Konten dari Pengguna

Macam-Macam Diyat, Hukuman bagi Pelaku Pembunuhan dan Penganiayaan

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi pembunuhan. Foto: pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pembunuhan. Foto: pixabay

Diyat adalah hukuman menyerahkan sejumlah harta oleh tindak pidana kepada korban kejahatan atau walinya. Dalam Islam, hukuman diyat disyariatkan kepada pelaku pembunuhan dan penganiayaan.

Mengutip buku Kumpulan Tanya Jawab Islam susunan PISS-KTB, ada beberapa syarat diberlakukannya hukuman diyat bagi seseorang. Di antaranya wali korban pembunuhan memaafkan pelaku dari hukuman pembalasan jiwa, pembunuh dilakukan secara tidak sengaja, dan tidak ada unsur membunuh di dalamnya.

Dalam Alquran, Allah Swt tidak pernah menyinggung tata cara hukuman diyat. Namun, para ulama fiqih mengkajinya dengan tuntas. Apa saja macam-macam diyat dalam Islam? Simak artikel berikut untuk mengetahui jawabannya.

Macam-Macam Diyat dalam Islam

Mengutip buku Fiqih Empat Imam Mazhab karya Abdurrahman Al-Juzzairi, diyat harus dibayarkan dengan tiga alat pembayaran, yakni unta, perak, dan emas. Namun, ulama mazhab Hanafiyyah mengatakan, dinar atau dirham bisa dijadikan sebagai alat pembayaran alternatif.

Macam-macam diyat terbagi menjadi dua, yakni berat dan ringan. Ketentuannya ditetapkan berdasarkan sabda Rasulullah SAW dan ijma para ulama.

Ilustrasi pembunuhan. Foto: pixabay

1. Diyat berat

Diyat berat (mughalladhah) dibayar dengan 100 unta yang terdiri dari 30 hiqqan (unta betina yang berumur 2-3 tahun), 30 jadza'ah (unta betina yang berumur 4 tahun, masuk pada tahun ke-5), dan 40 khalifah (unta betina yang sedang hamil).

Tindakan pidana yang dijatuhi hukum diyat berat adalah sebagai berikut:

  • Pembunuhan sengaja yang ahli warisnya memaafkan pelaku dari pembalasan jiwa.

  • Pembunuhan tidak sengaja atau serupa

  • Pembunuhan di bulan haram (Zulqaidah, Zulhijah, Muharram dan Rajab).

  • Pembunuhan di kota haram, yaitu Mekkah.

  • Pembunuhan orang yang masih mempunyai ikatan keluarga seperti Muhrim, Radha'ah atau Mushaharah.

  • Pembunuhan tersalah dengan tongkat, cambuk dsb.

  • Pemotongan atau membuat cacat angota badan tertentu.

Ilustrasi diyat. Foto: pixabay

2. Diyat ringan

Diyat ringan (mukhafafah) dibayar dengan 100 ekor unta yang terdiri dari 20 hiqqan, 20 jadza'ah, 20 ekor bintu-labun, 20 ekor ibnu-labun, dan 20 ekor bintu-makhat. Jika tidak ada unta, maka diyat bisa dibayar dengan harga unta yang dimaksud.

Ada pendapat ulama yang mengatakan, diyat boleh dibayar dengan uang 1.000 dinar atau 12.000 dinar. Adapun tindakan pidana yang boleh dijatuhi hukum diyat ringan adalah sebagai berikut:

  • Pembunuhan yang tersalah.

  • Pembunuhan karena kesalahan obat bagi dokter.

  • Pemotongan atau membuat cacat serta melukai anggota badan.

(MSD)

Frequently Asked Question Section

Apa itu diyat?

chevron-down

Diyat adalah sejumlah harta yang wajib diberikan karena suatu tindakan pidana kepada korban kejahatan atau walinya.

Apa saja macam-macam diyat?

chevron-down

Ada dua, yakni diyat ringan dan diyat berat.

Apa sebab seseorang dijatuhi hukuman diyat?

chevron-down

Karena wali korban pembunuhan memaafkan pelaku dari hukuman pembalasan jiwa, pembunuh tidak sengaja, dan tidak ada unsur membunuh dalam tindakannya.