Konten dari Pengguna

Kurban Sapi untuk Berapa Orang? Ini Ketentuannya Menurut Islam

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi sapi kurban. Foto: Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi sapi kurban. Foto: Pexels

Kurban adalah proses penyembelihan hewan yang dilaksanakan pada hari Idul Adha. Ibadah kurban bertujuan untuk mendekatkan diri kepada Allah sekaligus memperingati keikhlasan Nabi Ibrahim dalam mengorbankan putranya, Nabi Ismail.

Berkurban merupakan amalan dengan keutamaan sangat besar. Dalam buku Fiqih dijelaskan, Allah telah menyiapkan pahala bagi orang yang berkurban ketika pisau baru digesekkan di leher hewan kurban tersebut.

Itu alasan mengapa masyarakat tetap antusias membeli hewan kurban meski ada ancaman wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di beberapa daerah. Tempat penjualan hewan kurban seperti sapi dan kambing masih ramai dikunjungi masyarakat.

Ilustrasi sapi kurban. Foto: Unsplash

Kurban Sapi untuk Berapa Orang?

Umat Muslim perlu memahami ketentuan kurban sapi dalam syariat Islam. Bersumber dari buku Panduan Qurban dari A sampai Z: Mengupas Tuntas Seputar Fiqh Qurban, Ibnu Abbas r.a. mengatakan:

“Dahulu kami pernah bersafar bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu tibalah hari raya Idul Adha maka kami pun berserikat untuk seekor sapi kami berserikat sebanyak tujuh orang dan sepuluh orang untuk qurban seekor onta.” (Shahih Sunan Ibnu Majah 2536, Al Wajiz, hal 406).

Berdasarkan penjelasan di atas, seekor sapi dapat dibeli dengan hasil patungan tujuh orang. Jumlah yang patungan seekor sapi tidak harus tujuh orang, boleh kurang tapi tidak boleh lebih. Misalnya, Anda hanya ingin berkurban sapi dengan sepupu, hal itu tidak menjadi masalah dan tetap dianggap sah.

Ketetapan dalam Ibadah Kurban

Umat Islam yang ingin berkurban sudah sepatutnya mengetahui ketetapan apa saja mengenai kurban. Dengan memahaminya, daging hewan yang disembelih dan dibagikan kepada fakir miskin diharapkan dapat membawa manfaat.

Menukil buku Pedoman dan Tata Cara Penyembelihan Hewan Halal, ada lima poin penting mengenai ketetapan berkurban.

1. Berkurban bila mampu

Jika seorang Muslim mampu membeli satu ekor hewan kurban, maka kerjakanlah, walaupun hanya seekor domba atau kambing. Jika ingin kurban sapi, Anda bisa mengajak kerabat untuk bersama-sama mengeluarkan iuran.

2. Binatang kurban harus sehat

Akibat wabah PMK, pedagang dan pembeli juga harus jeli dalam menjual dan membeli hewan ternak untuk kurban. Sebab, daging yang disembelih harus sebaik mungkin agar ibadahnya sempurna.

Ilustrasi sapi kurban yang sehat. Foto: Pexels

3. Waktu penyembelihan harus tepat

Hewan kurban harus segera disembelih selepas umat Islam menunaikan salat Ied atau tiga hari setelah hari raya Idul Adha (hari Tasyriq). Jika hewan disembelih di waktu yang tidak ditentukan, maka tidak dihitung berkurban.

4. Menyembelih sendiri atau melihat penyembelihan

Jika Anda tidak bisa menyembelih sendiri, Rasulullah SAW menyarankan untuk melihat proses kurban sebagai sunnah.

5. Membagikan daging kurban

Rasulullah memerintahkan umat Islam untuk membagikan daging kurban kepada sesama, terutama kepada yang lebih membutuhkan.

(DAF)