Makna Filemon 1 Ayat 4 Sebagai Ungkapan Sukacita Rasul Paulus

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
ยทwaktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Filemon 1 ayat 4 dalam Alkitab merupakan bagian surat yang ditulis oleh Rasul Paulus ketika dirinya mendekam di jeruji besi. Sebagian orang menyebutkan bahwa Surat Filemon memiliki latar belakang yang sama dengan Surat Kolose.
Rainer Scheunemman dalam buku Taf. Alk. Surat Paulus Kepada Filemon memaparkan bahwa Rasul Paulus menulis Surat Filemon untuk memberikan penjelasan agar Onesimus diterima kembali.
Onesimus sendiri merupakan budak Filemon yang sudah melarikan diri dari tuannya. Dalam hal ini, Filemon diminta menerima Onesimus dengan cara penghukuman yang biasanya dipraktikkan dalam zaman Kerajaan Romawi kala itu, yakni diminta menerimanya sebagai saudara sendiri.
Lantas, apa makna Filemon 1 ayat 4 dalam Alkitab? Lihat penjelasannya melalui artikel berikut.
Makna Filemon 1 Ayat 4
Agar lebih memahami makna Filemon 1 ayat 4, simak bunyi ayat Alkitab Filemon 1 ayat 1-7 di bawah ini:
"(1) Dari Paulus, seorang hukuman karena Kristus Yesus dan dari Timotius b saudara c kita, kepada Filemon yang kekasih, teman sekerja kami (2) dan kepada Apfia saudara perempuan kita dan kepada Arkhipus, teman seperjuangan kita dan kepada jemaat di rumahmu (3) Kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah, Bapa kita dan dari Tuhan Yesus Kristus menyertai kamu.
(4) Aku mengucap syukur kepada Allahku, setiap kali aku mengingat engkau dalam doaku (5) karena aku mendengar tentang kasihmu kepada semua orang kudus dan tentang imanmu kepada Tuhan Yesus (6) Dan aku berdoa, agar persekutuanmu di dalam iman turut mengerjakan pengetahuan akan yang baik di antara kita untuk Kristus. (7) Dari kasihmu sudah kuperoleh kegembiraan besar dan kekuatan, m sebab hati orang-orang kudus telah kauhiburkan, saudaraku."
Surat Filemon memang membicarakan penerimaan Onenimus, namun pada Pasal 1 ayat 4, surat Filemon fokus terhadap Filemon sebagai teman yang mungkin sudah dianggap keluarga oleh Paulus.
Dari kutipan ayat Alkitab tersebut, dapat diketahui bahwa ayat 1-3 merupakan salam. Sementara itu, ayat 4-7 adalah bentuk ucapan syukur Paulus.
Mengutip buku Sabda Bina Pemuda Edisi Desember 2020 oleh GPIB Indonesia, Rasul Paulus memiliki kedewasaan iman untuk membangun relasi kasih dengan banyak orang, salah satunya adalah Filemon.
Ayat Alkitab tersebut menujukkan kebahagiaan Paulus ketika mendengar kebaikan hati Filemon yang telah menolong banyak orang kudus. Paulus juga bersukacita karena iman Filemon terhadap Kristus.
Ketika menulis surat ini, Paulus tidak meratapi nasibnya sebagai tahanan. Paulus melupakan kesulitannya dan bersukacita karena Filemon menunjukkan kehidupan rohani yang semakin dewasa.
Paulus senang karena kehadiran Tuhan Yesus nembuat Filemon semakin beriman dan bersedia menjadi saluran berkat untuk banyak orang. Sebagai rasul dan gembala, Paulus selalu bersyukur saat menyebut Filemon di dalam doanya.
(GTT)
