Makna Perlengkapan Upacara Tedak Siten, dari Jadah hingga Pala Pendem

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tedak Siten adalah salah satu upacara adat dari tanah Jawa. Tradisi ini digelar untuk anak yang menginjak usia tujuh selapan atau 7 x 35 hari. Biasanya, Tedak Siten dilakukan di halaman rumah.
Mengutip buku Moms and the City: Cerita Seru Mamud Masa Kini tulisan Joy Roesma dan Nadia Mulya (2014:298), Tedak Siten berasal dari kata tedak, yang artinya menapakkan kaki dan siten yang berarti bumi atau tanah.
Upacara Tedak Siten menjadi wujud penghormatan terhadap bumi dan orangtua agar mampu membimbing si kecil dalam menjalani hidup yang penuh rintangan. Upacara ini juga menandakan bahwa anak diperbolehkan menginjak tanah atau bumi.
Perlengkapan Tedak Siten
Mengutip buku Indonesia nan Indah Upacara Adat karya Maryani (2010:14-15), ada beberapa perlengkapan yang dibutuhkan dalam tradisi ini, di antaranya:
Jadah dengan warna putih, kuning, merah, biru, jingga, ungu dan hitam.
Sesaji selamatan yang terdiri dari nasi tumpeng dengan sayur mayur, bubur merah dan putih, bubur boro-boro, jajanan pasar, pala pendem atau umbi-umbian.
Tangga yang terbuat dari batang tebu ungu.
Bunga setaman dalam bakor besar dan tanah.
Beras kuning dan beberapa lembar uang.
Kurungan ayam yang dihias janur kuning dan kertas warna-warni.
Padi, kapas, dan sekar telon (tiga macam bunga, misalnya, mawar, melati, dan kenanga)
Beragam barang berharga seperti kalung, gelang, dan lainnya.
Barang bermanfaat, misalnya alat tulis, buku, dan sebagainya yang dimasukkan ke dalam sangkar.
Makna Perlengkapan Tedak Siten
Perlengkapan yang digunakan dalam upacara bukan hanya sekadar properti namun juga mengandung makna khusus. Berikut makna di balik properti Tedak Siten:
Jadah
Jadah atau uli menggambarkan simbol kehidupan yang akan dilalui si kecil. Sementara itu, tujuh warnanya adalah gambaran kehidupan yang memiliki rintangan dan banyak pilihan. Dalam hal ini, si anak diharapkan mampu mengambil keputusan dan mengatasi rintangan tersebut.
Jajanan Pasar
Bukan sekadar makanan, jajanan pasar juga mempunyai makna tersirat. Jajanan melambangkan kondisi anak yang nantinya akan berinteraksi dengan berbagai karakter manusia. Anak diharapkan mampu bersosialisasi dengan baik.
Kurungan Ayam
Kurungan ayam mencerminkan dunia atau kehidupan bermasyarakat. Anak yang masuk ke kurungan menggambarkan ia masuk ke dalam lingkungan masyarakat luas. Anak diharapkan kelak mampu menyesuaikan diri dan mematuhi segala peraturan bermasyarakat.
Tangga
Tradisi Tedak Siten membutuhkan tangga yang terbuat dari tebu wulung atau tebu arjuna berwarna ungu. Tebu mencerminkan anteping kalbu atau ketetapan hati anak dalam mengejar cita-citanya agar lekas tercapai.
Tumpeng
Tumpeng melambangkan permohonan orangtua kepada Tuhan YME agar putra atau putri mereka menjadi anak yang berguna kelak. Sayur kacang panjang di dalamnya menjadi harapan agar si anak berumur panjang, kecambah melambangkan kesuburan, dan kangkung mencerminkan anak yang mampu bertumbuh dan berkembang.
Pala Pendem
Pala Pendem atau umbi-umbian dalam Tedak Siten melambangkan harapan orangtua agar anak memiliki sifat andhap asor atau tidak sombong.
(GTT)
Frequently Asked Question Section
Apa Itu Tedak Siten?

Apa Itu Tedak Siten?
Tradisi masyarakat Jawa yang digelar untuk anak yang menginjak usia tujuh selapan atau 7 x 35 hari.
Tujuan Tedak Siten

Tujuan Tedak Siten
Wujud penghormatan terhadap bumi dan orangtua agar mampu membimbing si kecil dalam menjalani hidup yang penuh rintangan.
Perlengkapan Tedak Siten

Perlengkapan Tedak Siten
Jadah, kurangan ayam, dan lainnya.
