Konten dari Pengguna

Lolos SNBP 2026 Tapi Tidak Diambil, Apa Konsekuensinya?

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi lolos SNBP 2026 tapi tidak diambil. Foto: Unsplash.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi lolos SNBP 2026 tapi tidak diambil. Foto: Unsplash.

Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) adalah jalur masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang dinilai berdasarkan prestasi akademik siswa selama di sekolah. Dalam seleksi ini, kerap dijumpai siswa yang lolos SNBP namun memutuskan tidak melanjutkan proses daftar ulang.

Keputusan ini terjadi karena berbagai alasan. Misalnya, siswa memilih untuk masuk sekolah kedinasan di bawah kementerian lain, mendapat tawaran beasiswa luar negeri, atau memilih perguruan tinggi swasta favorit.

Lantas, apa sanksi dan konsekuensinya jika lolos SNBP 2026 tapi tidak diambil? Simak penjelasannya berikut ini!

Apakah Boleh Lolos SNBP 2026 Tapi Tidak Diambil?

Ilustrasi lolos SNBP 2026 tapi tidak diambil. Foto: Unsplash.

Berdasarkan ketentuan umum di laman SNPMB, siswa yang dinyatakan lolos seleksi SNBP 2026 tidak dapat mendaftar UTBK-SNBT 2026 dan jalur Mandiri di PTN manapun. Artinya, jika tidak diambil, siswa tersebut akan kehilangan kesempatan untuk masuk PTN melalui jalur mana pun di tahun yang sama.

Aturan ini juga berlaku untuk siswa yang sudah lolos SNBP pada tahun 2024 dan 2025, mereka tidak dapat mendaftar UTBK-SNBT 2026. Kebijakan ini bertujuan untuk mengatasi masalah kursi kosong di PTN. Jadi, siswa harus benar-benar mempertimbangkan pilihannya sebelum mendaftar SNBP.

Selain dikenakan kepada siswa, sanksi lolos SNBP 2026 tapi tidak diambil juga berdampak pada sekolah asal. PTN akan mengurangi kuota SNBP di tahun berikutnya untuk sekolah yang siswanya lolos, tetapi tidak melakukan daftar ulang. Pengurangan kuota ini juga berlaku untuk siswa yang memilih sekolah kedinasan setelah lolos SNBP.

Komponen Penilaian SNBP 2026

Ilustrasi komponen penilaian SNBP 2026. Foto: Unsplash.

Mengutip laman resmi SNPMB, komponen penilaian SNBP 2026 terdiri dari dua bagian, yaitu:

  • Nilai rapor seluruh mata pelajaran dengan bobot minimal 50 persen.

  • Nilai rapor maksimal 2 mata pelajaran pendukung program studi yang dituju, portofolio, dan prestasi, dengan bobot maksimal 50 persen.

Komposisi penilaian ini memberikan kesempatan bagi siswa dengan prestasi beragam. Selain siswa dengan nilai rapor tinggi, mereka yang memiliki prestasi di bidang tertentu atau portofolio kuat juga tetap memiliki peluang lolos seleksi.

Jadwal Lengkap SNBP 2026

Ilustrasi jadwal SNBP 2026. Foto: Unsplash.

Berikut jadwal lengkap pelaksanaan SNBP 2026 yang perlu diperhatikan oleh calon peserta dan pihak sekolah:

  • Pengumuman Kuota Sekolah: 29 Desember 2025

  • Masa Sanggah: 29 Desember 2025 - 15 Januari 2026

  • Registrasi Akun SNPMB Sekolah: 05 - 26 Januari 2026

  • Pengisian PDSS oleh Sekolah: 05 Januari - 02 Februari 2026

  • Registrasi Akun SNPMB Siswa: 12 Januari - 18 Februari 2026

  • Pendaftaran SNBP: 03 - 18 Februari 2026

  • Pengumuman Hasil SNBP: 31 Maret 2026

  • Masa Unduh Kartu Peserta SNBP: 03 Februari - 30 April 2026

Setelah pengumuman hasil SNBP, peserta yang dinyatakan lolos harus segera melakukan daftar ulang. Bagi yang berubah pikiran, tidak ada pilihan selain menerima konsekuensi tidak bisa mengikuti jalur seleksi PTN lainnya di tahun yang sama. Oleh karena itu, siswa disarankan berkonsultasi dengan guru BK atau wali kelas sebelum memutuskan mendaftar SNBP.

(FHK)

Baca juga: Link Cek Daya Tampung SNBP 2026 untuk Calon Mahasiswa