Makna Rahmatan Lil 'Alamin Lengkap dengan Pendapat Sejumlah Ahli Tafsir

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Islam adalah agama yang rahmatan lil ‘alamin, artinya membawa rahmat untuk semua umat. Dikatakan demikian karena Islam datang membawa ketenangan, kedamaian, keamanan, dan perlindungan kepada umat manusia.
Agama Islam menjunjung tinggi hak-hak asasi manusia. Setiap Muslim diwajibkan untuk saling menghargai dan memuliakan manusia, tanpa terkecuali. Perintah ini tersirat dalam Surat Al-Isra ayat 70 yang berbunyi:
وَلَـقَدۡ كَرَّمۡنَا بَنِىۡۤ اٰدَمَ وَحَمَلۡنٰهُمۡ فِى الۡبَرِّ وَالۡبَحۡرِ وَرَزَقۡنٰهُمۡ مِّنَ الطَّيِّبٰتِ وَفَضَّلۡنٰهُمۡ عَلٰى كَثِيۡرٍ مِّمَّنۡ خَلَقۡنَا تَفۡضِيۡلًا
Artinya: “Dan sungguh, Kami telah memuliakan anak cucu Adam, dan Kami angkut mereka di darat dan di laut, dan Kami beri mereka rezeki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka di atas banyak makhluk yang Kami ciptakan dengan kelebihan yang sempurna.”
Arti Rahmatan Lil ‘Alamin
Pemahaman bahwa Islam adalah agama rahmatan lil 'alamin belum dapat dimengerti sepenuhnya oleh umat Islam itu sendiri.
Banyak Muslim yang masih salah kaprah dalam memahaminya. Kesalahan ini bisa memengaruhi banyak aspek, terutama akidah dan akhlak.
Secara bahasa, kata rahmat berarti kelembutan yang berpadu dengan rasa iba. Kata ini bisa juga diartikan sebagai kasih sayang. Artinya Rasulullah SAW diutus oleh Allah SWT untuk memberikan kasih sayang kepada seluruh manusia.
Pemahaman Rahmatan Lil ‘Alamin Menurut Ahli Tafsir
Para ahli tafsir mengartikan rahmatan lil ‘alamin ke dalam banyak pemahaman, berikut penjelasannya:
Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah
Ibnu Qayyim menafsirkannya ke dalam dua pendapat. Pertama, alam semesta secara umum mendapat manfaat dengan diutusnya Nabi Muhammad SAW.
Kedua, Islam adalah rahmat bagi setiap manusia. Orang yang beriman akan menerima rahmat ini dan mendapatkan manfaatnya di dunia maupun di akhirat.
Sedangkan orang kafir menolaknya. Sehingga bagi orang kafir, Islam tetap dikatakan rahmat bagi mereka, namun mereka enggan menerima.
Muhammad bin Ali Asy Syaukani dalam Fathul Qadir
“Makna ayat ini adalah ‘Tidaklah Kami mengutusmu, wahai Muhammad, dengan membawa hukum-hukum syariat, melainkan sebagai rahmat bagi seluruh manusia tanpa ada keadaan atau alasan khusus yang menjadi pengecualian’. Dengan kata lain, ‘satu-satunya alasan Kami mengutusmu, wahai Muhammad, adalah sebagai rahmat yang luas. Karena kami mengutusmu dengan membawa sesuatu yang menjadi sebab kebahagiaan di akhirat’ ”
Muhammad bin Jarir Ath Thabari dalam Tafsir Ath Thabari
“Para ahli tafsir berbeda pendapat tentang makna ayat ini, tentang apakah seluruh manusia yang dimaksud dalam ayat ini adalah seluruh manusia baik mu’min dan kafir? Ataukah hanya manusia mu’min saja? Sebagian ahli tafsir berpendapat, yang dimaksud adalah seluruh manusia baik mu’min maupun kafir.
(MSD)
