Makna Lagu Satu Bulan - Bernadya yang Sederhana Namun Terasa Pilu

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

‘Satu Bulan’ merupakan single hits Bernadya yang cukup sering diputar di Indonesia. Makna lagu ‘Satu Bulan’ memiliki lirik dengan diksi sederhana namun mampu membuat pendengar merasa relate dengan liriknya.
Lagu ini begitu dinikmati oleh banyak kalangan. Bernadya menggunakan aransemen musik yang sederhana dan penuh perasaan. Suaranya yang lembut berpadu dengan instrumen musik yang ringan, sehingga menciptakan suasana yang begitu personal
Setiap lagunya memiliki koneksi emosional di dalamnya. Dengan nada suara yang melankolis dan interpretasi lirik yang mendalam, ia mampu menyampaikan kesedihan dan kerinduan secara autentik, yang membuat lagu-lagunya lebih "hidup" di hati pendengar.
Makna Lagu Satu Bulan – Bernadya
Makna lagu ‘Satu Bulan’ mampu menyampaikan rasa kesedihan seorang perempuan dengan sangat indah. Lagu ini bercerita tentang seorang perempuan yang masih belum bisa move on dari sang kekasih. Namun, sang kekasih sudah lebih dulu melupakannya.
“Belum ada satu bulan
Ku yakin masih ada sisa wangiku di bajumu
Namun kau tampak baik saja
Bahkan senyummu lebih lepas
Sedang aku di sini hampir gila”
Bait lirik lagu di atas bisa bermakna bahwa si perempuan merasa kecewa melihat mantannya terlihat baik-baik saja setelah putus, sedangkan dirinya mengalami depresi.
“Sudah adakah yang gantikanku?
Yang khawatirkanmu setiap waktu?
Yang cerita tentang apapun sampai hal-hal tak perlu?”
Si perempuan mulai mempertanyakan beberapa hal dalam pikirannya tentang sang mantan. Dari lirik itu terlihat perasaan denial si perempuan bahwa ia masih tak ingin sang mantan sudah menemukan pengganti dirinya.
Secara lebih lengkap bisa kalian simak lirik lagu ‘Satu Bulan’ Bernadya di bawah ini:
Belum ada satu bulan
Ku yakin masih ada sisa wangiku di bajumu
Namun kau tampak baik saja
Bahkan senyummu lebih lepas
Sedang aku di sini hampir gila
Kita tak temukan jalan
Sepakat akhiri setelah beribu debat panjang
Namun kau tampak baik saja
Bahkan senyummu lebih lepas
Sedang aku di sini belum terima
Bohongkah tangismu sore itu di pelukku?
Nyatanya pergiku pun tak lagi mengganggumu
Apa sudah ada kabar lain yang kau tunggu?
Sudah adakah yang gantikanku?
Yang khawatirkanmu setiap waktu?
Yang cerita tentang apapun sampai hal-hal tak perlu?
Kalau bisa jangan buru-buru
Kalau bisa jangan ada dulu
Baru lewat satu bulan
Kemarin ulang tahunku tak ada pesan darimu
Tak apa, mungkin kau lupa
Atau sudah ada hati yang harus kau jaga?
Sudah adakah yang gantikanku?
Yang kau antar jemput setiap Sabtu?
Yang s’lalu ingatkan untuk pakai sabuk pengamanmu
Kalau bisa jangan buru-buru
Sudah adakah yang gantikanku?
Yang khawatirkanmu setiap waktu?
Yang cerita tentang apapun sampai hal-hal tak perlu?
Kalau bisa jangan buru-buru
Kalau bisa jangan ada dulu
Baca Juga: Makna Lagu Blue Kamal dan Liriknya
(SFN)
