Konten dari Pengguna

Mabit di Muzdalifah, Berhenti Sejenak untuk Persiapan Melempar Jumroh

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Suasana jemaah haji 2021 mabit di Muzdalifah setelah wukuf di Arafah, Senin (19/7) malam. Foto: Makkah Region
zoom-in-whitePerbesar
Suasana jemaah haji 2021 mabit di Muzdalifah setelah wukuf di Arafah, Senin (19/7) malam. Foto: Makkah Region

Mabit di Muzdalifah merupakan rangkaian dari wajib haji yang harus ditunaikan para jamaah. Jika tidak dilakukan, maka ibadahnya dianggap tidak sah dan harus membayar denda (dam).

Secara bahasa, mabit berarti bermalam atau beristirahat. Dalam hal wajib haji, mabit dilakukan dengan berhenti sejenak di Muzdalifah pada malam hari, tepatnya pada tanggal 10 Dzulhijjah.

Dikutip dari buku Fikih untuk Kelas VIII Madrasah Tsanawiyah karya Hasbiyallah, mabit di Muzdalifah dilakukan untuk mempersiapkan segala sesuatu sebelum pelaksanaan lempar jumroh. Wajib haji ini boleh dilakukan sesaat, asal sudah lewat dari tengah malam.

Apa saja amalan yang dianjurkan saat melaksanakan mabit di Muzdalifah? Berikut rangkuman informasinya untuk Anda.

Amalan Saat Mabit di Muzdalifah

Mabit di Muzdalifah dikerjakan tepat setelah melakukan wukuf di Arafah. Umat Muslim yang hendak melaksanakannya dianjurkan untuk berhenti sejenak pada pertengahan malam, tepatnya pada tanggal 10 Dzulhijjah.

Jemaah haji 2021 melakukan Tawaf Ifadah setelah mabit di Muzdalifah, Selasa (20/7) Foto: Makkah Region

Dijelaskan dalam buku Tuntunan Lengkap Rukun Islam dan Doa karya Dr. Moch Syarif Hidayatullah, mabit di Muzdalifah tidak wajib diniatkan secara khusus karena niatnya sudah termasuk dalam ihram haji. Anjurannya dijelaskan dalam surat Al-Baqarah ayat 199 yang artinya:

"Kemudian bertolaklah kamu dari tempat bertolaknya orang-orang banyak (ke Muzdalifah) dan mohonlah ampun kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."

Adapun kegiatan yang dianjurkan saat mabit di Muzdalifah adalah melakukan shalat maghrib dan isya dengan jamak takhir qashar. Kemudian, boleh juga dilanjutkan dengan memungut 70 atau 49 butir batu sebagai persiapan untuk melempar jumroh.

Selain memungut batu, aktivitas lain yang dianjurkan ialah tidur dan menunaikan shalat shubuh. Disunahkan pula membaca talbiyah, dzikir, membaca Alquran, dan memanjatkan doa kepada Allah Swt. Adapun bacaan doa saat mabit di Muzdalifah adalah sebagai berikut:

اللَّهُمَّ إِنَّ هَذِهِ مُزْدَلِةُ جُمِعَتْ فِيهَا أَلْسِنَةُ مُخْتَلِفًّة تَسْألَُكَ حَوَائِجَ مُتَنَوِّعَةً فَاجْعَلْنِي مِمَّنْ دَعَاكَ فَاسْتَجَبْتَ لَهُ وَتَوَكَّلْ عَلَيْكَ فَكَفَّيْتَهُ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ

Allahumma inna haazdihi muzdalifatu jumi’ay fiihaa alsinatuan mukhtalifatun tas’aluka hawaaija mutanawwi’atan faj’alnii mimman da’aaka fastajabta lahu wa tawakkal’alaika fakafaitahu yaa arhamarraahimiin

Suasana jemaah haji 2021 mabit di Muzdalifah setelah wukuf di Arafah, Senin (19/7) malam. Foto: Makkah Region

Artinya: Ya Allah, sesungguhnya di Muzdalifah ini telah berkumpul orang dengan bermacam-macam bahasa yang memohon kepada-Mu keperluan yang juga beraneka ragam, maka masukanlah aku ke dalam golongan yang memohon kepada-Mu, lalu Engkau penuhi permintaan itu, yang berserah diri kepada-Mu, lalu Engkau lindungi, wahai Tuhan Yang Maha Pengasih dari segala Pengasih.

Kemudian, dianjurkan juga membaca doa berikut:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ أَنْ تَرْزُقَنِي فِي هَذَا الْمَكَانِ جَوَامِعَ الخَيْرَ كُلَّهُ وَأَنْ تُصْلِحَ شَأْنِي كُلَّهُ، وَأَنْ تَصْرِفَ عَنِّي الشَّرِّ كُلَّهُ  فإِنَّهُ لَايَفْعَلُ ذَلِكَ غَيْرُكَ وَلَا يَجُودُ بِهِ إِلَّا أَنْتَ

Allahumma inni as’aluka an tarzuqanii fii hadzaal makaani jawaami’al khaira kullahu wa an tushliha sya’nii kullahu wa antashrifa ‘anniisy syarri kullahu fainnahu laa yaf’alu dzaalika ghairuka walaa yajuudu bihi illa anta

Artinya: Ya Allah, sungguh aku memohon kepada-Mu, supaya Engkau menganugerahkan rezeki kepadaku dalam tempat ini berupa segala bentuk kebaikan supaya Engkau memperbaiki keadaanku seluruhnya dan menghilangkan dari segala bentuk keburukan karena tidak ada yang mampu melakukan selain Engkau dan tidak ada yang dapat memberikannya selain Engkau.

(MSD)

Frequently Asked Question Section

Apa yang dimaksud dengan mabit?

chevron-down

Secara bahasa, mabit berarti bermalam atau beristirahat. Dalam hal wajib haji, mabit dilakukan dengan berhenti sejenak di Muzdalifah pada waktu malam hari untuk mempersiapkan segala sesuatu sebelum pelaksanaan melontar jumrah.

Apa hukum melaksanakan mabit di Muzdalifah?

chevron-down

Hukumnya wajib, maka jamaah yang tidak melaksanakannya dianggap tidak sah melaksanakan ibadah haji dan harus membayar dam (denda).

Apa saja amalan yang disunahkan dilakukan saat mabit di Muzdalifah?

chevron-down

Berzikir, membaca Alquran, membaca talbiyah, dan memanjatkan doa kepada Allah Swt.