Konten dari Pengguna

Makna Asmaul Husna Ar Razzaq dan Macam-macam Rezeki dari Allah SWT

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Uang Koin. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Uang Koin. Foto: Unsplash

Ar Razzaq merupakan salah satu dari 99 Asmaul Husna yang berada di urutan ke-18. Secara bahasa, Ar Razzaq berasal dari kata razaqa atau rizq yang artinya rezeki atau pemberian untuk waktu tertentu.

Allah Ar Razzaq artinya Allah Maha Pemberi Rezeki kepada seluruh makhluk-Nya. Bahkan, binatang melata sekali pun telah dijamin rezekinya oleh Allah SWT. Alquran menegaskan:

وَمَا مِنْ دَاۤبَّةٍ فِى الْاَرْضِ اِلَّا عَلَى اللّٰهِ رِزْقُهَا وَيَعْلَمُ مُسْتَقَرَّهَا وَمُسْتَوْدَعَهَا ۗ كُلٌّ فِيْ كِتٰبٍ مُّبِيْنٍ

Artinya: “Dan tidak satupun makhluk bergerak (bernyawa) di bumi melainkan semuanya dijamin Allah rezekinya.” (QS. Hud: 6).

Melansir buku Terapi Mencerdaskan Hati karya Muhammad Syafie, Allah membagi rezeki sesuai dengan keperluan makhluk-Nya. Karena itu, setiap makhluk pasti akan mendapatkan rezeki yang berbeda.

Makna Ar Razzaq

Uang Kertas. Foto: Unsplash

Dalam buku Cerita & Makna Asmaul Husna Untuk Anak oleh Siti Wahyuni dan Arini Nurpadilah, rezeki adalah segala sesuatu yang diberikan Allah agar makhluk-Nya bisa hidup. Ada dua macam rezeki yang diberikan Allah kepada makhluk-Nya, yaitu:

  • Pertama, rezeki yang umum seperti harta kekayaan, anggota badan, dan keluarga. Rezeki ini diberikan kepada semua manusia, baik yang saleh maupun yang pendosa.

  • Kedua, rezeki yang khusus, yaitu berupa iman dan ilmu. Rezeki ini hanya diberikan kepada orang yang beriman.

Pelajaran yang dapat diambil dari Ar Razzaq ini adalah kita tidak perlu khawatir menjadi miskin, sebab Allah telah menjamin rezeki setiap orang. Tentunya rezeki yang diberikan Allah sesuai dengan usaha orang tersebut. Allah berfirman:

اِنَّ اللّٰهَ هُوَ الرَّزَّاقُ ذُو الْقُوَّةِ الْمَتِيْنُ

Artinya: “Sungguh Allah, Dialah Pemberi rezeki Yang Mempunyai Kekuatan lagi Sangat Kokoh.” (QS. Az Zariyat: 58).

Muhammad Fadlun juga menerangkan melalui bukunya Agar Rizki Berlimpah dan Hidup Berkah, bahwa rezeki adalah semua anugerah yang diberikan oleh Allah kepada makhluknya yang ada di alam ini. Meski begitu, rezeki tetap merupakan rahasia Allah SWT.

Seseorang tidak bisa mengatakan bahwa hasil dari apa yang diusahakan itu adalah rezekinya. Demikian juga dengan kadar rezeki yang diperoleh manusia, semua tidak ada yang mengetahui.

Ada orang yang sudah berusaha mati-matian pergi mencari rezeki ke berbagai tempat, bahkan harus berkelana ke negeri orang. Namun hasil yang didapat tidak sesuai dengan apa yang diharapkan.

Berdasarkan penjelasan di atas, sama sekali tidak dibenarkan seseorang merasa bangga telah berhasil dalam usahanya mencari rezeki yang seolah-olah tidak ada “faktor pemberian” dari Allah di situ. Apalagi jika seseorang menjadi suka pamer terhadap rezeki yang telah berhasil diraihnya.

Sebab, jika seseorang dihadapkan pada keberhasilan, dia akan tetap rendah hati dan mempertahankan bagaimana proses keberhasilan tersebut terjadi.

Di samping itu, jika dia belum berhasil meraih atau mencapai suatu usaha (dalam kata lain gagal), maka dia masih memiliki harapan besar kepada Allah SWT yang memiliki sifat Ar Razzaq.

(NDA)