Konten dari Pengguna

Makna dan Hukum Mengucapkan Ana Uhibbuka Fillah

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Illustrasi Cinta. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Illustrasi Cinta. Foto: Pixabay

Sebagai umat Muslim tentu kita harus mencintai sesuatu karena Allah SWT. Cara yang biasa diajarkan oleh Islam untuk mengungkapkan rasa cinta adalah dengan mengatakan ana uhibbuka fillah. Apa arti ana uhibbuka fillah?

Mengutip dari buku Al-Inayah - Kamus Saku Indonesia-Arab karangan Muh Nadjib Sadjak, ana uhibbuka fillah merupakan gabungan beberapa kalimat yang berasal dari bahasa Arab. Ana berarti aku atau saya, lalu uhibbuka yang artinya mencintai, dan fillah yang artinya karena Allah.

Maka jika digabungkan, arti ana uhibbuka fillah adalah aku mencintaimu karena Allah. Apabila dituliskan dalam huruf Arab, maka bentuk tulisannya seperti berikut ini.

أَنَا أُحِبُّكَ فِي اللَّهِ

Lalu, apa makna dari kalimat ana uhibbuka fillah ?

Makna Ana Uhibbuka Fillah

Illustrasi Cinta. Foto: Pixabay

Dalam Islam diterangkan bawa jika mencintai saudara atau lawan jenis harus didasarkan karena Allah SWT. Bahkan membenci pun juga harus karena Allah SWT. Hal ini berdasarkan kisah Rasulullah berikut ini.

أَنَّ عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ قَالَ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ مِنْ عِبَادِ اللهِ لَأُنَاسًا مَا هُمْ بِأَنْبِيَاءَ وَلَا شُهَدَاءَ يَغْبِطُهُمُ الْأَنْبِيَاءُ وَالشُّهَدَاءُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِمَكَانِهِمْ مِنَ اللهِ تَعَالَى قَالُوْا يَا رَسُوْلَ اللهِ تُخْبِرُنَا مَنْ هُمْ قَالَ هُمْ قَوْمٌ تَحَابُّوْا بِرُوْحِ اللهِ عَلَى غَيْرِ أَرْحَامٍ بَيْنَهُمْ وَلَا أَمْوَالٍ يَتَعَاطَوْنَهَا فَوَاللهِ إِنَّ وُجُوْهَهُمْ لَنُوْرٌ وَإِنَّهُمْ عَلَى نُوْرٍ لَا يَخَافُوْنَ إِذَا خَافَ النَّاسُ وَلَا يَحْزَنُوْنَ إِذَا حَزِنَ النَّاسُ وَقَرَأَ هٰذِهِ الْآيَةَ ( أَلَآ إِنَّ أَوْلِيَآءَ اللهِ لَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُوْنَ

Artinya: “Umar bin Khattab pernah berkata bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Sesungguhnya di antara hamba-hamba Allah terdapat beberapa manusia yang bukan para Nabi dan bukan orang-orang yang mati syahid. Para Nabi dan orang-orang yang mati syahid merasa iri kepada mereka pada hari Kiamat karena kedudukan mereka di sisi Allah Ta’ala.’

Para sahabat Nabi pun bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah engkau akan menceritakan kepada kami siapakah mereka?”

Lalu beliau bersabda, “Mereka adalah orang-orang yang saling mencintai dengan ruh dari Allah tanpa ada hubungan kekerabatan di antara mereka, dan tanpa adanya harta yang saling mereka berikan. Demi Allah, sesungguhnya wajah mereka adalah cahaya, dan sesungguhnya mereka berada di atas cahaya, tidak merasa takut ketika orang-orang merasa takut, dan tidak bersedih ketika orang-orang merasa bersedih.”

Dan akhirnya beliau membaca potongan ayat ini: “Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. (QS. Yunus: 62).” (HR. Abu Daud)

Hukum Mengucapkan Ana Uhibbuka Fillah

Illustrasi Cinta. Foto: Pixabay

Hukum mengucapkan ana uhibbuka fillah ini adalah sunah, namun bisa menjadi haram apabila memiliki tujuan yang buruk. Berikut ini hadist yang menerangkan hukum ana uhibbuka fillah menjadi sunah bila digunakan.

إِذَا أَحَبَّ أَحَدُكُمْ صَاحِبَهُ فَلْيَأْتِهِ فِي مَنْزِلِهِ فَلْيُخْبِرْهُ أَنَّهُ يُحِبُّهُ

Artinya: “Apabila salah seorang di antara kalian mencintai saudaranya, maka datanglah ke rumahnya, lalu beritahu ia bahwa engkau mencintainya.” (HR. At-Tirmidzi dan Ahmad).

Menurut hadis di atas, hukum mengucapkan ana uhibbuka fillah menjadi sunah apabila ditujukan kepada saudara dengan tujuan yang baik. Lalu, pada hadist lainnya Nabi Muhammad SAW juga bersabda:

وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَا تَدْخُلُوا الْجَنَّةَ حَتَّى تُؤْمِنُوا وَلَا تُؤْمِنُوا حَتَّى تَحَابُّوا أَوَلَا أَدُلُّكُمْ عَلَى شَيْءٍ إِذَا فَعَلْتُمُوهُ تَحَابَبْتُمْ أَفْشُوا السَّلَامَ بَيْنَكُمْ

Artinya: “Demi Zat yang jiwaku berada di tangan-Nya. Kalian tidak akan masuk surga sampai kalian beriman, dan tidak bisa sempurna keimanan kalian sampai kalian saling mencintai, maukah kalian aku beritahu sesuatu yang apabila kalian kerjakan kalian saling mencintai? Tebarkanlah salam di antara kalian.” (HR. Ahmad)

Sementara, dalam Alquran surat Al Ahzab ayat 32, Allah menerangkan penggunaan ucapan ana uhibbuka fillah menjadi haram hukumnya.

يٰنِسَاۤءَ النَّبِيِّ لَسْتُنَّ كَاَحَدٍ مِّنَ النِّسَاۤءِ اِنِ اتَّقَيْتُنَّ فَلَا تَخْضَعْنَ بِالْقَوْلِ فَيَطْمَعَ الَّذِيْ فِيْ قَلْبِهٖ مَرَضٌ وَّقُلْنَ قَوْلًا مَّعْرُوْفًاۚ

Artinya: “Wahai istri-istri Nabi! Kamu tidak seperti perempuan-perempuan yang lain, jika kamu bertakwa. Maka janganlah kamu tunduk (melemah lembutkan suara) dalam berbicara sehingga bangkit nafsu orang yang ada penyakit dalam hatinya, dan ucapkanlah perkataan yang baik.”

Maksud dari firman Allah tersebut adalah jika ingin mengungkapkan perasaan cinta kepada pasangan maka sampaikan dengan cara yang baik dan yakin. Namun, apabila tidak yakin lebih baik tidak mengucapkannya karena takut akan timbul berbagai prasangka buruk seperti fitnah.

(NDA)