Konten dari Pengguna

Kumpulan Puisi tentang Kucing, Hewan yang Bersahabat dengan Manusia

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi puisi tentang kucing. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi puisi tentang kucing. Foto: Unsplash

Kucing merupakan hewan yang sangat menggemaskan dan juga bersahabat dengan manusia. Hewan berkaki empat ini memiliki warna bulu yang beraneka ragam dengan tingkah laku yang selalu membuat tersenyum.

Tak heran banyak yang menjadikan kucing sebagai hewan peliharaan dan kerap dianggap sebagai anggota keluarga mereka. Selalu menjadi penghibur dalam kehidupan manusia, membuat sajak puisi dengan tema kucing bisa menjadi salah satu bentuk kasih sayang terhadap hewan satu ini.

Dikutip dari buku Jurnal Pendidikan Konvergensi (2020), puisi berasal dari bahasa Yunani yakni poeisis atau poima yang berarti perbuatan. Secara umum puisi merupakan salah satu bentuk sastra yang menggunakan kata, rima, irama, sebagai media penyampai ekspresi ilusi dan imajinasi.

Dapat disimpulkan, puisi merupakan sarana untuk menggambarkan imajinasi seseorang dalam bentuk kata-kata yang berima dan berirama.

Puisi tentang Kucing

Berikut kumpulan sajak puisi tentang kucing untuk mengutarakan kasih sayang Anda terhadap hewan berbulu tersebut yang dihimpun dari buku Anggap Saja Kucing Liar karya Achmad Aditya Avery dan beberapa sumber lainnya.

Untuk Kucing Kesayanganku

Terimakasih telah menyambut kepulanganku

Setiap kubuka pintu, selalu kau datang dengan senyum

Kau hadir, menyapa menjilatku

Membuat yang hambar menjadi ada rasa

Membuat sepi menjadi terisi riuh

Suara, bulu dan tingkahmu itu

Membuat rasa sayangku semakin padamu

Ilustrasi puisi tentang kucing. Foto: Unsplash

Kucing

ngiau! kucing dalam darah dia menderas

lewat dia mengalir ngiau ngiau dia

bergegas lewat dalam aortaku dalam rimba

darahku dia besar dia bukan harimau

bukan singa bukan hyena bukan leopard dia

macam kucing bukan kucing tapi kucing

ngiau dia lapar dia merambah rimba afrikaku

dengan cakarnya dengan amuknya

dia meraung dia mengerang jangan beri

daging dia tak mau roti ngiau kucing

meronta dalam darahku meraung me rambah barah darahku dia lapar

O alangkah lapar ngiau berapa juta hari

dia tak makan berapa ribu waktu dia dia

tak kenyang berapa juta lapar lapar kucingku

berapa abad dia mencari mencakar

menunggu tuhan mencipta kucingku

tanpa mauku dan sekarang dia meraung

mencariMu dia lapar jangan beri dia daging

Jangan beri nasi tuhan mencipta….

(Bachri, 2002)

Ilustrasi puisi tentang kucing. Foto: Unsplash

2 Bait

2 bait untuk ucapan terimakasihku padamu

Atas kesediaanmu hadir menemani sepiku

Menghiburku, mengajak aku kedalam duniamu

Terimakasih

Kucingku, kau adalah yang tersayang

Kelak kita akan berjumpa lagi

Dalam dunia lain, dalam kebahagian lain

Semoga kita berjumpa lagi di surga

Kucing Kampung

Aku dan kau terus saja kerah

Bagai musuh yang sudah bebuyut

Kau ambil hakku

Kau curi makananku

Ya, tanpa sopan santun kau selalu saja begitu

Sebenarnya aku bisa saja rela asalkan kau salam

Asal kau mengambilnya dengan perjanjian

Bukan asal-asalan

Tapi kau adalah hewan

Mana tau kau kesopanan

Yang kau tau hanyalah makan

Tak apa, sekarang kita memang berperang

Tapi nanti, ku harap kita berdamai

Karena aku tak sejahat jahal

Kucing-Kucing Kecil

Berbulu putih dan halus,

Dengan garis-garis hitam dan abu-abu

Lembut dan menggemaskan, Mendengkur pelan saat menemaniku membaca,

Menjelajah dan memeriksa, Jika tidak ada siapa-siapa.

Mengerjakan hal-hal yang dilarang,

Memanjat tirai ibu,

Menggali tanaman,

Mengejar gulungan benang. Tiba-tiba memutuskan,

Kau harus berada di tempat lain.

Kucing-kucing kecil,

Kau membuatku tertawa geli

Saat kulihat kau bermain dan berlari.

- Cory Mcintyre, Crystal Lake, IL

(ANS)

Frequently Asked Question Section

Mengapa kucing kerap dijadikan hewan peliharaan?
chevron-down

Hewan berbulu satu ini tidak hanya kerap bertingkah menggemaskan tapi juga bersahabat dengan manusia.

Apa itu puisi?
chevron-down

Puisi merupakan sarana untuk menggambarkan imajinasi seseorang dalam bentuk kata-kata yang berima dan berirama.

Ada berapa bait dalam puisi?
chevron-down

Satu bait puisi dapat terdiri dari 4 baris, di mana satu barisnya terdiri dari beberapa patah kata. Biasanya terdiri dari 2-4 kata untuk kebanyakan puisi klasik seperti syair.