Konten dari Pengguna

Makna Ihdinas Sirotol Mustaqim dan Tafsirnya dalam Surat Al Fatihah

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 1 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Alquran. Foto: Freepik
zoom-in-whitePerbesar
Alquran. Foto: Freepik

Dalam surat Al Fatihah, terkandung kalimat doa agar kita senantiasa diberi hidayah oleh Allah SWT berupa petunjuk ke jalan yang lurus. Doa tersebut tercantum dalam ayat 6 yang bacaan latinnya berbunyi ihdinas sirotol mustaqim.

Syaikh Abdurrahman bin Nashir As Si’di rahimahullah menjelaskan dalam kitab berjudul Taisiirul Kariimir Rahman, hidayah berupa petunjuk ke jalan yang lurus adalah hidayah memeluk agama Islam dan meninggalkan agama-agama selain Islam.

Adapun hidayah dalam meniti jalan yang benar menurut Syaikh Abdurrahman bin Nashir As Si’di rahimahullah, yaitu diberi petunjuk tentang seluruh pengilmuan dan pelaksanaan ajaran agama Islam secara terperinci.

Imam Abu Ja’far bin Juraih rahimahullah berkata dalam Tafsir Alquran Al ‘Azim, “Para ahli tafsir telah sepakat seluruhnya bahwa shiratal mustaqim adalah jalan yang jelas yang tidak ada penyimpangan di dalamnya.

Makna Ihdinas Sirotol Mustaqim

Alquran. Foto: Freepik

Merujuk kitab berjudul Zaadul Masiir, Imam Ibnul Jauzi rahimahullah menjelaskan ada empat perkataan ulama tentang makna ihdinas sirotol mustaqim, yakni:

  1. Diriwayatkan oleh sahabat ‘Ali dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Lafadz ihdinas sirotol mustaqim ini bisa bermakna kitabullah.

  2. Lafadz ihdinas sirotol mustaqim yang telah termaktub dalam surat Al-Fatihah ini memiliki arti agama Islam.” (HR. Ibnu Mas’ud, Ibnu ‘Abbas, Al Hasan, dan Abul ‘Aliyah)

  3. Abu Shalih dari sahabat Ibnu ‘Abbas dan juga pendapat Mujahid rahimahumullah mengatakan, “Maksud lafadz ihdinas sirotol mustaqim adalah jalan petunjuk menuju agama Allah.

  4. Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma berpendapat, “Lafadz ihdinas sirotol mustaqim yang terdapat dalam surat Al-Fatihah memiliki makna jalan (menuju) surga.

Sedangkan Syaikh Shalih Fauzan hafidzahullah menjelaskan dalam kitab berjudul Duruus min Al Qur’an, makna sirotol (jalan) di sini adalah Islam, Alquran, dan Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ketiganya disebut dengan “jalan” karena mengantarkan kepada Allah SWT. Sedangkan al mustaqim adalah jalan yang tidak bengkok, lurus, dan jelas yang tidak akan menyesatkan orang yang melaluinya.

Tafsir Lafadz Ihdinas Sirotol Mustaqim dalam Surat Al Fatihah

Alquran. Foto: Freepik

Menurut Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI, lafadz ihdinas sirotol mustaqim dalam ayat 6 surat Al Fatihah adalah jalan bagi orang-orang yang telah diberi nikmat oleh Allah SWT. Mereka itu, seperti dijelaskan dalam surat An nisaa ayat 69, yaitu:

  1. Para nabi yang telah dipilih Allah SWT untuk memperoleh bimbingan sekaligus ditugaskan untuk menuntun manusia menuju kebenaran ilahi.

  2. Shiddiqin, yaitu orang-orang yang selalu benar dan jujur, tidak ternodai oleh kebatilan, tidak pula mengambil sikap yang bertentangan dengan kebenaran.

  3. Syuhada', yaitu mereka yang bersaksi atas kebenaran dan kebajikan, melalui ucapan dan tindakan mereka, walau harus mengorbankan nyawa sekalipun, atau mereka yang disaksikan kebenaran dan kebajikannya oleh Allah, para malaikat, dan lingkungan mereka.

  4. Salihin, yaitu orang-orang saleh yang tangguh dalam kebajikan dan selalu berusaha mewujudkannya.

(NDA)