Macam-macam Bentuk Interaksi Sosial Asosiatif

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Interaksi sosial asosiatif diperlukan untuk menciptakan hubungan yang harmonis. Ada bermacam-macam bentuk interaksi sosial asosiatif yang dapat terjadi dalam kehidupan sehari-hari.
Sebagai makhluk sosial, manusia perlu berinteraksi dengan individu lain yang ada di dalam maupun luar kelompoknya. Dalam ilmu sosiologi, interaksi sosial dapat diartikan sebagai hubungan timbal balik antarindividu, antarkelompok, atau individu dengan kelompok.
Secara umum, ada dua bentuk interaksi sosial, yakni interaksi sosial asosiatif dan interaksi sosial disosiatif. Lantas, apa saja bentuk interaksi sosial asosiatif?
Bentuk Interaksi Sosial Asosiatif
Interaksi sosial asosiatif adalah bentuk interaksi positif yang mengarah pada persatuan. Interaksi jenis ini dapat diterapkan dimana pun dan kapan pun tanpa memandang usia, suku, ras, agama, atau status sosial.
Dikutip dari buku Ilmu Pengetahuan Sosial karangan Suwardi Waluyo dkk., interaksi sosial dapat dibedakan menjadi empat bentuk, yakni:
1. Kerjasama
Kerja sama adalah usaha yang dilakukan secara bersama-sama. Bentuk interaksi asosiatif ini dapat terjadi jika dua individu atau lebih mempunyai tujuan yang ingin dicapai bersama.
Selain kesamaan tujuan, kerja sama juga dapat didasari oleh beberapa motif, seperti ancaman dari luar atau merasa dirugikan oleh individu/kelompok lain. Kerja sama mempunyai beberapa bentuk sebagai berikut:
Bargaining atau tawar menawar dalam pertukarang barang dan jasa.
Cooptation atau proses penerimaan unsur-unsur baru dalam kepemimpinan di lingkup organisasi.
Coalition atau gabungan dua organisasi atau lebih untuk mencapai tujuan yang sama.
Joint venture adalah kerja sama dalam pengusahaan proyek-proyek tertentu dengan perjanjian pembagian keuntungan menurut porsi yang disepakati.
2. Akomodasi
Akomodasi merupakan upaya-upaya untuk meredakan pertentangan atau konflik di masyarakat. Proses akomodasi dapat dilakukan oleh individu maupun kelompok.
Selain untuk mengurai konflik, akomodasi juga memungkinkan terjadinya kerja sama antarindividu maupun kelompok yang bertikai. Beberapa bentuk akomodasi di antaranya koersi, kompromi, arbitrase, mediasi, toleransi, hingga ajudikasi.
3. Asimilasi
Menurut Taufiq Rohman Dhohiri dalam buku Pengenalan Sosiologi SMP Kelas VII, asimilasi terjadi saat dua kelompok masyarakat dengan latar berbeda berinteraksi secara intensif dalam jangka waktu lama. Interaksi tersebut membuat bercampurnya dua kebudayaan yang berbeda hingga menciptakan kebudayaan baru.
4. Akulturasi
Akulturasi hampir sama dengan asimilasi, hanya saja prosesnya tidak sampai mengubah kebudayaan dan nilai-nilai suatu kelompok. Bentuk interaksi asosiatif ini terjadi saat individu atau kelompok menerima unsur budaya asing. Budaya asing tersebut kemudian digabungkan dengan nilai-nilai atau budaya asli, sehingga individu atau kelompok tidak kehilangan jati diri.
Baca Juga: 4 Faktor yang Mempengaruhi Proses Interaksi Sosial dalam Ilmu Sosiologi
(GLW)
