Larangan Tidur Setelah Ashar dalam Islam, Apakah Benar?

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Waktu setelah sholat ashar merupakan waktu di mana banyak orang mudah mengantuk. Itu karena kondisi tubuh sudah lelah setelah beraktivitas seharian. Namun, bagaimana padangan Islam tentang tidur setelah ashar?
Biasanya, orang yang tidur setelah ashar dikarenakan sebab-sebab tertentu. Bisa saja karena kelelahan, sakit, atau ketika dalam perjalanan jauh.
Farid Nu’man dalam buku Fiqih Praktis Sehari-hari menyebutkan, tidak ada larangan tidur setelah ashar dalam syariat Islam. Sebab, tidak ada dalil shahih tentang perkara tersebut.
Pertanyaan mengenai larangan tidur setelah ashar muncul karena hadits dari Abdullah bi Lahi’ah riwayat Ibnu Hibban di mana Rasulullah bersabda: “Barangsiapa yang tidur setelah ashar, maka akalnya akan hilang dan jangan salahkan kecuali dirinya sendiri.”
Dalil tersebut dihukumi sebagai hadits lemah oleh Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani. Alasannya, Abdullah bin Lahi’ah merupakan seorang perawi yang memiliki hafalan buruk. Jadi, haditsnya tidak bisa dijadikan sebagai sandaran atau hukum suatu perkara.
Meski begitu, sebagian ulama salaf ada yang memakruhkan tidur setelah ashar. Dikutip dari buku Tanya Jawab Islam oleh Piss KTB, Imam Ibnu Abi Syaibah rahimahullah menyebutkan bahwa tidur setelah ashar dapat membuat pelakunya mengalami was-was atau kegelisahan dalam diri.
Selain itu, tidur pada sore hari dapat menimbulkan berbagai macam kesehatan. Mulai dari gangguan syaraf, membuat tubuh malas, dan dapat melemahkan syahwat.
Dikutip dari buku Ath-Tibbu An-Nabawi karangan Ibnu Qayyim Al-Jauziyah, para ulama salaf membagi tidur siang menjadi tiga macam, yaitu:
Khuluq atau tidur di tengah hari. Disebut khuluq karena ini merupakan kebiasaan tidur Rasulullah.
Khuruq atau tidur di waktu dhuha. Disebut khuruq karena tidur pada waktu tersebut adalah kebiasaan buruk. Sebab, tidur pagi dapat mencegah datangnya rezeki.
Humuq atau kebiasaan tidur setelah ashar. Humuq sendiri artinya kegilaan.
Lalu, kapan waktu yang dianjurkan untuk tidur siang?
Waktu Tidur Siang yang Dianjurkan oleh Rasululllah
Dikutip dari buku Pola Hidup dan Tidur Sehat ala Rasullah SAW karangan Mochamad Isa Jatinegara, tidur siang yang dianjurkan oleh Rasulullah adalah qoilullah.
Dalam bahasa Arab, qoilullah artinya tidur sejenak di siang hari sebelum atau setelah dzuhur. Durasi tidur qolilullah dapat dibagi menjadi tiga, yaitu:
Tidur siang panjang dengan durasi lebih dari 30 menit.
Tidur siang pendek dengan durasi 5-30 menit.
Tidur siang cepat dengan durasi kurang dari lima menit.
Masih dari sumber yang sama, Dokter Fathi, seorang pakar ilmu jiwa dari Universitas Al Azhar menjelaskan, qoilullah memberikan banyak manfaat bagi tubuh.
Quilullah yang nyeyak dapat membantu proses relaksasi sel-sel otak dari kepenatan dan mengembalikan otot-otot yang tegang. Meskipun hanya beberapa menit, qoilullah dapat menjaga konsentrasi dengan baik sehingga bisa melanjutkan pekerjaan sampai malam hari.
(IPT)
