Konten dari Pengguna

Macam-Macam Lumut beserta Manfaatnya bagi Kehidupan Manusia

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 5 menit

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi tumbuhan lumut. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi tumbuhan lumut. Foto: Pixabay

Lumut adalah jenis tumbuhan nonvaskular yang tidak memiliki sistem pengangkut dari pembuluh kayu maupun pembuluh tapis. Berdasarkan bentuk tubuhnya, macam-macam lumut dapat diklasifikasikan menjadi tiga, yaitu lumut hati, lumut tanduk, dan lumut daun.

Mengutip buku Identifikasi dan Biodiversitas Tumbuhan Lumut di Blumah untuk Kelas X SMA/MA oleh Fadla Orsida (2021), lumut atau dikenal juga dengan istilah briofit merupakan peralihan dari tumbuhan air ke tumbuhan darat. Terdapat sekitar 23.000 spesies lumut yang tersebar di seluruh dunia.

Sejak jutaan tahun yang lalu, lumut sudah ada di muka bumi ini. Tumbuhan ini dikategorikan sebagai tanaman terestrial pertama yang memiliki kemiripan dengan alga.

Artikel ini akan membahas lebih lanjut mengenai lumut, mulai dari pengertian, ciri-ciri secara umum, hingga macam-macam lumut yang bermanfaat bagi manusia.

Pengertian Lumut

Ilustrasi lumut. Foto: Pexels

Lumut adalah organisme dari kingdom Plantae yang hidup di darat, tidak memiliki akar, batang, dan daun sejati, serta tidak memiliki pembuluh pengangkut.

Dikutip dari Seri IPA Biologi 1 SMP Kelas VII oleh Deswaty Furqonita (2006: 77), tumbuhan lumut termasuk dalam kelompok Bryophyta. Bryophyta berasal dari bahasa Yunani yang berarti tumbuh-tumbuhan lumut.

Organ pada tumbuhan lumut sudah lengkap, yaitu terdiri dari akar yang berupa rhizoid, batang, dan daun. Tumbuhan lumut tidak dapat tumbuh membesar, tetapi hanya dapat tumbuh memanjang dengan titik tumbuh terdapat pada ujung batang.

Lumut dapat dijumpai di berbagai tempat, seperti hutan, sungai, rawa-rawa, dan sebagainya. Di hutan, tumbuhan lumut ditemukan menempel pada pohon, batu, atau membentuk lapisan lantai dasar hutan.

Ciri-Ciri Lumut secara Umum

Ilustrasi tumbuhan lumut. Foto: Pexels

Dirangkum dari Biologi untuk SMA/MA Kelas X oleh Gunawan Susilowarno, dkk., (2007: 163-164), berikut adalah ciri-ciri lumut secara umum.

  • Bersel banyak dan bentuk tubuhnya pipih.

  • Lumut hidup melekat pada berbagai substrat, baik arboreal (pohon) maupun terestrial (kayu lapuk, tanah, dan bebatuan).

  • Dinding selnya terbentuk dari selulosa dan tidak memiliki jaringan yang diperkuat oleh lignin seperti jaringan penguat pada tumbuhan tingkat tinggi.

  • Sudah mempunyai rhizoid dan daun tetapi belum mempunyai akar, batang, dan daun yang sejati. Rhizoid berfungsi untuk melekatkan pada substrat serta menyerap zat-zat makanan dan air.

  • Tumbuhan lumut tidak mempunyai pembuluh angkut sehingga proses pengangkutan di dalam tubuhnya menggunakan sel-sel parenkim.

  • Habitatnya di tempat lembap dan basah, kecuali lumut jenis sphagnum yang dapat hidup di dalam air.

  • Penyebaran lumut bersifat kosmopolit, artinya dapat hidup di mana saja ada, dari daerah tropik sampai kutub.

  • Cara reproduksi tumbuhan lumut dilakukan secara vegetatif dan generatif.

  • Daur hidup lumut mengalami pergantian keturunan (metagenesis) antara keturunan vegetatif dengan generatif. Tumbuhan lumut penghasil gamet disebut gametofit, sedangkan lumut penghasil spora disebut sporofit.

  • Fase gametofit lebih dominan dari fase sporofit.

Macam-Macam Lumut

Ilustrasi lumut. Foto: Pixabay

Sebagaimana diketahui, tumbuhan lumut biasa hidup di tempat yang basah dan lembap. Beberapa spesiesnya juga hidup sebagai epifit yang menumpang di cabang pepohonan.

Tumbuhan lumut dapat membawa manfaat yang baik bagi kehidupan manusia. Namun, hal ini tergantung pada jenis dan habitatnya masing-masing.

Ada yang berperan mengukur tingkat polusi udara, menahan erosi, dijadikan sebagai obat, dan lain-lain. Dirangkum dari buku Biologi SMP Kelas VII, VIII, IX susunan Lailatus Sa'adah (2015), berikut ini macam-macam lumut selengkapnya:

1. Lumut Hati (Hepaticopsida)

Lumut hati memiliki bentuk tubuh yang pipih dan suka hidup menempel di atas permukaan tanah yang lembap. Jenis lumut ini sporofitnya tersembunyi. Contoh lumut hati yang biasa dijumpai yaitu Riccia nutans, marchantia, dan lunuria.

