Macam-macam Limbah Padat dan Upaya Menanggulanginya

Menyajikan informasi terkini, terbaru dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle dan masih banyak lagi.
Konten dari Pengguna
11 Januari 2021 10:14
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Limbah Padat di Tempat Sampah. Foto: Unsplash.
ADVERTISEMENT
Hampir seluruh kegiatan manusia akan menghasilkan limbah atau buangan. Limbah juga bisa disebut dengan sampah, karena limbah merupakan sesuatu yang dianggap tidak mempunyai nilai guna.
ADVERTISEMENT
Pengelompokan limbah berdasarkan wujud, salah satunya adalah limbah padat. Limbah padat adalah sisa aktifitas manusia yang bersifat padat, terdiri atas zat organik dan zat anorganik yang dianggap tidak berguna lagi. Limbah padat berasal dari kegiatan industri maupun domestik.
Apabila limbah padat dibuang di dalam air, pasti akan membuat air tersebut menjadi tercemar dan dapat menyebabkan makhluk hidup yang tinggal di dalamnya mati. Sehingga limbah ini harus dikelola agar tidak membahayakan lingkungan.
Di sini kami akan membahas lebih lengkap mengenai jenis-jenis serta apa saja upaya yang dapat dilakukan untuk mengurangi keberadaan limbah padat.
Limbah Padat. Foto: Unsplash.

Jenis-jenis Limbah padat

Berdasarkan sifat kimia terdapat dua jenis limbah padat, yaitu:
1. Limbah Padat Organik
ADVERTISEMENT
Limbah ini mengandung senyawa organik dan tersusun oleh unsur-unsur karbon, hidrogen, oksigen dan nitrogen. Bahan-bahan yang termasuk dalam jenis limbah padat ini antara lain daun-daunan, tulang, sisa makanan, sayuran, buah-buahan, dan sebagainya.
2. Limbah Padat Anorganik
Limbah padat ini sulit didegradasi oleh mikroorganisme di alam. Terdiri atas kaleng, plastik, besi, logam-logam serta bahan-bahan yang tidak tersusun oleh senyawa organik.
Berdasarkan sifat fisiknya, limbah padat digolongkan menjadi:
1. Limbah Padat Basah
Terdiri dari bahan-bahan organik yang mempunyai sifat mudah membusuk (sisa makanan, buah, maupun sayuran). Sifat utama dari limbah padat basah ini banyak mengandung air sehingga cepat membusuk terutama pada daerah tropis seperti Indonesia.
2. Limbah Padat Kering
ADVERTISEMENT
Tersusun dari bahan organik maupun anorganik yang sifatnya tidak mudah membusuk. Limbah padat kering ini terdiri atas dua golongan yaitu metallic rubbish, contohnya besi tua dan kaleng bekas. Dan yang kedua yakni non metallic rubbish seperti kaca, mika, dan keramik.
3. Limbah Padat Lembut
Terdiri dari partikel-partikel kecil, ringan, dan mempunyai sifat mudah berterbangan. Limbah ini dapat membahayakan pernafasan serta penglihatan. Wujudnya seperti debu yang dihasilkan pabrik-pabrik serta abu yang berasal dari sisa pembakaran kayu.
4. Limbah Padat Besar
Limbah padat ini memiliki ukuran yang cukup besar seperti bekas furniture (kursi dan meja), peralatan rumah tangga (kulkas dan TV), dan lain sebagainya.
5. Limbah Padat Berbahaya dan Beracun, B3 (Hazardous Waste)
ADVERTISEMENT
Limbah padat yang berbahaya baik terhadap manusia, hewan, maupun tanaman. Bentuknya seperti limbah yang berasal dari rumah sakit, limbah sisa pestisida, serta limbah berbahan radioaktif yang dapat menyebabkan ledakan.
Setelah mengetahui jenis-jenis limbah padat, kita harus mampu mengurangi keberadannya agar tidak membahayakan lingkungan sekitar. Berikut upaya yang bisa dilakukan untuk mengurangi limbah padat di sekitar kita.
Limbah Padat. Foto: Unsplash.

Upaya Menanggulangi Limbah Padat

Mengolah limbah padat yang berasal dari industri umumnya lebih sulit dibandingkan dengan sampah domestik. Berikut cara yang bisa dilakukan untuk mengurangi keberadaan limbah padat.
1. Insinerasi
Sebagian sampah tidak bisa terurai atau bahkan memiliki waktu untuk terurai yang sangat lama. Insinerasi atau proses pembakaran umumnya dilakukan untuk limbah padat industri. Cara ini dinilai efektif meskipun menimbulkan dampak negatif, yaitu timbulnya polusi udara bagi lingkungan sekitar.
ADVERTISEMENT
2. Daur Ulang
Bagi limbah yang berasal dari sampah domestik cara daur ulang masih memungkinkan untuk diaplikasikan. Misalnya sampah dengan berbahan kertas, bisa diolah kembali menjadi kertas kembali. Begitu juga dengan plastik bisa diolah untuk menjadi kerajinan maupun dialihfungsikan menjadi benda lain.
3. Memilah Sampah
Ketika tidak memiliki banyak waktu untuk mengelola sampah domestik, setidaknya kita dapat memilah dan memisahkannya. Cara ini akan memudahkan dalam proses penghancuran atau daur ulang.
Jika tidak ada waktu untuk mengelolanya, kita dapat memberikan sampah tersebut pada penampungan atau organisasi seperti waste4change untuk mengelolanya.
4. Cari Barang Alternatif
Upaya lain dalam mengurangi limbah padat adalah dengan cara mengganti sejumlah penggunaan barang domestik yang berpotensi menjadi sampah padat. Salah satunya yakni dengan mengurangi penggunaan tas belanja plastik dan membawa tas belanja sendiri dari kain maupun paper bag serta menggunakan tumbler sebagai pengganti botol plastik ketika minum.
ADVERTISEMENT
(VIO)