Macam-macam dan Tanda Orang Tawadhu dalam Kehidupan Sehari-Hari

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sudah seharusnya bagi setiap Muslim untuk memiliki sifat tawadhu. Sifat ini akan membuat seseorang selalu tenang dalam menjalani kehidupannya. Tawadhu sendiri merupakan sifat atau watak manusia yang rendah hati dan tidak sombong.
Dalam buku Hakikat Tawadhu dan Sombong Menurut Al-Quran Dan As-Sunnah oleh Salim ‘Id Hilali (2007), pengertian tawadhu bisa dijelaskan dari dua sudut pandang, yakni secara etimologis dan terminologis.
Tawadhu secara etimologis adalah ketundukan dan rendah hati. Sedangkan secara terminologis, tawadhu adalah akhlak mulia yang meliputi banyak sekali kebaikan.
Macam-Macam Tawadhu
Dalam buku tersebut juga diterangkan terkait macam-macam tawadhu. Tawadhu terdiri dari dua macam, yaitu tawadhu terpuji dan tawadhu tercela. Tawadhu terpuji adalah sikap merendahkan diri kepada Allah dan tidak berbuat semena-mena atau memandang remeh terhadap sesama.
Adapun tawadhu yang tercela adalah sikap merendahkan diri di hadapan orang kaya dengan harapan mendapat sesuatu darinya. Oleh karena itu, orang yang berakal harus senantiasa menghindari tawadhu yang tercela dalam kondisi apapun.
Tanda-Tanda Orang yang Memiliki Sifat Tawadhu
Abdullah bin Jarullah dalam buku Fardhlu At-Tawadhu’ wa Dzamu Al-Kibr memberi gambaran tentang tanda-tanda orang tawadhu, yakni:
Jika menonjolkan diri terhadap sesamamu, maka kamu termasuk dalam golongan orang sombong. Sebaliknya, apabila kamu menyatu dalam kebersamaan dengan mereka maka kamu memiliki sifat tawadhu.
Apabila kamu berdiri dari tempat dudukmu dan mempersilakan orang berilmu dan berakhlak duduk di tempatmu maka kamu tawadhu.
Apabila kamu menyambut orang biasa dengan ramah dan wajah menyenangkan, menggunakan kata-kata akrab, memenuhi undangannya maka kamu memiliki sifat tawadhu.
Apabila kamu mengunjungi orang yang lebih rendah status sosialnya atau yang sederajat denganmu, atau membawakan barang-barang bawaan yang ada di tangannya, maka kamu termasuk golongan orang yang tawadhu.
Tanda Orang yang Memiliki Sifat Tawadhu
Selain itu, dalam buku Konservasi Sumber Daya Manusia dalam Ekosistem Pendidikan Islam oleh Dr. H. Darmadi, S.Ag., M.M., MM.Pd., M.Si., dijelaskan bahwa seseorang yang semakin bertambah ilmunya, akan semakin bertambah pula sikap tawadhu dan kasih sayangnya.
Semakin bertambah amalnya, akan semakin meningkat pula rasa takut dan waspadanya. Setiap kali bertambah usianya maka semakin berkurang ketamakan nafsunya. Setiap kali bertambah hartanya akan bertambah pula kedermawanan dan kemauannya untuk membantu sesama.
Selanjutnya, setiap kali seseorang bertambah tinggi kedudukan dan posisinya, maka semakin dekat pula dia dengan manusia, dan berusaha untuk memenuhi berbagai kebutuhan mereka serta bersikap rendah hati kepada mereka.
Ini karena orang yang tawadhu menyadari akan segala nikmat yang didapatnya adalah dari Allah. Nikmat tersebut datang untuk mengujinya apakah ia akan bersyukur atau kufur.
Jika seseorang memiliki sifat tawadhu, berarti dia telah membersihkan hatinya dari sifat sombong. Dia tidak memiliki hasrat untuk populer, sehingga akan selamat dari fitnah dunia dan berbagai macam dosa di dalamnya.
(IPT)
