Konten dari Pengguna

Macam-Macam Adat Istiadat Jawa Tengah dan Tujuannya

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Adat Istiadat Jawa Tengah. Foto: Instagram/ardinarasti6
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Adat Istiadat Jawa Tengah. Foto: Instagram/ardinarasti6

Jawa Tengah adalah salah satu daerah di Nusantara yang dikenal kental dengan adat istiadatnya. Beberapa adat istiadat Jawa Tengah bahkan masih dipertahankan hingga kini. Adat tersebut mencakup upacara untuk menolak bala, pernikahan, dan lain-lain.

Adat istiadat merupakan instrumen penting bagi kehidupan masyarakat. Secara umum, adat istiadat adalah tata cara dalam upacara perkawinan, keagamaan, kematian, dan pakaian adat.

Adat istiadat juga merujuk pada ciri khas suatu masyarakat tertentu yang diperlukan untuk kelangsungan hidup bersama. Hal ini seperti dikatakan dalam buku Inovasi Pelayanan Publik Menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) karya Hendri Maduki, dkk. (2017).

Seperti dikatakan sebelumnya, daerah Jawa Tengah memiliki berbagai adat istiadat. Adat tersebut memiliki tujuan dan fungsi masing-masing. Untuk memperluas wawasan, mari simak pembahasannya di bawah ini.

Ilustrasi Adat Istiadat Jawa Tengah. Foto: Instagram/ardinarasti6 Foto: M Ibnu Chazar/ANTARA FOTO

Adat Istiadat Jawa Tengah

Berikut adat istiadat Jawa Tengah yang dikutip dari buku Makna Filosofi Tradisi Bedudukan oleh Ana Farida dan buku Cok Bakal Sesaji Jawa karya Wiranoto (2019):

1. Ruwatan

Ruwatan dikenal sebagai upacara pembebasan dari nasib buruk. Upacara tradisional Jawa ini juga diartikan sebagai upaya untuk menghindarkan atau mengatasi kesulitan batin yang mungkin akan diterima seseorang dalam hidupnya.

Upacara Ruwatan berawal dari keyakinan bahwa manusia yang dianggap cacat karena keberadaannya perlu ditempatkan dalam tata kosmis yang benar, sehingga perjalanan hidupnya menjadi lebih sejahtera dan bahagia.

Ada beberapa tata cara upacara ruwatan, yaitu menggelar wayang kulit dengan lakon murwakala siraman, potong rambut, menanam potongan rambut dan sesajen, serta tirakatan semalam suntuk.

2. Tingkeban

Tradisi Tingkeban biasanya digelar oleh wanita yang tengah hamil anak pertama. Tradisi ini diselenggarakan untuk mendoakan bayi agar nantinya lahir dengan normal, lancar, dan dijauhkan dari hal-hal buruk.

Tradisi ini mencakup sungkemen, siraman, brojolan, memutus lawe atau lilitan benang, memasukkan kelapa gading muda, memecahkan periuk dan gayung, minum jamu, nyolong endhog, dan berganti busana.

3. Brobosan

Tradisi brobosan dilakukan masyarakat Jawa apabila ada kerabat atau keluarga yang meninggal dunia. Upacara kematian ini dilakukan dengan berjalan secara bergantian sebanyak tiga kali di bawah keranda yang sedang diangkat tinggi-tinggi. Arahnya meliputi kanan, kiri, depan, dan kembali lagi ke kanan.

4. Tedhak Siten

Tedhak siten atau upacara turun tanah digelar untuk anak-anak berusia tujuh selapan atau 7 x 35 hari. Tujuannya untuk membuat anak mandiri, kuat, dan mampu menghadapi rintangan hidup.

Di samping itu, tedhak siten juga menandakan persiapan anak dari kecil hingga dewasa untuk menghadapi hidup dengan lancar serta penghormatan atas bumi yang menjadi tempat pijakan sang anak.

Terdapat beberapa tahapan tedhak siten, yakni menginjak bubur dari beras ketan, menaiki tangga yang terbuat dari tebu, mengais pasir, masuk ke kurungan ayam, penyebaran udik-udik, pembahasuhan dengan kembang bunga setaman, dan menggunakan busana bagus.

(GTT)

Frequently Asked Question Section

Apa yang Dimaksud dengan Adat Istiadat?

chevron-down

Adat istiadat adalah tata cara dalam upacara perkawinan, keagamaan, kematian, kebiasaan dan pakaian adat.

Apa Saja Adat Istiadat Jawa Tengah?

chevron-down

Ada beberapa adat istiadat Jawa Tengah, di antaranya tedhak siten, brobosan, dan lain sebagainya.

Apa Itu Tedhak Siten?

chevron-down

Tedhak siten atau upacara turun tanah adalah upacara yang digelar untuk membuat anak tubuh mandiri, kuat, dan mampu menghadapi rintangan hidup.