Konten dari Pengguna

Larangan Tidur Tengkurap dalam Islam, Apa Alasannya?

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi tidur tengkurap Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi tidur tengkurap Foto: Pixabay

Manusia diciptakan dengan kewajiban beribadah kepada Allah SWT. Namun, manusia juga diberikan hak-hak yang pantas didapatkan di dunia, salah satunya adalah hak untuk tidur dan beristirahat.

Saat tidur, seorang Muslim hendaknya memperhatikan adab dan etikanya. Semuanya telah diatur dalam ajaran Islam dengan beberapa ketentuan dan tata cara.

Anjuran ketika tidur yang disunahkan dalam Islam ialah posisi menghadap ke kanan. Selain itu, ada juga larangannya untuk tidur dengan posisi tengkurap. Bagaimana larangan tidur tengkurap dalam Islam? Untuk mengetahuinya, simak penjelasan berikut.

Larangan Tidur Tengkurap dalam Islam

Mengutip buku Membangun Karakter dan Melejitkan Potensi Anak oleh Marisa Humaira, Rasulullah pernah melarang umat Islam tidur dengan cara tengkurap. Posisi tidur ini tidak baik karena menyerupai tidurnya setan. Karena itu, tidur dengan posisi tengkurap dilarang dalam Islam.

Ilustrasi Perempuan Tidur Foto: Shutterstock

Selain itu, posisi tidur tengkurap juga tidak baik untuk kesehatan. Selain dapat membuat jantung tak sehat, posisi tengkurap juga bisa mengakibatkan pernapasan jadi tersendat.

Mengutip buku Dahsyatnya Puasa Wajib dan Sunah oleh Maryam Kinanthi, dalil dilarangnya posisi tidur tengkurap ialah hadist yang diriwayatkan Imam Ahmad dan Ibnu Majah. Abi Umamah ra. berkata:

"Rasulullah SAW melewati seorang lelaki yang sedang tidur di masjid dengan posisi tengkurap. Beliau menyepak lelaki itu sambil berkata: Bangun, karena tidur seperti ini adalah tidur yang sangat buruk."

Kemudian dari Thikhfah, Al-Ghifari juga berkata:

"Bapakku menceritakan kepadaku bahwa ketika aku idur di masjid di atas perutku (tengkurap), tiba-tiba ada seseorang yang menggerakkan kakiku dan berkata, "Sesungguhnya tidur yang seperti ini dimurkai Allah."bapakku berkata, "Setelah aku melihat ternyata beliau adalah Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam". (HR. Abu Dawud).

Selanjutnya, dalam Kitab Sunan Turmudzi: Makruhnya Tidur Tengkurap, Imam Turmudzi membawakan hadits dari Abu Hurairah ra, bahwasanya Rasulullah SAW melihat seorang Laki-laki muslim tidur tengkurap, kemudian beliau bersabda: "Ini adalah cara tidur yang tidak disukai oleh Allah.”

Ilustrasi tidur nyenyak. Foto: Dok. Shutterstock

Dari dalil-dalil tersebut, bisa dijelaskan bahwa tidur dengan posisi tengkurap dilarang dalam Islam. Jika tetap melakukannya, maka hukumnya makruh.

Adapun posisi tidur terbaik yang telah diajarkan oleh Rasulullah SAW ialah menghadap ke kanan. Ini posisi yang sempurna untuk kesehatan seorang Muslim. Karena pada posisi ini, jantung hanya akan terbebani oleh paru-paru kiri yang berukuran lebih kecil.

Tidur dalam posisi ini juga akan menempatkan hati pada posisi yang stabil. Selain itu, posisi ini menjadi sangat baik untuk sistem pencernaan manusia.

Penelitian menunjukkan, saat seseorang tidur dengan posisi menyamping ke kanan, makanan akan mampu dicerna oleh usus dalam waktu 2,5-4,5 jam. Sedangkan tidur dengan posisi yang lain, makanan baru akan selesai dicerna setelah 5-8 jam.

(MSD)

Frequently Asked Question Section

Apa hukum tidur dalam posisi tengkurap dalam Islam?

chevron-down

Makruh, karena tidak baik untuk kesehatan manusia. Posisi ini juga termasuk tidur yang dibenci oleh Allah dan Rasulullah.

Apa manfaat tidur menghadap kanan bagi kesehatan?

chevron-down

Tidur dalam posisi menghadap ke kanan akan menempatkan hati pada posisi yang stabil dan menjadi posisi yang sangat baik untuk sistem pencernaan

Bagaimana bunyi dalil yang melarang tidur tengkurap?

chevron-down

Abi Umamah ra. berkata, "Rasulullah saw. melewati seorang lelaki yang sedang tidur di masjid dengan posisi tengkurap. Beliau menyepak lelaki itu sambil berkata, 'Bangun, karena tidur seperti ini adalah tidur yang sangat buruk."