Makna 7 Hari Setelah Kematian Menurut Islam, Apa yang Terjadi?

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Momen 7 hari setelah kematian menurut Islam merupakan periode ujian bagi ahli kubur. Ujian tersebut berupa pertanyaan-pertanyaan dari Malaikat Munkar dan Nakir yang akan menentukan nasib ruh manusia di alam kubur.
Hal tersebut digambarkan dalam dalil yang dikutip buku Hujjah Amaliyah Ahlusunnah Waljama’ah oleh Muhammad Ropi’i.
"Imam Thawus mengatakan, orang yang telah meninggal dunia akan mendapatkan ujian dari Allah di dalam kuburnya selama tujuh hari. Untuk itu maka sebaiknya mereka (yang masih hidup) mengadakan sebuah jamuan makan (sedekah) untuknya selama hari-hari tersebut. Sampai kata-kata: dari sahabat Ubaid Ibn Umair, dia berkata, seorang mukmin dan seorang munafik sama-sama akan mengalami ujian dalam kubur. Bagi seorang mukmin akan mendapat ujian selama 7 hari, sedang seorang munafik selama 40 hari di waktu pagi."
Itu mengapa masyarakat kerap mengadakan doa bersama atau tahlil untuk meringankan ujian orang yang telah meninggal. Biasanya kegiatan tahlil berlangsung hingga tujuh hari. Apa sebenarnya arti tahlil?
Pengertian Tahlil
Di Indonesia, kegiatan doa bersama untuk orang yang telah meninggal disebut dengan tahlil. Menukil buku 7 Malam Pertama di Alam Kubur karangan Jamal Ma'mur Asmani, tahlil adalah tradisi khas bangsa Indonesia, khususnya ketika ada orang meninggal.
Tahlil biasanya berisi bacaan ayat-ayat Alquran, shalawat, tasbih, istighfar, kalimat tayyibah, dan doa. Tahlil merupakan cara untuk memohon kepada Allah SWT agar mengampuni dosa orang yang telah meninggal.
Setelah tahlil selesai, biasanya pihak keluarga akan membagikan makanan kepada orang yang hadir. Pahala dari doa dan sedekah makanan tersebut diharapkan dapat meringankan beban mayit di alam barzakh.
Urutan Bacaan Tahlil untuk Mayit
Berikut urutan bacaan tahlil untuk mayit yang dirangkum dari buku Refleksi Keberagamaan dalam Sistem Pengobatan Tradisional karangan Juhana Nasrudin.
Membaca surat Al Fatihah
Membaca surat Al Ikhlas sebanyak 3x
Membaca surat Al Falaq sebanyak 3x
Membaca surat An Nas sebanyak 3x
Membaca surat Al Fatihah
Membaca surat Al Baqarah ayat 1-5
Membaca surat Al Baqarah ayat 163
Membaca surat Al Baqarah ayat 255 (ayat kursi)
Membaca surat Al Baqarah ayat 284-286
Membaca surat Hud ayat 73
Membaca surat Al Ahzab ayat 33
Membaca surat Al Ahzab ayat 56
Membaca surat Ali Imran ayat 173
Membaca surat Al Anfal ayat 40
Membaca tahlil (laa ilaha illallah) sebanyak 11x, 21x, 33x, atau 100x
Membaca istighfar (astaghfirullah hal adzim)
Membaca shalawat nabi
Melantunkan bacaan takbir (allahu akbar)
Melantunkan bacaan tahmid (alhamdulillah)
Membaca doa khusus mayit
(DND)
