Lirik Lagu Gugur Bunga Ciptaan Ismail Marzuki beserta Maknanya

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

"Gugur Bunga" ciptaan Ismail Marzuki merupakan salah satu lagu nasional Indonesia. Lagu yang sejatinya berjudul "Gugur Bunga di Taman Bakti" ini pertama kali diperkenalkan pada tahun 1945.
Ismail Marzuki menciptakan lagu tersebut sebagai penghormatan kepada para tentara Indonesia yang gugur membela tanah air. Liriknya mewakili kisah tentang pengorbanan pahlawan bangsa sekaligus menggambarkan rasa duka mendalam bagi yang ditinggalkan.
Dengan alunan musik yang syahdu dan penuh kepiluan, lagu ini masih sering diputar pada momen-momen tertentu. Simak lirik lagu Gugur Bunga ciptaan Ismail Marzuki selengkapnya di bawah ini.
Lirik Lagu Gugur Bunga
Pada momen-momen duka, lagu Gugur Bunga ciptaan Ismail Marzuki kerap dijadikan latar musik unggahan di media sosial. Tak jarang, lagu ini juga dinyanyikan langsung oleh masyarakat sebagai bentuk penghormatan dan ungkapan rasa kehilangan.
Dihimpun dari buku Kumpulan Lagu Wajib Nasional terbitan Buku Sekolah ID, berikut lirik lagu Gugur Bunga oleh Ismail Marzuki:
Betapa hatiku takkan pilu
Telah gugur pahlawanku
Betapa hatiku takkan sedih
Hamba ditinggal sendiri
Siapakah kini pelipur lara
Nan setia dan perwira
Siapakah kini pahlawan hati
Pembela bangsa sejati
Telah gugur pahlawanku
Tunai sudah janji bakti
Gugur satu tumbuh seribu
Tanah air jaya sakti
Gugur bungaku di taman bakti
Di haribaan pertiwi
Harum semerbak menambahkan sari
Tanah air jaya sakti
Baca Juga: 5 Lagu untuk Hari Pahlawan 10 November dan Liriknya
Makna Lagu Gugur Bunga
Dari lirik di atas, dapat diketahui bahwa bait pertama menggambarkan kesedihan mendalam atas gugurnya pahlawan. Rasa pilu itu muncul karena ditinggalkan oleh sosok yang dikenal setia, berani, dan menjadi pelindung bangsa.
Bait "tunai sudah janji bakti" menyimbolkan pahlawan yang telah menunaikan kewajiban tertingginya, yaitu berkorban demi tanah air. Jadi, sudah seharusnya masyarakat memberikan bentuk penghormatan atas pengorbanan para pahlawan.
Selanjutnya, kalimat "gugur satu tumbuh seribu" melambangkan bahwa meski satu pahlawan telah gugur, akan lahir ribuan pejuang baru yang meneruskan perjuangannya.
Di bagian penutup, pahlawan yang gugur diibaratkan sebagai bunga yang jatuh di taman bakti. Meski gugur, bunga itu tetap meninggalkan keharuman untuk area di sekitarnya..
Secara keseluruhan, lagu "Gugur Bunga" merupakan ungkapan duka cita sekaligus penghormatan kepada para pahlawan yang telah gugur. Lebih dari itu, lagu ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk mempertahankan apa yang telah diperjuangkan para pahlawan.
(NSF)