2. Lumut Daun (Bryopsida)

Berbeda dengan lumut hati, lumut daun justru memiliki ukuran tubuh yang cukup tebal, mirip seperti beludru. Jenis lumut ini suka hidup berkelompok dengan spesies sejenisnya.

Lumut daun disebut juga sebagai lumut sejati. Contoh spesies yang biasa dijumpai yaitu polytrichum dan sphagnum.

3. Lumut Tanduk (Anthocerotopsida)

Lumut tanduk suka hidup dan berkembang biak di tempat yang basah. Bentuk sporofit jenis lumut ini cenderung memanjang. Contohnya yaitu Anthoceros sp.

4. Lumut Kerak (Lichenes)

Jenis lumut ini terdiri dari beberapa kelompok yang memiliki sensitivitas berbeda terhadap polutan udara. Masing-masing memiliki karakteristik dan sifat yang berbeda.

Biasanya, kerak lumut dimanfaatkan sebagai indikator untuk mengukur tingkat polusi di suatu wilayah. Dikutip dari buku Biologi Interaktif Kelas X IPA susunan Tetty Setiowati dan Deswanty Furqonita (2007), berikut contoh spesiesnya:

  • Frutucose: Berbentuk seperti janggut, tumbuh memanjang, dan berwarna kuning kecoklatan atau kehijauan. Spesies ini menjadi indikator udara bersih di suatu wilayah.

  • Foliose: Berbentuk lembaran, mudah mengelupas, berwarna hijau, dan tumbuh melebar. Keberadaan foliose menandakan polusi udara di suatu wilayah berada di tingkat rendah.

  • Crustose: Melekat erat dengan substrat, berwarna putih kehijauan, abu kehijauan, atau oranye. Jenis lumut ini tumbuh melebar di suatu wilayah. Keberadaannya menandakan bahwa polusi udara di suatu wilayah berada di tingkat sedang.

Baca Juga: Proses Metagenesis pada Tumbuhan Lumut

Manfaat Lumut

Ilustrasi lumut yang menempel pada pohon. Foto: Pexels

Lumut memiliki peranan yang penting dalam menyediakan oksigen untuk tumbuhan lain. Selain itu, beberapa jenis lumut dapat dijadikan obat untuk mengatasi penyakit tertentu. Berikut adalah beberapa manfaat lumut bagi manusia dan lingkungan secara umum.

1. Manfaat Lumut Hati (Hepaticopsida)

Lumut hati dapat digunakan sebagai obat penyakit hepatitis atau radang hati. Adapun spesies lumut hati yang dimanfaatkan sebagai obat hepatitis adalah lumut jenis Marchantia polymorpha.

2. Manfaat Lumut Tanduk (Anthocerotopsida)

Lumut tanduk memiliki beragam manfaat untuk lingkungan, seperti penyubur tanah, mengurangi polusi udara, hingga menciptakan lingkungan yang lebih baik untuk membantu tanaman lain berkembang.

Lumut tanduk yang hidup di tanah dapat memberikan perlindungan bagi tanah dari paparan sinar ultraviolet matahari. Adapun cara kerjanya, lumut jenis ini akan menyerap cahaya matahari yang berlebihan agar tanah tetap lembap dan subur.

3. Manfaat Lumut Daun (Bryopsida)

Lumut Cratoneuron adalah salah satu spesies lumut daun yang dapat digunakan sebagai obat penyakit jantung. Meski begitu, efektivitas lumut daun sebagai bahan obat penyakit jantung masih membutuhkan penelitian lebih lanjut.

Selain berperan terhadap manusia, lumut daun juga bermanfaat terhadap lingkungan. Sphagnum adalah spesies lumut daun yang dapat membantu menyerap air dan menjaga kelembapan tanah.

Dikutip dari Botani Tumbuhan Rendah: Thallophyta, Bryophyta, Pteridophyta oleh Anisatu Z. Wakhidah, dkk., (2023: 45), Sphagnum memiliki sifat penyerap air sehingga dapat menjaga kepadatan tanah agar tidak mudah mengalami erosi.

Dengan manfaatnya tersebut, lumut daun juga berperan dalam mencegah bencana banjir, karena air hujan yang turun dapat diserap dengan baik oleh tumbuhan lumut.

4. Manfaat Lumut Kerak (Lichenes)

Tumbuhan lumut kerak bermanfaat sebagai vegetasi perintis, yaitu tumbuhan yang dapat menghancurkan batu-batuan menjadi tanah yang bisa digunakan sebagai tempat hidup organisme lain.

(MSD & SFR)

Frequently Asked Question Section

Apa nama latin dari tumbuhan lumut?
chevron-down

Bryophyta.

Bagaimana ciri-ciri tumbuhan lumut?
chevron-down

Suka hidup di tempat yang lembab, memiliki akar yang dapat menyerap air dari dalam tanah, dan umumnya tumbuh sebagai epifit di batang pepohonan.

Apa saja macam-macam lumut?
chevron-down

Lumut hati, lumut tanduk, lumut kerak, dan lain sebagainya.