Konten dari Pengguna

Majmu Syarif: Isi dan Waktu Mengamalkannya

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi membaca Majmu Syarif. Foto: Chaideer Mahyuddin/AFP
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi membaca Majmu Syarif. Foto: Chaideer Mahyuddin/AFP

Majmu Syarif adalah kitab yang berisi surat-surat pilihan dari Alquran. Kitab ini banyak dibaca, ditelaah, dihafal, dan diwiridkan secara rutin dalam praktik keagamaan masyarakat Indonesia.

Tidak diketahui pasti siapa yang menyusun kitab tersebut. Sebab, tak seperti kitab pada umumnya yang mencantumkan judul dan penulis di halaman depan, Majmu Syarif diterbitkan tanpa menyertakan informasi tersebut.

Meski begitu, Majmu Syarif tetap dijadikan sebagai panduan beramal saleh oleh umat Muslim. Bahkan, sudah sejak lama kitab ini menjadi pegangan umat Muslim di Indonesia. Banyak umat yang membawa Majmu Syarif ke tempat pengajian-pengajian atau majlis ta’lim.

Lalu, apa saja isi Majmu Syarif dan kapan waktu yang tepat untuk mengamalkannya? Simak artikel berikut ini untuk mengetahui penje

Isi Majmu Syarif dan Waktu Mengamalkannya

Ilustrasi Al-quran. Foto: Ratih Ra/Shutterstock

Secara bahasa, majmu’ artinya kumpulan, sedangkan syarif berarti kemuliaan. Jika digabungkan, majmu’ syarif dapat didefinisikan sebagai kumpulan kemuliaan.

Sesuai judulnya, Majmu Syarif berisi segala hal yang dibutuhkan oleh umat Muslim. Mulai dari surat-surat pilihan yang diambil dari Alquran al-Karim, doa-doa, dzikir-dzikir, dan sholawat atas Nabi Muhammad SAW yang disertai dengan hadits-hadits tentang surat-surat pilihan.

Mengutip jurnal Studi Sanad dan Matan Hadits dalam Majmu’ Syarif (Tahjiran wa Dirasatan) yang ditulis oleh Riski, surat-surat yang terdapat dalam kitab Majmu Syarif adalah sebagai berikut:

  • Yasin

  • Al-Kahfi

  • Al-Sajadah

  • Al-Fath

  • Al-Rahman

  • Al-Waqi’ah

  • Al-Mulk

  • Nuh

  • Al-Muzammil

  • An-Naba

  • Al-Ikhlas

  • Al-Falaq

  • An-Nas

Sedangkan, doa-doa yang terkumpul dalam kitab ini di antaranya:

  • Hayfat Haykal

  • Ratib al-Haddad

  • Al-Baqiyah Al-Shalihat

  • Kanz Al-Ars

  • Nur Al-Nubuwwah

  • Akasah

  • Istighfar

  • Doa dan dzikir dalam setiap keadaan

  • Doa dan dzikir dalam keadaan tertentu

  • Doa dan dzikir shalat tathawwu’

  • Doa sehari-hari

  • Sholawatan

  • Tahlil

  • Talqin

Ilustrasi Majmu Syarif. Foto: Aria Armoko/Shutterstock

Selain kumpulan bacaan, Majmu Syarif juga mengandung tata cara ibadah, baik yang diambil dari Alquran, hadits, maupun hasil ijtihad para ulama. Isi kitab itulah yang diharapkan dapat diamalkan oleh umat Muslim.

Waktu mengamalkan Majmu Syarif sendiri tidak ditentukan, kaum Muslimin boleh mengamalkannya kapan saja. Namun, lebih utama jika isi kitab ini diamalkan di waktu sepertiga malam terakhir. Sebab, pada saat itulah Allah turun ke langit dunia untuk menjawab doa-doa umat-Nya.

Diriwayatkan Al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah r.a., Rasulullah SAW bersabda, “Rabb kita tabaaraka wa ta'ala turun ke langit dunia pada sepertiga malam yang terakhir seraya berfirman: Siapa yang berdoa kepada-Ku maka akan Aku jawab do'anya, siapa yang meminta kepada-Ku maka akan Aku kabulkan permintaannya, dan siapa yang memohon ampunan kepada-Ku maka akan Aku ampuni dia.

Selain itu, kitab Majmu Syarif hendaknya diamalkan dalam keadaan berwudhu dan menghadap kiblat. Sesuai yang disunnahkan dalam hadits berikut:

Duduk yang paling bagus adalah yang menghadap ke arah kiblat.” (HR.Thabari dalam Tahdzib al-Atsar 776)

(ADS)

Frequently Asked Question Section

Apa yang dimaksud Makmu Syarif?

chevron-down

Secara bahasa, majmu’ syarif dapat didefinisikan sebagai kumpulan kemuliaan.

Buku Majmu Syarif isinya apa?

chevron-down

Majmu Syarif berisi segala hal yang dibutuhkan oleh umat Muslim.

Siapa penulis kitab Majmu Syarif?

chevron-down

Tidak diketahui pasti siapa yang menyusun kitab tersebut.