh makna:
"Bersabar menghadapi musuh ketika sudah qiyamul lail itu jauh lebih mudah daripada yang tidak qiyamul lail. Maka dari itu bangunlah qiyamul lail, supaya bisa menghadapi masalah dalam hidup lebih sabar, kalau tidak qiyamul lail akan mudah gelisah."
"Hidup tidak usah dibuat sulit, tidak usah ruwet. Asal tidak maksiat, bisa menjadi pribadi yang menyenangkan dan bermanfaat bagi banyak orang serta tidak mengusik hidup orang lain, itu sudah cukup."
"Kamu itu tidak usah khawatir soal rezeki. Sejak Allah menciptakan langit dan bumi telah memberi makan berbagai macam hewan, dan sampai sekarang rezeki itu belum habis. Apalagi sekedar memberi makan kamu."
"Berbuat baik pada yang berbuat baik pada kita, itu orang fasik pun seperti itu, maling ya seperti itu: sama. Tapi kalau berbuat baik pada orang yang berbuat jelek pada kamu, itu baru luar biasa."
"Salah satu kebiasaan buruk manusia ialah suka membawa-bawa nama Allah untuk kepentingan dirinya, seolah-olah apa yang ada dipikirannya selalu sesuai dengan yang dikehendaki oleh Allah."
"Harapan dan keinginan ini seharusnya sejalan. Sejalan dengan betapa besar usaha yang kamu lakukan dalam mewujudkannya."
"Jangan membenci orang yang sedang kafir saat ini, bisa saja suatu saat orang tersebutlah yang mensyafaati kamu. Tirulah Kanjeng Nabi Muhammad SAW yang berdoa kepada Allah SWT untuk Sayyidina Umar Bin Khatab yang saat itu sedang kafir.
"Cinta mungkin terkadang membuatmu rapuh, tetapi berterima kasihlah kepadanya, karena cinta darinya bisa membuatmu lebih kuat dari sebelumnya."
"Terkadang, mungkin Allah membuat hamba-Nya merasa kecewa, namun percayalah Ia hanya ingin engkau kembali berharap hanya kepada-Nya."
"Sebesar apapun dosa seseorang, tidak ada yang berhak menghalangi rasa cinta hamba pada Tuhannya, meski cara yang digunakan untuk menunjukkan rasa cinta itu terasa aneh di mata kita."
(MSD)
Frequently Asked Question Section
Siapakah Gus Baha itu?

Siapakah Gus Baha itu?
KH. Ahmad Bahauddin Nursalim atau yang akrab disapa Gus Baha merupakan salah satu ulama populer di Indonesia
Dari mana asal Gus Baha?

Dari mana asal Gus Baha?
Gus Baha adalah salah satu tokoh Nadhlatul Ulama (NU) yang Narukan, Krangan, Rembang, Jawa Tengah.
Siapakah guru Gus Baha?

Siapakah guru Gus Baha?
Salah satunya KH. Maemun Zubair, Rembang.
