Konten dari Pengguna

Makna Lagu O, Tuan – .Feast tentang Waktu dan Kematian

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Band Rock .Feast. Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Band Rock .Feast. Foto: Dok. Istimewa

Grup band rock asal Indonesia .Feast merilis lagu berjudul “O, Tuan” pada 30 Agustus 2024. Dengan judul yang unik, lagu ini menyimpan makna mendalam yang berkaitan dengan waktu dan kematian.

Lagu “O, Tuan” merupakan bagian dari album terbaru .Feast yang bertajuk Membangun dan Menghancurkan. Lagu ini berhasil menarik perhatian karena pesan yang disampaikannya.

Dengan melibatkan sejumlah musisi berbakat, album Membangun dan Menghancurkan menghasilkan karya yang tidak hanya menarik dari sisi musikal, tetapi juga sarat makna dalam setiap liriknya.

Makna Lagu O, Tuan dari .Feast

Ilustrasi makna lagu O, Tuan dari .Feast. Foto: Pixabay

Band yang beranggotakan Daniel Baskara Putra, Adnan Satyanugraha Putra, Dicky Renanda Putra, dan Fadli Fikriawan Wibowo ini dikenal dengan lagu-lagunya yang sering mengangkat isu sosial dan politik. Salah satu lagu terkenal dari .Feast adalah “O, Tuan”.

Dikutip dari akun @Feast di Geligi, lagu ini mengeksplor makna tentang waktu dan kematian. Makna waktu tergambar dalam lirik “bunga akan layu dan rumput akan mengering”, yang menandakan bahwa segala sesuatu bersifat sementara.

Waktu dalam lagu “O, Tuan” digambarkan sebagai sebuah kutukan dan ancaman, mencerminkan kecemasan yang sering muncul ketika memikirkan kematian. Ini menunjukkan bahwa waktu tidak hanya membawa penuaan, tetapi juga kehilangan.

Lagu “O, Tuan” juga mengeksplorasi rasa takut terhadap kematian. Hal ini tergambar dalam lirik "O Tuan, wahai Kematian", yang membuat .Feast seolah-olah mencoba berdialog dengan kematian. Tindakan ini mencerminkan kepasrahan, namun di sisi lain juga ada harapan agar kematian tersebut ditunda.

Sementara itu, dalam lirik "Ku tak bisa melawan jamah perhentian", tergambar ketidakberdayaan manusia dalam menghadapi takdir. Ini memunculkan pertanyaan tentang sejauh mana kita siap melepaskan orang yang kita cintai atau bahkan diri kita sendiri.

Lirik lagu O,Tuan dari .Feast

Lirik lagu O, Tuan dari .Feast. Foto: Pexels

Setelah memahami makna lagu ini, sangat disarankan untuk mempelajari lirik lagu “O, Tuan” secara keseluruhan agar dapat lebih mendalami pesan yang ingin disampaikan. Berikut lirik lengkapnya:

Oh jelas aku tahu

Bunga akan layu

Rumput kan mengering

Daun kan menguning

Kau tahu menurutku

Waktu adalah

Kutukan

Ancaman

Bualan

Dan satu per satu

Orang sekitarku

Mulai ditinggalkan

Oh ini peringatan

Untukku, o Tuan

Wahai Kematian

Ku tak bisa melawan

Jamah perhentian

Berjanji kuikhlaskan dengan rela

Namun jangan hari ini

Melihatmu masuk ke dalam ruang operasi

Berdoa semalam suntuk

Di kamar yang hening

Tanpa metafora dan analogi

Kiasan berbelit diksi

Tanpa berbungkus fiksi

Aku takut

Untuknya, o Tuan

Wahai Kematian

Ku tak bisa melawan

Jamah perhentian

Berjanji kuikhlaskan dengan rela

Namun jangan hari ini

Baca juga: Makna dan Lirik Lagu Memori Baik - Sheila On 7 feat. Aishameglio

(RK)