Makna Hari Batik Nasional beserta Sejarah Penetapannya

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Hari Batik Nasional diperingati pada tanggal 2 Oktober setiap tahunnya. Ini dilakukan guna memperingati ditetapkannya batik sebagai warisan kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi.
Perjalanan penetapan Hari Batik Nasional bukanlah peristiwa yang sederhana. Pada 4 September 2008, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mendaftarkan batik untuk mendapatkan status ICHI melalui kantor UNESCO yang ada di Jakarta.
Pendaftaran ini dilakukan oleh Menko Kesejahteraan Rakyat mewakili pemerintah dan komunitas batik Indonesia. Proses pengukuhan batik sebagai warisan budaya dunia memerlukan waktu yang cukup lama.
Perkembangan batik yang populer membuat pemerintah Indonesia mencanangkan adanya hari batik. Bagaimana makna dan sejarah perkembangannya? Simak artikel berikut untuk mengetahui jawabannya.
Makna dan Sejarah Hari Batik Nasional
Batik merupakan warisan budaya yang harus diapresiasi dan dilestarikan. Dijelaskan dalam buku Mengenal Aneka Batik karya Suerna Dwi Lestari (2012), menurut sejarah Indonesia, batik dipercaya sudah ada sejak zaman Majapahit.
Warisan Nonbendawi ini menjadi sangat populer pada akhir abad ke XVIII atau awal abad XIX. Pada tahun 1920-an sampai abad XX, Indonesia berhasil menciptakan batik jenis tulis dan cap.
G.P Rouffaer berpendapat bahwa teknik batik ini diperkenalkan oleh India dan Sri Lanka pada abad ke-6 sampai ke-8. Mulai dari situ, batik terus diapresiasi dan dihargai keberadaannya oleh masyarakat luas.
Proses pengukuhan batik Indonesia sebagai warisan budaya dunia memerlukan waktu yang cukup lama sejak mulai didaftarkan. Pada tanggal 9 Januari 2009, pengajuan tersebut akhirnya diterima secara resmi.
Setelah itu, dilakukan pengujian secara tertutup oleh UNESCO. Dijelaskan dalam buku Kebanggaan Indonesia: Batik Menjadi Warisan Dunia karya Dodi Mawardi, pengujian ini berlangsung dari tanggal 11-14 Mei 2009 di Paris, Prancis.
Batik akhirnya dikukuhkan dan resmi terdaftar sebagai warisan kemanusiaan karya agung Budaya Lisan dan Nonbendawi pada tanggal 2 Oktober di Abu Dhabi. Sebelum batik, UNESCO terlebih dahulu mengakui keris dan wayang.
Pemerintah kemudian menerbitkan Kepres No. 33 Tahun 2009 untuk menetapkan Hari Batik Nasional. Ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran warga Indonesia akan upaya perlindungan dan pengembangan batik di Tanah Air.
Batik sendiri sempat menjadi isu hangat karena memicu pertikaian antara Indonesia dengan Malaysia yang sempat mengakui batik sebagai warisan budaya mereka. Namun akhirnya, penetapan batik Indonesia oleh UNESCO telah membawa pengaruh yang baik bagi bangsa kita.
Warisan budaya yang bernilai seni tinggi ini tentu tidak akan diakui oleh negara lain seperti sebelumnya. Sejalan dengan hal itu, penetapan Hari Batik Nasional telah membawa dampak positif dalam dunia perbatikan, khususnya di Tanah Air.
Para produsen dan perajin batik kian bersemangat memproduksi dan berinovasi terhadap desain-desain yang dimiliki. Ini membawa pengaruh baik pada perekonomian dan warisan budaya di Indonesia.
(MSD)
Frequently Asked Question Section
Kapan Hari Batik Nasional diperingati?

Kapan Hari Batik Nasional diperingati?
2 Oktober setiap tahunnya.
Kapan batik ada untuk pertama kalinya?

Kapan batik ada untuk pertama kalinya?
Menurut sejarah Indonesia, batik dipercaya sudah ada sejak zaman Majapahit.
Apa yang dimaksud dengan batik cap?

Apa yang dimaksud dengan batik cap?
Batik cap dihias dengan terktur dan corak yang dibentuk dengan cap, yaitu alat yang terbuat dari tembaga yang dibentuk sesuai dengan gambar atau motif yang dikehendaki.
