Konten dari Pengguna

Lirik Rohatil Athyaru Tasydu Arab dan Latin yang Mengisahkan Rasulullah

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi melantunkan lirik Rohatil Athyaru Tasydu. Foto: Unsplash/e_i9
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi melantunkan lirik Rohatil Athyaru Tasydu. Foto: Unsplash/e_i9

Rohatil Athyaru Tasydu merupakan salah satu lagu religi populer yang sering dilantunkan dalam berbagai acara keagamaan, termasuk pengajian. Sholawat atau lagu religi ini dikenal luas dengan judul “Kisah Sang Rasul”.

Menurut buku Perkembangan Moral dan Agama Anak, Nurkamelia Mukhtar AH, S.Pd.I., M.Pd., dkk. (2025), lirik Rohatil Athyaru Tasydu menggambarkan perjalanan hidup Rasulullah SAW sejak kelahiran hingga beliau diangkat sebagai Rasul terakhir.

Setiap baitnya menyampaikan pesan moral tentang perjuangan, keteladanan, serta nilai-nilai luhur Nabi Muhammad SAW yang dapat dijadikan teladan sepanjang zaman. Umat Muslim dapat mengambil hikmah dengan membaca liriknya.

Lirik Rohatil Athyaru Tasydu

Ilustrasi melantunkan lirik Rohatil Athyaru Tasydu. Foto: Unsplash

Lagu Rohatil Athyaru Tasydu pertama kali dilantunkan oleh Habib Syech Abdul Qodir Assegaf pada tahun 2014. Bagi umat Islam di Indonesia, lirik Rohatil Athyaru Tasydu menjadi sarana dakwah untuk mengenang perjuangan Rasulullah SAW.

Berikut lirik Rohatil Athyaru Tasydu yang dikutip dari buku Agar di Surga Bersama Nabi susunan Mohammad Mufid (2016):

1. Versi Arab dan Latin

راحت الأطيار تشدو فی ليالی المولد

Roohatil athyaaru tasyduu fii layaaliil maulidi

وبريق النور يبدو من معانی أحمد

Wa bariiqun-nuuri yabduu min ma’aanii Ahmadi

فی ليالی المولد

Fii layaaliil maulidi

مولد الهادی سلامی انت للأجيال عيد

Maulidul haadii salaamaa anta lil ajyaal ‘iidi

نورك العالی تسامی من حمی البيت المجيد

Nuurukal ‘aalii tasaamaa min himaal baitil majiid

وبريق النور يبدو من معانی أحمد

Wa bariiqun-nuuri yabduu min ma’aanii Ahmadi

فی ليالی المولد

Fii layaaliil maulidi

عندما نادی المنادی جاء شمس العالمين

‘inda maa naadaal munaadii jaa-a syamsul ‘aalamiin

وازدهت بين العباد طلعة الهادی الأمين

Wazdahat bainal ‘ibaadi thol’atul haadiil amiin

وبريق النور يبدو من معانی أحمد

Wa bariiqun-nuuri yabduu min ma’aanii Ahmadi

فی ليالی المولد

Fii layaaliil maulidi

Baca juga: 45 Lagu Religi Sholawat Terbaik dari Maher Zain

2. Versi Bahasa Indonesia

Ilustrasi melantunkan lirik Rohatil Athyaru Tasydu. Foto: Unsplash/Ahmed

Abdullah nama Ayahnya, Aminah ibundanya

Abdul Muttholib kakeknya, Abu Tholib pamannya

Khodijah istri setia, Fatimah putri tercinta

Semua bernasab mulia, dari Quraisy ternama

Inilah kisah sang Rosul, yang penuh suka duka

Inilah kisah sang Rosul, yang penuh suka duka

Oh penuh suka duka

Oh penuh suka duka

2 bulan di kandungan, wafat Ayahandanya

Tahun gajah dilahirkan, yatim dengan kakeknya

Sesuai adat yang ada, disusui Halimah

6 tahun usianya, wafat Ibu terpuja

Inilah kisah sang Rosul, yang penuh suka duka

Inilah kisah sang Rosul, yang penuh suka duka

Oh penuh suka duka

Oh penuh suka duka

8 tahun usia, kakeknya meninggalnya

Abu Tholib pun menjaga, paman paling membela

Saat kecil menggembala, dagang saat remaja

Umur 25, memperistri Khodijah

Inilah kisah sang Rosul, yang penuh suka duka

Inilah kisah sang Rosul, yang penuh suka duka

Oh penuh suka duka

Oh penuh suka duka

Di umur ke 30, mempersatukan bangsa

Saat peletakan batu, Hajar Aswad mulia

Genap 40 tahun, mendapatkan risalah

Ia pun menjadi Rosul, akhir para Anbiya

Inilah kisah sang Rosul, yang penuh suka duka

Inilah kisah sang Rosul, yang penuh suka duka

Oh penuh suka duka

Oh penuh suka duka

(SLT)