Macam-Macam Thaharah beserta Media untuk Bersuci

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Thaharah merupakan perintah bersuci sebelum melaksanakan ibadah dalam ajaran Islam. Kedudukannya termasuk amalan yang penting karena merupakan salah satu syarat sahnya sholat.
Thaharah hukumnya wajib sebagaimana dijelaskan dalam Alquran surat Al Maidah ayat 6, yang berbunyi:
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا قُمْتُمْ اِلَى الصَّلٰوةِ فَاغْسِلُوْا وُجُوْهَكُمْ وَاَيْدِيَكُمْ اِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوْا بِرُءُوْسِكُمْ وَاَرْجُلَكُمْ اِلَى الْكَعْبَيْنِۗ وَاِنْ كُنْتُمْ جُنُبًا فَاطَّهَّرُوْاۗ وَاِنْ كُنْتُمْ مَّرْضٰٓى اَوْ عَلٰى سَفَرٍ اَوْ جَاۤءَ اَحَدٌ مِّنْكُمْ مِّنَ الْغَاۤىِٕطِ اَوْ لٰمَسْتُمُ النِّسَاۤءَ فَلَمْ تَجِدُوْا مَاۤءً فَتَيَمَّمُوْا صَعِيْدًا طَيِّبًا فَامْسَحُوْا بِوُجُوْهِكُمْ وَاَيْدِيْكُمْ مِّنْهُ ۗمَا يُرِيْدُ اللّٰهُ لِيَجْعَلَ عَلَيْكُمْ مِّنْ حَرَجٍ وَّلٰكِنْ يُّرِيْدُ لِيُطَهِّرَكُمْ وَلِيُتِمَّ نِعْمَتَهٗ عَلَيْكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ
Artinya: Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu hendak melaksanakan salat, maka basuhlah wajahmu dan tanganmu sampai ke siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kedua kakimu sampai ke kedua mata kaki. Jika kamu junub, maka mandilah. Dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, maka jika kamu tidak memperoleh air, maka bertayamumlah dengan debu yang baik (suci); usaplah wajahmu dan tanganmu dengan (debu) itu. Allah tidak ingin menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, agar kamu bersyukur.
Dikutip dari buku Ensiklopedi Shalat Jilid 1 terbitan Pustaka Imam Asy-Syafi'i, Rasulullah SAW juga menegaskan pentingnya berthaharah bagi umat Muslim. Beliau bersabda, “Tidak diterima sholat seseorang tanpa thaharah (bersuci).” (HR. Imam Muslim).
Islam membagi thaharah ke dalam berbagai macam kategori. Berikut macam-macam thaharah yang dapat diamalkan umat Muslim dalam kehidupan sehari-hari.
Macam-Macam Thaharah
Mengutip buku Fiqih Sunnah untuk Anak oleh Hamid Ahmad Ath-Thahir, secara umum thaharah terbagi menjadi dua macam, yaitu thaharah batin dan thaharah zhahir.
Thaharah batin adalah menyucikan diri dari segala penyakit hati, seperti iri, dengki, dan riya. Cara membersihkannya adalah dengan melakukan taubatan nasuha, yaitu memohon ampun kepada Allah dan berjanji tidak akan mengulanginya.
Thaharah zhahir adalah menyucikan diri dari kotoran dan hadas. Keduanya memiliki perbedaan dari segi cara bersucinya.
Membersihkan kotoran yang ada pada tubuh dan tempat sholat bisa dengan menggunakan air suci yang mengalir. Sedangkan untuk menyucikan hadas dapat dilakukan dengan cara wudu, mandi, dan tayamum.
Media untuk Melakukan Thaharah
Zaenal Abidin dalam buku Fiqh Ibadah menyebutkan, thaharah dapat dilakukan dengan menggunakan media berikut:
Air mutlak dan suci, yaitu air yang tidak berwarna, tidak memiliki rasa, dan tidak berbau.
Debu yang suci, yaitu debu yang ada di permukaan tanah. Hal tersebut sesuai dengan firman Allah dalam surat Al Maidah ayat 6 yang artinya, “Kemudian jika kamu tidak mendapatkan air, maka bertayamumlah kamu dengan tanah yang baik.”
Batu, yaitu salah satu media yang bisa digunakan untuk beristinja dengan syarat-syarat tertentu. Sebagaimana sabda Rasulullah, “Apabila salah seorang dari kamu pergi membuang hajat, maka hendaklah membawa serta tiga butir utuk beristinja. Sesungguhnya tiga batu itu akan mencukupinya.” (HR. Abu Dawud)
Dikutip dari buku Kitab Terlengkap Bersuci, Sholat, Puasa, Shalawat oleh Ruzdianto, saat berthaharah menggunakan batu ada beberapa syarat yang harus dipenuhi, yaitu:
Menggunakan paling sedikit tiga batu.
Dilakukan sebelum kotoran kering.
Kotoran tidak berpindah dan tidak berceceran.
Tidak tersentuh oleh sesuatu.
(IPT)
