Konten dari Pengguna

Macam-macam Majas dan Contohnya

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi menulis majas. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi menulis majas. Foto: Pixabay

Menurut Nurgiyantoro (1998), majas merupakan teknik pengungkapan bahasa, penggaya bahasa yang maknanya tidak menunjuk pada makna harfiah kata-kata yang mendukung, melainkan pada makna yang ditambah, makna yang tersirat. Jadi secara sederhana majas dapat dimaknai sebagai bahasa kiasan.

Majas biasa ditemui dalam karya sastra, termasuk puisi. Alasan mengapa seseorang menggunakan majas dalam karyanya adalah agar karya sastra menarik perhatian dan lebih hidup.

Ada beberapa majas yang kerap digunakan oleh para penyair untuk mengungkapkan pikiran dan perasaan mereka. Berikut adalah jenis-jenisnya:

Majas Personifikasi

Sesuai namanya, majas personifikasi merupakan gaya bahasa kiasan yang menggambarkan benda-benda mati seolah-olah mampu bertindak seperti manusia. Berikut adalah beberapa contohnya:

  • Bel berbunyi memanggil siswa

  • Nyiur melambai

  • Pasir berbisik tertiup angin di padang gurun

  • Gunung Merapi memuntahkan lahar dingin

Majas Simile

Simile merupakan perbandingan yang menggunakan kata bantu. Jadi seorang penulis langsung menyatakan bahwa sseseorang atau suatu benda sama dengan benda yang lain.

Pengungkapan ini menggunakan kata-kata yang menunjukan kesamaan yaitu: seperti, sama, sebagai, bagaikan, laksana, dan sejenisnya.

Contoh majas simile:

  • Pipinya bagaikan bak pao

  • Lantunan Alquran bagai pelita dalam kegelapan yang membimbing kita ke jalan yang benar

  • Saya membutuhkan senyuman Anda dalam kehidupan sehari-hari, seperti malam yang membutuhkan bulan.

  • Persahabatan kami layaknya rantai yang kokoh

Majas Metafora

Majas metafora menyatakan sesuatu sebagai hal yang serupa atau mirip dengan hal lain, yang sesungguhnya tidak sama. Majas metafora merupakan perbandingan analogis antara satu hal dengan hal lain, dan tidak menggunakan kata-kata seperti, layaknya, dan bagaikan.

Contoh majas metafora adalah:

  • Anita adalah seorang bintang kelas

  • Menteri itu mati kutu saat dimarahi Presiden

  • Tikus-tikus itu tidak tahu malu meski telah menggerogoti uang rakyat

Ilustrasi belajar. Foto: Pixabay

Majas Hiperbola

Majas hiperbola merupakan majas yang mengungkapkan sesuatu dengan menggunakan pilihan kata yang cenderung berlebih-lebihan, dramatis, bahkan terasa tidak masuk akal. Beberapa contoh majas hiperbola adalah sebagai berikut:

  • Hatiku meleleh ketika ia mengungkapkan perasaannya padaku

  • Hasil penemuan itu akan mengguncang dunia

  • Ketika berbicara dengan si dia, dunia ini seakan berhenti berputar.

  • Tatapan pengawas itu sangat tajam , seperti elang yang mengintai mangsanya

Majas Litotes

Berkebalikan dengan hiperbola, majas litotes digunakan untuk merendahkan diri. Meskipun keadaan sebenarnya adalah yang sebaliknya atau lebih bagus dari apa yang diungkapkan. Berikut adalah beberapa contohnya:

  • Kapan-kapan jika pergi ke Solo, saya harap Anda mau mampir ke gubuk kami.

  • Semoga Anda berkenan menerima bantuan kecil titipan dari Yang Maha Kuasa ini.

  • Terimalah diriku yang apa adanya ini untuk menjadi pasangan hidupmu.

Majas Ironi

Majas ironi merupakan majas yang menggunakan ungkapan yang bertentangan dengan fakta. Biasanya majas ini seakan-akan memberi pujian tetapi sebenarnya merupakan suatu sindiran.

Majas ironi adalah salah satu majas yang membutuhkan penekanan khusus pada nada bicara seseorang agar orang lain tidak menganggap bahwa makna yang diucapkan sama dengan yang ingin disampaikan.

Berikut adalah beberapa contoh majas ironi:

  • Rajin sekali, jam dua belas baru bangun

  • Sungguh indah sekali tulisan tanganmu seperti tulisan dokter

  • Harum sekali bau mulutmu bagai bunga rafflesia arnoldi

  • Cepat benar kamu datang, tamu yang lain sudah pulang.

(ERA)