Mad Thabi'i: Pengertian, Ciri-ciri, dan Contohnya dalam Alquran

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mad thabi'i adalah salah satu aturan dalam ilmu tajwid saat membaca Alquran. Ilmu tajwid sendiri merupakan pengetahuan tentang kaidah serta cara membaca Alquran dengan pembacaan yang sempurna dan sebaik-baiknya.
Mengutip Buku Pelajaran Ilmu Tajwid oleh Rois Mahfud, terdapat 6 unsur yang dipelajari dalam ilmu tajwid:
Makharijul huruf: tempat keluar masuk huruf
Shifatul huruf: cara pengucapan huruf
Ahkamul huruf: hubungan antar huruf
Ahkamul maddi wal qasr: panjang dan pendek ucapan
Ahkamul waqaf wal ibtida': memulai dan menghentikan bacaan
Al-Khat al-Usmani
Hukum mempelajari ilmu tajwid adalah fardhu kifayah. Namun, jika sudah memahami ilmu tajwid, maka hukum mengamalkannya saat membaca Alquran adalah fardhu 'ain.
Baca juga : Mad Iwad: Pengertian, Cara Membaca, dan Contohnya dalam Alquran
Pengertian Mad Thabi'i
Salah satu unsur yang dibahas dalam mad thobi'i adalah ahkamul maddi wal qasr, yakni panjang pendek ucapan. Mengutip buku Dasar-dasar Ilmu Tajwid oleh Dr. Marzuki, M.Ag. dkk., mad adalah memanjangkan suara dengan satu huruf di antara huruf-huruf mad atau lain (layyin) ketika bertemu dengan hamzah atau sukun atau karena adanya sebab tertentu.
Mad thabi'i adalah mad biasa, atau sering disebut mad ashli. Mad Thabi'i terjadi bila ada terdapat kondisi dan ciri-ciri seperti di bawah ini:
1. Huruf alif terletak sesudah harakat fathah
بَا = Huruf ba' berharokat fathah bertemu dengan alif
Ba' tersebut dibaca panjang dua ketukan atau satu alif. Contoh dalam ayat Alquran:
صِرَاطَ الَّذِيۡنَ اَنۡعَمۡتَ عَلَيۡهِمۡ
2. Huruf ya' mati terletak sesudah harakat kasrah
ذِيْ = Huruf dzal berharokat kasroh bertemu dengan ya'mati
Dzal tersebut dibaca panjang dua ketukan atau satu alif. Contoh dalam ayat Alquran:
صِرَاطَ الَّذِيۡنَ اَنۡعَمۡتَ عَلَيۡهِمۡ
3. Huruf wawu mati terletak sesudah harakat dhammah
فُوْ= Huruf fa' berharakat dhommah bertemu dengan wawu mati
Huruf fa' tersebut dibaca panjang dua ketukan atau satu alif. Contoh dalam ayat Alquran:
قَالَ رَجُلٰنِ مِنَ الَّذِيۡنَ يَخَافُوۡنَ اَنۡعَمَ اللّٰهُ عَلَيۡهِمَا
(ULY)
