Konten dari Pengguna

Makna Dzikir dalam Aquran dan Keutamaannya yang Perlu Dipahami Umat Muslim

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Alquran. Foto: Freepik
zoom-in-whitePerbesar
Alquran. Foto: Freepik

Rasulullah SAW mengajarkan kepada umatnya untuk selalu berdzikir kepada Allah SWT. Kata dzikir berasal dari ungkapan bahasa Arab yaitu dzakaro (ذَكَرَ - یَذْكُرُ – ذِكْراً) yang artinya mengingat, menyebut, mengenang.

Dalam syariat Islam, dzikir dimaknai sebagai mengingat atau menyebut nama Allah SWT. Sedangkan makna dzikir dalam Alquran adalah doa para penghuni surga untuk mengingat kekuasaan Allah SWT, sebagaimana dijelaskan dalam firman-Nya berikut ini:

دَعْوٰىهُمْ فِيْهَا سُبْحٰنَكَ اللهم وَتَحِيَّتُهُمْ فِيْهَا سَلٰمٌۚ وَاٰخِرُ دَعْوٰىهُمْ اَنِ الْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ ࣖ

Artinya: “Doa mereka di dalamnya ialah, “Subhanakallahumma” (Mahasuci Engkau, ya Tuhan kami), dan salam penghormatan mereka ialah, “Salam” (salam sejahtera). Dan penutup doa mereka ialah, “Al-hamdu lillahi Rabbil ‘alamin” (segala puji bagi Allah Tuhan seluruh alam).” (QS. Yunus: 10)

Makna Dzikir dalam Alquran

Alquran. Foto: Freepik

Menurut Syaikh Ibn Utsaimin dalam buku Menggali Kandungan Makna Surat Yasin karya Abu Utsman Kharisman, makna dzikir dalam Alquran terbagi ke dalam beberapa kategori, yaitu:

Pertama, dzikir dalam Alquran dimaknai sebagai nasehat. Allah SWT berfirman:

اِنَّمَا تُنْذِرُ مَنِ اتَّبَعَ الذِّكْرَ وَخَشِيَ الرَّحْمٰنَ بِالْغَيْبِۚ فَبَشِّرْهُ بِمَغْفِرَةٍ وَّاَجْرٍ كَرِيْمٍ

Artinya: "Sesungguhnya engkau hanya memberi peringatan kepada orang-orang yang mau mengikuti peringatan dan yang takut kepada Tuhan Yang Maha Pengasih, walaupun mereka tidak melihat-Nya. Maka berilah mereka kabar gembira dengan ampunan dan pahala yang mulia." (QS. Yasin: 11).

Kedua, dzikir bisa juga dimaknai sebagai wahyu, sebagaimana termaktub dalam surat Yunus ayat 104 yang berbunyi:

وَمَا تَسْـَٔلُهُمْ عَلَيْهِ مِنْ اَجْرٍۗ اِنْ هُوَ اِلَّا ذِكْرٌ لِّلْعٰلَمِيْنَ

Artinya: "Dan engkau tidak meminta imbalan apa pun kepada mereka (terhadap seruanmu ini), sebab (seruan) itu adalah pengajaran bagi seluruh alam."

Ketiga, dzikir merupakan nama lain dari Alquran. Ini tercantum dalam firman-Nya berikut ini:

اِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَاِنَّا لَهٗ لَحٰفِظُوْنَ

Artinya: "Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan Alquran, dan pasti Kami (pula) yang memeliharanya." (QS. Al Hijr: 9).

Imam Ibnu Qoyyim berpendapat, “Dzikrullah itu ialah Alquran yang telah Allah turunkan kepada Rasul-Nya, dengannya akan tenang hati orang yang beriman, karena hati tidak akan tenang kecuali dengan iman dan yakin. Dan tidak ada jalan untuk memperoleh keimanan dan keyakinan kecuali dengan Alquran.” Pendapat ini sesuai dengan firman Allah SWT:

فَاسْأَلُوا أَهْلَ الذِّكْرِ إِنْ كُنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ

Artinya: “Maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan jika kamu tidak mengetahui.” (QS. An-Nahl: 43)

Keutamaan Dzikir dalam Alquran

Alquran. Foto: Freepik

Adapun beberapa keutamaan dzikir dalam Alquran, sebagaimana dijelaskan oleh Khalid Basalamah dalam buku Dzikir Pagi dan Petang, yaitu:

1. Mendapat pahala besar serta dijauhi dari perbuatan keji dan munkar

Bagi siapa saja yang berdzikir usai sholat, maka ia akan mendapatkan pahala yang besar. Selain itu, ia juga akan dihindarkan dari perbuatan keji dan munkar. Alquran menjelaskan dalam surat Al Ankabut ayat 45:

اتْلُ مَا أُوحِيَ إِلَيْكَ مِنَ الْكِتَابِ وَأَقِمِ الصَّلَاةَ ۖ إِنَّ الصَّلَاةَ تَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ ۗ وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ ۗ وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ

Artinya: “Bacalah Kitab (Alquran) yang telah diwahyukan kepadamu (Muhammad) dan laksanakanlah sholat. Sesungguhnya sholat itu mencegah dari (perbuatan) keji dan mungkar. Dan (ketahuilah) mengingat Allah itu lebih besar (keutamaannya dari ibadah yang lain). Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al Ankabut: 45)

2. Akan diingat oleh Allah SWT

Bagi siapa yang berdzikir untuk mengingat Allah SWT, maka Dia juga akan mengingat hamba-Nya tersebut, sebagaimana bunyi firman-Nya berikut ini:

فَاذْكُرُونِي أَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوا لِي وَلَا تَكْفُرُونِ

Artinya: “Maka ingatlah kepada-Ku, Aku pun akan ingat kepadamu. Bersyukurlah kepada-Ku dan janganlah kamu ingkar kepada-Ku.” (QS. Al Baqarah: 152)

3. Diampuni seluruh dosa-dosanya

Allah SWT akan mengampuni orang yang berdzikir sebagaimana Dia mengampuni dosa Nabi Yunus dengan mengeluarkannya dari perut ikan. Alquran menegaskan dalam surat As Shaffat ayat 143-144:

فَلَوْلَا أَنَّهُ كَانَ مِنَ الْمُسَبِّحِينَ.لَلَبِثَ فِي بَطْنِهِ إِلَىٰ يَوْمِ يُبْعَثُونَ

Artinya: “Maka sekiranya dia tidak termasuk orang yang banyak berdzikir (bertasbih) kepada Allah, niscaya dia akan tetap tinggal di perut (ikan itu) sampai hari Berbangkit.

(NDA)