Kumpulan Quote Hasan Al Banna yang Inspiratif dan Penuh Hikmah

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Hasan Ahmad Abdul Rahman Muhammad al-Banna atau lebih dikenal sebagai Syekh Hasan Al Banna merupakan seorang guru dan imam asal Mesir. Ia terkenal di kalangan umat Muslim berkat berbagai quote inspiratifnya.
Pemikirannya yang cerdas rupanya sudah dipupuk sejak belia. Mengutip buku Doa al-Ma'tsurat Hasan al-Banna oleh Tim Al Barokah, di usianya yang baru menginjak 22 tahun, ia berhasil menjadi pendiri sekaligus pemimpin Ikhwan Muslimin, organisasi Islam terbesar dan paling berpengaruh pada abad ke-20.
Organisasi tersebut berhasil mencuri perhatian banyak orang di berbagai wilayah, baik Muslim maupun non Muslim. Kepemimpinan Hasan Al Banna bahkan dipandang berperan penting bagi tumbuhnya semangat persaudaraan selama tahun 30-an sampai 40-an.
Di samping itu, Hasan Al Banna juga kerap berdakwah di masjid, gedung, maupun tempat yang jarang digunakan para ulama pada umumnya. Ia merangkul siapa pun yang mau mendengarkan dakwahnya, tak terkecuali orang-orang yang tidak berpendidikan tinggi.
Kisah hidupnya yang inspiratif, sikapnya yang menjadi panutan, serta dakwah-dakwahnya yang mengandung banyak hikmah, membuat quote Hasan Al Banna kerap dibagikan hingga kini. Simak beberapa quote tersebut dalam ulasan berikut.
Baca juga: 20 Kata Mutiara Ketenangan Hati Islami
Quote Hasan Al Banna
Dikutip dari buku 2.000 Kata Mutiara dari 200 Tokoh Dunia tulisan Budi Santoso, berikut kumpulan quote Hasan Al Banna yang inspiratif dan dapat dijadikan bahan renungan:
“Kekuatan pertama adalah iman, buah dari iman adalah kesatuan, dan hasil dari kesatuan adalah kemenangan yang gemilang.”
“Perempuan adalah orang pertama yang memberikan kontribusi dalam kehidupan pemuda dan bangsa.”
“Tiga modal utama untuk mencapai tujuan: manhaj yang benar, pendukung yang beriman, dan pemimpin yang kuat lagi tepercaya.”
“Sifat terbaik yang bisa dimiliki orang beriman adalah memaafkan.”
“Pejuang Muslim adalah seorang guru, yang mestinya punya semua sifat yang ada pada sebuah guru: cahaya, hidayah, rahmat, dan kelembutan.”
“Dakwah kami lebih terang dari sinar matahari, lebih jelas dari cahaya fajar pagi, dan lebih benderang dari putihnya siang hari.”
“Akidah tidak akan memberi manfaat jika tidak mendorong penganutnya untuk berbuat dan berkorban demi mewujudkannya menjadi nyata.”
“Keadilan itu bukan terletak pada teks dan undang-undang, tapi pada jiwa sang hakim.”
“Siapa yang membunuh waktu sama saja dengan membunuh diri sendiri, karena waktu adalah kehidupan itu sendiri.”
“Orang pandai adalah orang yang merenungkan suatu masalah sebelum terjadinya, lalu menyiapkan bekal untuk menghadapinya.”
“Ketokohan akan diuji dengan kesabaran, ketabahan, kesungguhan, dan keberlanjutan amal.”
“Kebahagiaan kita tidak terletak pada harta, tidak pada penampilan diri, tidak juga pada gemerlap perhiasan dan keindahan dunia. Ukuran kebahagiaan terkait erat pada hati dan ruh manusia yang mendamba ridha Tuhannya.”
“Jika Allah bersamamu, maka jangan takut kepada siapa saja. Akan tetapi jika Allah sudah tidak lagi bersamamu, maka siapa lagi yang bisa diharapkan olehmu.”
“Orang yang beramal tanpa ilmu seperti orang yang berjalan bukan pada jalan yang sebenarnya. Orang yang beramal tanpa ilmu hanya membuat banyak kerusakan dibanding mendatangkan kebaikan.”
“Sesungguhnya waktu yang tersedia lebih sedikit dari kewajiban-kewajiban yang menumpuk.”
(ADS)
Baca juga: 11 Kata Mutiara Islami tentang Kehidupan
Frequently Asked Question Section
Siapa pendiri gerakan Ikhwanul Muslimin?

Siapa pendiri gerakan Ikhwanul Muslimin?
Hasan Al Banna.
Bagaimana kepemimpinan Hasan Al Banna?

Bagaimana kepemimpinan Hasan Al Banna?
Kepemimpinan Hasan Al Banna dipandang berperan penting bagi tumbuhnya semangat persaudaraan selama tahun 30-an sampai 40-an.
Di mana Hasan Al Banna berdakwah?

Di mana Hasan Al Banna berdakwah?
Hasan Al Banna kerap berdakwah di masjid, gedung, maupun tempat yang jarang digunakan para ulama pada umumnya.
