Konten dari Pengguna

Makna Lambang Tut Wuri Handayani, Semboyan Pendidikan dari Ki Hajar Dewantara

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi siswa SMP Foto: Diah Harni/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi siswa SMP Foto: Diah Harni/kumparan

Berkenaan dengan bulan pahlawan, maka Tut Wuri Handayani sebagai semboyan pendidikan yang diciptakan oleh Ki Hajar Dewantara patut untuk turut diperbincangkan. Ki Hajar Dewantara atau biasa dikenal dengan sebutan Bapak Pendidikan adalah salah satu pahlawan di Indonesia yang memperjuangkan hak untuk mengenyam pendidikan bagi para warganya.

Dari sekian banyak semboyan pendidikan yang diberikan seperti Ing Ngarsa Sung Tulada dan Ing Madya Mangun Karsa, Ki Hajar Dewantara mengenalkan kita kepada semboyan lain yakni Tut Wuri Handayani.

Tut Wuri Handayani sendiri memiliki arti "dari belakang, mendorong". Hal ini berkaitan dengan kalimat bahwa sebagai seorang pendidik atau guru harus bisa memberikan arahan, semangat, dan motivasi kepada anak didiknya.

Ini juga menunjukkan bahwa Ki Hajar Dewantara sebagai pahlawan pendidikan telah banyak memberikan sumbangsihnya terhada dunia pendidikan Tanah Air.

Ki Hajar Dewantara, Pahlawan Pendidikan. (Foto: Wikimedia Commons)

Lahirnya Lambang Tut Wuri Handayani

Lambang Tut Wuri Handayani lahir karena adanya sayembara yang diadakan oleh Departemen Pendidikan dan Kebudayaan pada tahun 1977. Sayembara tersebut ada karena dari awal pembentukan, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan belum memiliki logo resmi yang digunakan.

Dari 1.600 logo yang diseleksi, belum ditemukan logo yang sesuai dengan norma penilaian. Namun terdapat 10 lambang yang digolongkan terbaik sehingga dibuat modifikasi yang akhirnya melahirkan lambang Tut Wuri Handayani melalui SK Menteri Nomor 0398/M/1977 pada 6 September 1977.

Makna Lambang Tut Wuri Handayani

Lambang Tut Wuri Handayani. Foto: kemdikbud.go.id

Dilihat dari lambangnya, terdapat 5 aspek yang menjadi sorotan.

  1. Bidang segi lima (biru muda) menggambarkan alam kehidupan pancasila

  2. Semboyan Tut Wuri Handayani yang memiliki makna pemberian dukungan atau motivasi dari seorang pendidik kepada anak didiknya. Hal ini juga sebagai bentuk penghormatan kepada Ki Hajar Dewantara atas jasa-jasanya dalam menjadi seorang pahlawan pendidikan

  3. Belencong menyala bermotif garuda. Belencong merupakan lampu khusus dalam pertunjukkan wayang kulit untuk membuat pertunjukkan jadi hidup. Sedangkan burung garuda, yang menjadi motif belencong tersebut menggambarkan sifat dinamis yang gagah perkasa, mampu dan berani mengarungi angkasa luas. Ekor dan sayap garuda digambarkan masing-masing lima yang memiliki arti "satu kata dengan perbuatan Pancasilais"

  4. Buku. Seperti yang telah diketahui bahwa buku merupakan sumber ilmu, jendela kehidupan yang akan berguna bagi kehidupan manusia

  5. Keanekaragaman warna. Warna putih pada ekor, sayap garuda, dan buku melambangkan kesucian yang tanpa pamrih. Warna kuning emas menyala pada api berarti keagungan dan keluhuran pengabdian. Warna biru muda yang menjadi dasar segi lima memiliki arti bahwa pengabdian yang tak kunjung putus dengan memiliki pandangan hidup yang mendalam.

(HDP)